Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Party baru dan Quest pertama


__ADS_3

Chapter 15 : Party baru dan Quest pertama


"Aku ingin langsung mengambil quest saja kalau bisa yang bayarannya banyak, aku belum makan tambah juga harus menyewa tempat nginap."


"Sebentar aku cari dulu .....ah ini, ini permintaan dari Bangsawan, dia ingin ke kerajaan Bremodam. kebetulan hari ini berangkatnya. Kalian harus mengawalnya, karena dia membawa sesuatu yang sangat penting.


"Oke kita ambil quest ini, ayo kita berangkat."


"Baik tuanku." 


"Baik." 


Kami bergegas menuju ke rumah bangsawan, untuk mengantarnya ke kerajaan Bremodam.


Kira-kira apa ya yang di bawa bangsawan ini.


"kalau boleh tahu, umur kalian berapa ?" Tanya ku kepada 3 temanku.


"Saya 1500 tahun Tuan."  Jawab Hydra.


"Saya 821 tahun Tuan."  Jawab Broda


"Kalau aku 302 Tahun Xel."  Jawab Siela


Rekan ku ini mereka sudah cukup lama hidup di dunia ini, terutama Hydra, mungkin dia tahu banyak tentang dunia ini.


"Umur kalian panjang-panjang ya."


"Iya Tuan, karena Monster kelas atas seperti kami Abadi."  Jawab Hydra.


"Begitu ya."


"Iya tuan."


"Kalau umur elf juga panjang, tapi tidak Abadi."  Ucap Siela.


Siela juga cukup lama hidup di dunia ini, tapi umurnya sudah tidak lama lagi, apakah ada cara untuk menjadikan Siela Abadi.


"Kalau umur tuan berapa."  Ucap Broda.


"Umurku baru 12 Tahun, Aku Abadi, walaupun umurku 200 tahun ke atas tapi aku yakin tubuh dan wajahku tidak akan berubah sama sekali."


"Begitu ya tuan."


"Iya."


Aku khawatir kepada Siela, aku dan bawahanku abadi tapi Siela tidak abadi.


"Siela tidak usah di pikirkan tentang umur, aku akan mencari cara untuk membuat kamu Abadi."


"Ah... tidak usah Xel, aku terlalu lama di dunia ini, aku hanya ingin membalaskan dendam ke dua orang tuaku, setelah itu aku tidak punya tujuan hidup lagi."  Jawab Siela.


"Begitu ya, tapi sekarang kamu mempunyai Rekan, aku yakin setelah kita membunuh Raja Iblis, kita akan hidup dengan tenang di dunia ini."


"Axell... terimakasih."   Siela pun tersenyum, senyumannya begitu manis.


Apapun yang terjadi, aku akan melindungi teman-teman ku ini, walaupun itu nyawa taruhannya.


"Sama-sama Siela."


Kami pun sampai di kediaman bangsawan, yang di mana rumah ini begitu besar dan luas.


Ada seseorang yang menghampiri kami, ia adalah asisten dari rumah ini, dan mengantar kami ke dalam rumah.

__ADS_1


Rumah ini begitu besar, kami berempat duduk di sofa yang di mana sofa ini begitu nyaman, benar-benar rumah yang sangat mewah dan megah.


Ada seseorang yang menghampiri kami.


"Perkenalkan namaku, Regaldo Weart Leon."  Ucap Bangsawan.


Nama yang panjang, aku harus menjaga sopan santun ku, aku tidak ingin membuat masalah.


"Salam kenal namaku Axelle dan ini anggota Party ku, Yang sebelah kanan Hydra, tengah Broda, dan kiri Siela."


Mereka bertiga menundukan kepalanya sebagai tanda salam.


"Jadi kalian ya, yang ingin mengantar ku ke kerajaan Bremodam."


"Iya Tuan Leon, kami yang akan mengantar anda."   Aku berusaha menghormatinya, mau bagaimanapun, aku sekarang hanyalah rakyat jelata yang tidak mempunyai status bangsawan.


Tuan bangsawan itu menepukan tanganya 2 kali, dan datang seoarang asisten cantik.


"Tuan Axell, anda ingin meminum apa."


"Jangan panggil aku tuan, Axell saja cukup."


"Jangan begitu, aku ini bisa menilai seseorang dengan melihatnya."


Nampaknya ia tahu sedikit tentangku.


"Ah... kalau begitu panggil nama masing-masing saja, tidak usah pakai tuan."


"Baiklah aku setuju."


"Saya ingin Teh manis."


"Saya juga sama."   Ucap bersamaan rekan ku.


"Baik Tuan Regaldo."  Jawab Asisten.


"Tidak usah, teh juga sudah lebih dari cukup."


"Jangan sungkan."


"Baiklah aku terima."


Setelah mengeteh dan makan, kamipun segera bergegas menuju kerajaan Bremodam, memakai sebuah Kuda yang bisa membawa beberapa orang.


Di dalam perjalanan menuju kerajaan, kami di kepung oleh sekelompok bandit yang jumlahnya lebih dari 20 orang.


"Berhenti, kalau tidak akan ku bunuh kalian."  Ucap bandit.


"Hydra, ku serahkan tugas ini padamu, jangan sampai membunuh mereka."


"Baik tuanku."


Hydra pun bertarung melawan bandit-bandit itu.


Bandit adalah penjahat/pencuri.


Nampaknya dia tidak menggunakan jurus apapun, tapi ia bertarung dengan sangat baik.


"Kerja bagus."


"Baik tuan, itu bukan apa-apa."  Jawab Hydra.


Aku menghampiri bandit-bandit tersebut.

__ADS_1


"Jadi siapa yang menyuruh kalian."


"Sampai matipun aku tidak akan mengatakannya."


Keras kepala sekali.


"Yakin... kalau mati, kalian tidak akan bisa hidup kembali loh."  Akupun mengeluarkan pedangku yang bersinar terang dan mengancam mereka.


"Ba-baik akan kami katakan."


Dan merekapun mengatakan pelakunya.


Pemuja Iblis kah yang menyuruh mereka, akan ku urus nanti.


"Kalian boleh pulang kok."


"Pu-pulang ?"


"Iyaa, tapi kalau kalian mengulanginya, jangan harap menerima ampunan dariku." Aku memasang wajah seram.


"Ba-baikk...." 


Para bandit pun berlari terbirit-birit.


"Pedang itu, kau dapat dari mana pedang itu."   Ucap Leon yang terkejut melihat pedangku yang bersinar.


"Oh ini, aku mendapatkannya dari peri yang berada dalam pohon besar hutan elf."


"Ti-tidak mungkin, itu adalah pedang Dewa yang bisa bersinar seperti matahari, kenapa bisa ada di tanganmu.


Sehebat itukah pedang ini.


"Sudah kubilang aku mendapatkannya dari Peri yang menajaga poho besar."


"Be-begitu ya, tolong ceritakan semuanya di Kerajaan.


Setelah itu kamipun melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Bremodam.


Seperti apakah kerajaan Bremodam, aku tidak sabar ingin melihatnya.


Tidak kusangka kerajaan ini begitu besar, Kerajaan ini sangat ramai dengan Kota di bawah istananya. Istananya sendiri berada di atas sana.


Kamipun tiba di Instana Kerajaan, dan di sambut oleh puluhan Prajurit yang berbaris.


Kami menuju ke ruang Takhta, dan menghadap Raja, kami beserta Leon Menundukan kepala kami.


"Angkat kepala kalian."  Ucap sang Raja.


"Baik yang Mulia."  Jawab Leon.


"Jadi ada perlu apa Regaldo."  Tanya sang Raja.


"Saya ingin menyerahkan sebuah surat kepada anda yang Mulia."


Dan surat itu di ambil oleh prajurit dan di berikan kepada Raja.


"A-apaa... Pasukan Raja Iblis akan menyerang kerajaan ini, dan akan merebut kerajaan ini."


"Iya yang mulia, saya mempunyai suatu kemampuan yang special, jadi saya bisa mengetahuinya."


Lagi-lagi Raja Iblis, aku yang sekarang belum bisa melawannya.


"Kerahkan seluruh prajurit untuk menghadapi Jendral pasukan Raja Iblis, jangan sampai Kerajaan ini jatuh ke tangannya.

__ADS_1


Jendral, lawan yang akan sulit, apa aku perlu berubah ke wujud Dewa ku, tapi kalau aku menggunakannya sekarang....... Aku harus menggunakannya demi menyelamatkan Kerajaan Bremodam, ah...... iya aku baru ingat, aku mempunyai beberapa Skill berpedang yang hebat, aku ingin mencobanya apakah mempan atau tidak.


__ADS_2