Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Aku mempunyai Murid


__ADS_3

Chapter 07 : Aku mempunyai Murid.


Hari pun berganti pagi, setelah aku suruh pengawalku untuk mengawasi kota karena aku merasakan aura jahat, dan ternyata ada sekumpulan bandit yang ingin berbuat jahat, bandit-bandit itupun telah di beri pelajaran oleh ke dua pengawalku.


"Kalian berdua, kerja bagus, istirahat saja aku mau ambil misi dari guild."


"Tidak pangeran Azazel, kita masih siap menemani anda kapanpun dan di manapun anda berada," ucap Bruz sambil memundukan kepalanya, Kiero pun sama.


"Bagus lah kalau begitu, ayo kita berangkat." Akupun berusaha bersikap seperti pangeran, mau bagaimanapun juga aku adalah putra Raja Iblis.


"Baik pangeran Azazel."


Kita bertigapun bergegas menuju ke guild dan saat aku ingin meuju pintu masuk ke guild, ada seseorang yang memanggilku.


"Kak Azazel tunggu."


"Iya ada apa." Akupun menengok ke arah suara yang memanggilku, ia anak laki-lakiĀ  yang terlihat seperti berumur 12 tahunan.


"Tolong ajari aku cara menggunakan sihir, aku ingin menjadi murid kak Azazel." Ucap semangat anak itu.


kalau aku tolak kasihan juga, punya murid pertama tidak buruk juga, hehehe.


"Boleh kok."


"Serius kak Azazel."


"Iya serius, bentar ya aku mau ngobrol dulu sama teman aku yang di belakang."


"Baik."


"Bruz, Kiero kalian ambil misi aja, gak apa-apa kan tanpa aku.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu pange... Azazel, ayo Kiero.


Meraka berdua pun pergi mengambil misi.


"Kita ke tempat terbuka yang ada di belakang kota aja ya."


"Baik."


Aku dan anak itu pun menuju ke tempat luas yang ada rumput hijau memenuhinya.


"Pertama-tama kita belajar sihir pemanggil."


Kalau dari sihir manusia, jenis yang di panggil adalah Binatang yang bisa melindungi, bukan seperti Monster yang di panggil Ras Iblis.


"Sihir pemanggil ?"


"Iya, pertama alirkan manamu dan pusatkan ke kedua tanganmu setelah itu ucapkan Summon, setelah itu pakai sihir penjinak, BENIGN.


"Aku coba ya, Alirkan mana, pusatkan ke kedua tangan, Summon."


"Wah kamu berhasil, itu Binatang yang bisa melindungi serta bisa memberimu tunggangan untuk kabur dikala kamu sedang terdesak, cepat pakai sihir penjinak."


"Baik, BENIGN."


"Selamat, kamu berhasi memanggil serta menjinakannya."


Anak ini berbakat.


"Horree, aku namai dia apa ya, emm."

__ADS_1


"Dia sudah punya nama, tanya aja."


"Beneran, emang bisa bicara ?"


"Coba aja."


"Hei nama kamu siapa, oh iya aku belum memperkenalkan diri, maaf kak Azazel, namaku Tera.


"Tuan Tera, nama saya Woba." Ucap binantang yang di panggil Tera.


"Wah iya bisa bicara, hebat."


Ia sangat kegirangan.


"Cukup sampai di sini latihannya."


"Boleh aku memanggil kak Azazel dengan Guru."


"Boleh kok, oh iya binatang itu bisa bersembunyi ke dalam tubuhmu."


"Maksud guru masuk ke dalam tubuhku."


"Iya, coba aja suruh."


"Baiklah, Woba masuk."


"Baik tuanku."


Woba pun masuk ke dalam tubuhnya Tera.


"Wah iya, makasih ya guru, sebagai tanda terimakasih aku akan mentraktir guru karena sudah menjadikan aku sebagai murid guru."


"Kalau begitu kita ke tempat makan, guru lapar."


Aku dan tera pun makan bersama.


"Daging ini enak, walaupun sedikit asin."


"Mau nambah lagi guru ?"


"Tidak, aku sudah kenyang, guru mesan minuman dingin saja."


"Baik guru."


Dan setelah makan Tera pun pulang karena ia di suruh beli sesuatu oleh ibunya, dan aku pun menghubungi kedua pangawalku menggunakan telepati.


"Kalian ada di mana."


"Kita sedang berada di sebuah desa, pangeran."


"Aku akan segera ke sana."


"Baik lah pangeran."


Aku pun langsung menuju ke Kedua pengawalku menggunakan Shadow, tidak tahu misi apa yang mereka ambil, tapi dari suaranya sepertinya berbahaya.


Sesampai di sana aku melihat monster, yang sedang bertarung melawan Bruz dan Kiero, aku pun langsung membantu mereka.


"Demon Magic level 5, Darkness Seal."


(Sihir Iblis Level 5, Segel Kegelapan).

__ADS_1


Akupun langsung menyegel monster yang mengamuk tersebut.


"Bruz, Kiero kalian baik-baik saja ?"


"Saya baik-baik saja pangeran, tapi Kiero."


Kiero kehilangan banyak darah, akupun langsung berlari ke arahnya.


"HEAL. Heal ku gak bekerja Bruz."


"Coba Sihir penyembuh yang lain."


"Aku coba, Demon Magic Level 6, Demon Healer."


Akhirnya luka yang ada di perutnya Kiero tertutup juga, rasa khawatir akupun hilang.


"Syukurlah Pangeran Azazel, lukanya sudah tertutup," ucap Bruz.


"Bawa dia ke dalam rumah, rumah siapa saja tidak masalah, dan istirahat kan dia.


"Baik pangeran Azazel, kalau begitu saya permisi dulu."


"Ya."


Aku yang masih mempunyai dendam ke monster itu akupun melepas Segelnya.


"Oi Monster sialan, Kau mempunyai 2 pilihan, Mati di tanganku atau melawan dan tetap saja mati."


Aku pun berubah ke Mode Iblis.


"Pa-pangeran Azazel, ampuni saya, tubuh saya bergerak dengan sendirinya, tapi setelah saya melihat anda, saya pun kembali ke seperti semula.


Setelah mendengar penjelasan dari monster tersebut, akupun kembali ke Wujud manusiaku dan amarah yang ada di dirikupun seketika menghilang.


"Begitu ya, jadi sama seperti kasus sebelumnya, tetap saja akan ku hukum kau, kau akan berada di Penjara kegelapanku.


"Saya terima hukumannya Pangeran Azazel, saya berterimakasih karena saya masih di berikan hidup, itu lebih dari cukup untuk saya."


"Baguslah kalau kau menerimanya."


"Terimakasih Pangeran Azazel."


"Demon Magic Level 3, Prison of darkness."


Akupun menggunakan sihir Iblis Penjara Kegelapan untuk menghukum Monster tersebut, setelah itu aku pun kembali ke Kedua pengawalku.


"Apa Kiero baik-baik saja."


"Ia baik-baik saja nyawanya tidak terancam."


"Syukurlah." Akupun istirahat sejenak karena aku lumayan banyak menggunakan sihir berlevel tinggi.


"Bagai mana dengan monster nya."


"Aku sudah mengurung dia ke penjara kegelapan, monster itu juga sama, ia di kendalikan oleh seseoarang."


"Sepertinya orang tersebut sedang menguji kemampuan kita."


"Walaupun begitu, kalau teman-teman ku terluka aku tidak bisa diam saja." Ucap ku sambil memikirkan siapa yang mengendalikan monster-monster dan untuk apa dia melakukannya.


"Untuk sekarang Pangeran istirahat saja dulu."

__ADS_1


"Iya aku akan tidur sebentar."


Siapa di balik semua ini, apakah Ayahanda yang menyuruh bahawannya untuk mengawasiku, kalau memang iya, akan ku beri pelajaran dia nanti, tapi walaupun ia lebih lemah dari aku tetap saja Maou (Raja Iblis) adalah ayahku.


__ADS_2