
Chapter 14 : Memulai perjalanan baru
"Ini pohonnya Xel." Ucap Seila.
"Xel ?"
"Iya itu nama panggilan kamu, terlalu susah untuk di sebut jadinya Xel saja."
Benar juga namaku sekarang adalah Axelle.
"Iya, tidak masalah, jadi ini ya pohonnya."
Besar banget, baru pertama kali aku melihat pohon sebesar ini, mungkin umur pohon ini sudah beribu-ribu tahun.
"Iya, kamu harus merasakan energi yang ada di dalam pohon tersebut."
"Baik, .....pokus, aku merasakan ada yang mengalir ke dalam tubuhku."
"Berarti kamu di akui oleh pohon tersebut."
"Di akui ?"
"Iya ada Peri yang menjaga pohon tersebut, berarti dia mengakuimu."
"Oh... begitu."
"Haii manusia, tapi aku merasakan aura selain manusia, siapa kau sebenarnya." Ucap peri yang di bicarakan Seila.
"Jadi ini perinya Seila ?"
"Iya itu peri nya, ia menampakan dirinya hanya beberapa ratus tahun sekali dan itu juga hanya menunjukan ke orang yang special."
"Begitu ya."
"Oi kau dengar tidak." Ia adalah peri bersayap, tubuhnya seukuran jari telunjuk."
"Iya aku dengar kok, aku, aku adalah Iblis, manusia, dan Dewa.
"Iblis, Dewa ? Jangan bercanda, kalau memang iya, dari mana kau mendapatkannya."
Aku menceritakan semuanya ke peri tersebut.
"Jadi begitu ya, aku mulai paham, perkenalkan namaku Tryse, seoarang Peri yang menjaga pohon ini."
"Namaku Axelle, aku kesini hanya mengisi energi sihirku."
"Hanya itu, tidak ada yang kau inginkan dariku."
"Emm.... kurasa tidak ada, oh iya apakah kau bisa memperbanyak energi sihir ku."
"Itu masalah gampang, jadi cuma itu yang kau inginkan."
"Iya itu lebih dari cukup."
"Baik lah, ulurkan tanganmu."
Aku mengulurkan tanganku dan Peri itupun membuat sebuah lingkaran sihir di telapak tanganku.
"Sudah, lingkaran sihir itu akan membuat penggunaan energi sihir mu menjadi tahan lama, walaupun kau menggunakan sihir tingkat tinggi tapi hanya menguras sedikit energi sihir."
"Wahh... terimakasih, ini sangat berguna."
"Dan aku mempunyai sesuatu buat mu, karena kamu tidak memiliki senjata, aku akan memberimu sebuah pedang, pedang ini bernama Sword of light, jika pedang ini mengakui mu sebagai pemiliknya pedang ini akan bercahaya."
"Wah, terlihat sangat bagus."
Aku memegang pedang tersebut, dan pedang itu pun bercahaya.
__ADS_1
"Mengejutkan, Pedang itu mengakui mu."
"Biar ku coba, Light sword slash."
Akupun mengayunkan pedang tersebut dengan Skill pedang Light sword slash, alhasil pohon-pohon pun rata.
"Wow.. sehebat ini kah."
"Luar biasa Xel." Ucap Siela.
"Ada lagi yang kau inginkan Axelle ?"
"Siela apakah kamu bisa mnggunakan panah."
"Tentu bisa, aku kan elf."
"Apakah kau mempunyai panah, Tryse ?"
"Sebentar, ah... ternyata aku punya... ini panah yang bisa menghembuskan angin yang sangat kencang, mungkin akan cocok jika Siela memakainya."
"Terimakasih, akan ku terima dengan senang hati." Ucap Siela.
Setelah aku mengisi kembali energi sihirku, aku dan Siela pun menuju Kota terdekat dan ke Guild untuk membuat sebuah Party baru.
The Dark sudah tidak ada, akan ku namakan apa ya Party baru ini hmm...
"Ada apa Axel, kamu dari tadi menatapku terus."
"Ah.... aku hanya teringat seseorang, tapi aku rasa tidak perlu lagi ku khawatirkan, karena mereka sudah tenang di surga sana, tapi dengan adanya kamu, aku jadi tidak merasakan kesepian."
"Akupun sama, aku sudah lama sendirian, aku senang bisa bertemu dengan kamu Xel."
"Aku juga senang, ngomong-ngomong masih jauh ya."
"Oh... mungkin sekitar satu jam lagi sampai."
"Tidak tuanku, aku hanya patuh kepadamu tuanku, walapun tuan mencurigai kami sebagai musuh, tapi kami tidak bisa berbuat jahat maupun mengkhianati, karena itu akan membunuh kami, tuan sudah menggunakan Sihir penjinak, jadi anda tidak perlu khawatir. " Ucap Hydra.
"Syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya."
Karena aku menggunakan telepati untuk berkomunikasi dengan Hydra, jadi Siela tidak bisa mendengarnya.
"Saya akan selalu berada di sisi tuan, apapun yang terjadi kami pasti akan melindungi anda tuan." Ucap Broda.
"Aku sangat senang mempunyai rekan seperti kalian."
"Saya juga senang mempunyai majikan seperti anda tuan." Ucap Hydra.
"Sayapun begitu." Ucap Broda.
"Apakah kalian berdua bisa ber wujud manusia, kalau bisa aku akan sangat senang."
"Tentu saja bisa tuan." Ucap bersamaan mereka.
"Serius... kalau begitu segera berubah menjadi manusia."
"Tapi kami membutuhkan energi sihir yang sangat banyak untuk berubah ke wujud manusia."
"Pakai energi sihir aku saja."
"Baik tuanku."
Hydra dan Broda pun berubah ke bentuk manusia, akupun tidak tahu mana Hydra dan mana Broda, yang kulihat ada satu wanita yang sangat cantik, berambut hitam.
"Tuanku perkenalkan nama saya Hydra."
Hydra pria yang cukup ganteng dan seperti berusia 28 Tahunan.
__ADS_1
Sementara Broda
"Tuanku perkenalkan nama saya Broda."
Broda ternyata seoarang perempuan cantik, berambut panjang berwarna hitam. Kalau di lihat dari wajahnya dia seperti wanita berusia 21 Tahun.
Broda tak sesuai dengan namanya, ternyata dia sangat cantik sekali.
"Saya menawarkan tubuh dan jiwa saya. Saya akan mengabdi kepada anda selamanya, Tuan." Ucap Broda yang berbicara demikian.
"Baik baik." Jangan menawarkan tubuh segala, haduhh.. huuh...
Aku menghela napas
"Xell me-mereka siapa." Ucap Siela.
"Oh... mereka Rekanku sekaligus bawahanku."
"Oh begitu ya, aku kira musuh."
"Bukan kok, kamu tidak perlu khawatir."
"baikk."
"Mari kita lanjut jalannya."
"Baik Tuanku." Jawab bersamaan Hydra dan Broda.
"Okee." Jawab Siela, dengan pipinya yang mengembung, sepertinya ia sedikit cemburu.
Kamipun tiba di kota yang bernama Nulta.
Kamipun bergegas ke tempat Guild untuk membuat Anggota Party yang baru.
"Permisi, di sini ramai sekali ya."
"Iya karena kota ini sering di kunjungi oleh para petualang." Ucap Siela.
"Begitu ya."
"Iya ada perlu apa, sepertinya kalian baru dari kota ini." Ucap gadis yang berada di depanku, sepertinya ia pelayan.
"Iya kami baru sampai barusan."
"Jadi, kalian mau mengambil Quest atau mau makan."
"Ah.. maaf, aku tidak mempunyai uang, aku ingin mengambil quest, sebelum itu kami ingin mendaftar terlebih dahulu, kami ingin membuat party.
"Begitu ya, coba kamu sentuh cermin yang berada di sana."
Lagi-lagi pengecekan sihir, semoga aku tidak menimbulkan masalah.
"Baik."
Dan kami pun satu persatu menyentuh cermin tersebut, untungnya dari kami berempat tidak ada yang memecahkan cermin tersebut.
"Biar ku periksa dulu, emm.... karena kalian satu party jadi kalian di Rank yang sama yaitu rank silver, jadi apa nama party ini."
Nama party yang baru ya.
"Darkness Slayer (pembunuh kegelapan)"
"Nama party yang menakutkan ya, tidak masalah, jadi mulai sekarang kalian adalah Darkness Slayer."
Anggota party yang barupun terbentuk, party ini beranggotakan 4 Orang, Aku, Hydra, Broda dan Siela. Party ini bernama "Darkness Slayer."
Darkness Slayer akan melewati berbagai macam rintangan, dan akan menjadi Legenda.
__ADS_1