Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Naga Malapetaka


__ADS_3

Chapter 20 : Naga Malapetaka


"Yang kita kunjungi di depan sana kerajaan apa ?"


Yang menjawab pertanyaanku adalah Raisela.


"Kerajaan Aveldia."


"Aveldia, Kerajaan seperti apa itu."


"Kerajaan itu di penuhi dengan non manusia, berbagai macam Ras ada di sana."


"Kerajaan itu seperti kerajaan Gellra."


"Ya, Gellra dan Aveldia bersaudara."


"Kamu tahu banyak rupanya."


"Aku membaca buku tentang Kerajaan-kerajaan, jadi aku sedikit tahu informasinya"


"Oh begitu ya."


Menurut penjelasan dari Raisela kerajaan ini di penuhi dengan non manusia bisa di bilang kerajaan ini penuh dengan manusia setengah-setengah, aku tidak terlalu tahu tentang dunia ini.


Kami pun tiba di Gerbang masuk, tiba-tiba penjaga gerbang itu berlutut kepadaku.


"Apa yang dia lakukan." Tanyaku kepada rekanku, Hydra pun menjawab.


"Tuanku, energi sihir anda yang mengerikan itu yang membuat mereka berlutut di hadapan anda."


"Ah... aku lupa menyembunyikannya."


Aku harus menghapus ingatan ke dua pengawal pintu masuk ini.


"Oii dua orang bodoh."


"Ba-baiik ada apa tuan."


"Lupakan aku dan tidur lah." Aku menghapus ingatan kedua pengawal itu dan membuat mereka tertidur.


Walaupun pertama kalinya aku menggunakan Kemampuan penghapus ingatan ini, tapi itu berhasil.


"Kamu jahat Axell."  Ucap Raisela.


"Gak ada pilihan lain, ayo kita cari Guild petualang, kamu dan Tie belum terdaftar di Party Darkness Slayer."


"Baaaikkk."


Kami tiba di Guild, tempat ini cukup besar.


"Untuk sekarang kita makan dulu, aku sangat lapar."


"Aku juga."


"Oii... dia kan tuan pahlawan, beserta party nya Darkness Slayer."


Sudah sampai sejauh ini kah namaku, di kenal oleh banyak orang tidak buruk juga.


Aku pun menjadi pusat perhatian di Guild petualang ini.


Seseorang menghampiri kami, dia sepertinya pelayan.


"Tuan, anda ingin memesan apa, silahkan lihat menu-menunya."


"Emm... menu nya bagus-bagus, aku memesan ayam goreng saja, kalian ingin mesan apa silahkan di pilih."


"Ba-baikk tuan."


Setelah makan aku menuju ke papan quest untuk mencari quest,


"Tidak ada yang menarik, ada quest lain ?" Aku bertanya kepada pria yang sedang duduk dan menulis surat, ia sepertinya Guild Master.


"Untuk saat ini maaf tidak ada, ambil quest yang ada saja."

__ADS_1


"Yaa."


Ia pria yang sangat datar, apa dia tidak peduli kepadaku.


Aku mencari misi dan memberikannya kepada Hydra.


"Ini misi buatmu, jangan sampai gagal, bawa Kaila bersamamu."


"Baik tuanku, kalau begitu saya permisi."


"Ya."


Karena aku menyerap Iblis yang menjatuhkan meteor kemarin, otomatis akupun bisa menggunakan jurus-jurus nya, meteor ini terlalu besar aku simpan saja.


"Siela dan Tie, kalian cari Quest saja, aku ingin mencari informasi tentang Kota ini."


"Oke Axell."


"Baik tuanku."


Karena quest nya gampang-gampang, jadi quest itu ku serahkan kepada rekan-rekanku.


"Kita tinggal berdua Raisela."


"Ah iya, mau liat-liat kota ?"


"Boleh juga, ayo."


Raisela gadis yang sangat cantik dan imut, rambutnya yang berwarna putih seperti salju.


"Ada apa Axel."


"Ah tidak, kamu terlihat imut."


"To-tolong jangan menggodaku di depan banyak orang." Mukanya memerah tambah imut.


"Baik baik."


Aku mengunjungi sebuah toko perhiasan.


"Ayo ikut saja."


"Iya."


Aku pun melihat satu persatu cincin yang cocok untuk Raisela, entah kenapa aku ingin memberikannya sebuah hadiah.


"Ini bagus, Raisel ulurkan tanganmu."


"Kamu mau apa."


"Ulurkan saja."


"Iya."


Tangan Putri kerajaan ini benar-benar halus dan lembut.


"Ini buatku."


"Iya buat kamu, itu hadiah dariku."


"Axell... terimakasih, akan kujaga baik-baik."


"Iya, Sama - sama."


Kalung pemberian dari Vera juga masih di pakai olehku, aku tidak akan melepasnya.


Raisela terlihat bahagia, melihatnya bahagia aku jadi ikut bahagia, damai nyaa.


"Hei Axell."


"Hm iya ada apa."


"Sebenarnya aku s-" sebelum Raisela menyelesaikan kata-katanya ada seekor naga besar muncul di atas langit.

__ADS_1


Ada seseorang yang menghampiriku.


"Tuan pahlawan, tolong selamatkan kami, tolong bunuh naga Malapetaka itu."


"Naga Malapetaka ? Kenapa dia muncul di Kerajaan ini."


Orang yang memberitahuku langsung berlari ketakutan.


Setiap kali melangkah pasti ada masalah kah, sehari tanpa masalah rasanya aneh juga.


Naga itu menyemburkan api hitamnya ke arah kota, yang di mana api itu terus merambat.


"Gawat." Aku membuat sebuah dimensi agar Raisela aman.


"Masuklah, kamu akan baik-baik saja di dalam sana."


"Tapi kamu."


"Sudah masuk saja."


"Baiklah."


"lightning flash."


"fire shot."


"water spear."


"ground shot."


Eretan nama-nama keren dari para petualang yang menggunakan sihirnya untuk melawan naga itu.


"Aku harus mencari cara agar bisa memadamkan api nya."


"Weather control magic, tingkat 8, heavy rain."


Aku menggunakan sihir pengendali cuaca dan menurunkan hujan, tapi air hujan ini masih tetap tidak bisa memadamkan api naga yang terus merambat.


Aku harus menggunakan sihir dewa.


"God Magic tingkat 9, holy light."


Api hitam itu lenyap oleh cahaya suci dari kekuatan dewa, aku memadamkan satu persatu api yang menjalar, akhirnya padam juga, sekarang tinggal mengurus naganya.


Naga itu sedang bertarung dengan manusia, tepat berada di depanku.


Aku mengeluarkan Light Sword (pedang cahaya)


Aku pusatkan cahaya suci ke pedang ku ini, dan menambahkan sihir dari manusia, sihir api, angin, air, berbagai macam elemen ku gabungkan, kunamakan jurus ini dengan.


"Mixed magic tingkat 10, five elements holy light."


Aku mengayunkan pedangku ini dengan sihir cahaya suci dewa, dan di campuran elemen-elemen ke arah naga malapetaka itu, bilah-bilah cahaya dan 5 elemen memotong sayap naga itu, serangan akupun berpengaruh padanya, naga itupun jatuh ke tanah.


Naga itu tidak bisa lagi mengeluarkan api mematikannya karena terkena serangan cahaya suciku tadi, ia terlihat tak berdaya dan tidak bisa apa-apa.


"Tuan pahlawan, untung lah ada anda, mungkin kalau tidak ada tuan Kerajaan ini sudah menjadi abu, aku ucapkan terimakasih."


"Iya sama-sama itu sudah menjadi kewajibanku."


Aku segera memyembuh satu persatu yang terluka.


"HEAL, HEAL, HEAL."


Dari kejadian hari ini tidak ada korban satupun, tapi banyak orang-orang yang kehilangan kaki, tangannya karena api hitam tersebut, tapi segera kusembuh kan dengan sihir pemyembuh, HEAL, alhasil tangan dan kakinya kembali lagi.


Benar-benar sihir penyembuh yang luar biasa.


Aku mengeluarkan Raisela dari ruang dimensi yang aku buat.


"sudah selesai kah ?"


"sudah, walaupun ada beberapa rumah yang hangus terbakar tapi beruntungnya tidak ada korban jiwa satupun."

__ADS_1


"syukurlah kalau begitu."


Sesuai namanya MALAPETAKA, Naga itu bangkit kembali dan beregenerasi, sayap nya pun tumbuh kembali dan orang - orang yang berada di dekat Naga itu hangus terbakar, api nya pun semakin besar dan kuat.


__ADS_2