Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis

Aku Bereinkarnasi Menjadi Putra Raja Iblis
Misi Pertama


__ADS_3

Chapter 03 : Misi pertama


Setelah tiba di Guild, Azazel dan ke 2 pengawalnya pun daftar untuk membuat Guild, Azazel pun di suruh untuk mengukur kekuatan Sihir, Fisik, dan lain-lain.


Azazel pun meletakan tangan kanannya di bola pengukur sihir tersebut, karena Azazel Putra Maou (Raja Iblis) alhasil bola tersebut pecah karena tidak kuat menampung kekuatan Sihir Azazel, seluruh orang pun terkejut, baru pertama kali ada orang yang mengukur sihirnya sampai memecahkan bola kristal tersebut.


"Gawat, aku terlalu mencolok, ayah sudah memperingatiku agar tidak mencolok, bagaimana ini" ucap kebingungan dan merasa bersalah Azazel.


"Tenang dulu pangeran Azaz--" ucap Bruz yang belum menyelesaikan Perkataannya.


Petualang yang memotong perkataan Bruz, berkata.


"Wah, pasti sihir kamu level 10 ya, pasti lebih dari itu."


Azazel pun mencari alasan.


"Yahh... aku latihan dari kecil, hehe... ayahku yang mengajariku sihir, hehe..."


"Kalau gak keberatan, mau kah kamu bergabung dengan Party ku" ucap petualang.


"Maaf yah, tapi kurasa dengan 3 anggota saja lebih dari cukup, aku mau bikin Party baru aja, sekali lagi maaf ya" jawab Azazel.


"Sayang sekali, iya gak papa, jangan di pikirkan."


Setelah Azazel di kelilingi dan di tanyai oleh banyak orang Azazel pun di berikan peringkat Silver oleh Guild Master tersebut karena dengan kemampuan sihirnya yang tidak di ketahui, dan Azazel pun mengambil misi pertama, nama Guild Azazel adalah The Dark yang artinya (Kegelapan).


Misi pertama Azazel adalah membasmi Goblin yang berada di hutan.


Azazel dan ke 2 pengawalnya pun berangkat ke tempat tujuan. Sesampai di tengah hutan Azazel pun mendengar teriakan minta tolong.

__ADS_1


"Tolong... tolong..."


"Dari suaranya ia pasti wanita, ayo, kita tolong wanita itu" ucap Azazel sambil mencari sumber suara tersebut.


"Nampaknya di depan sana pangeran Azazel" ucap Bruz.


"Pangeran, di depan sana ada sekumpulan Goblin, hati-hati" ucap Kiero.


"Iya."


Azazel dan kedua pengawalnya menuju ke arah suara tersebut.


"Gawat wanita itu mau di bunuh" ucap Azazel.


"Biar aku bantu pangeran Azazel" ucap Bruz.


"Baiklah."


"Nampaknya kita tak terlalu di butuhkan" Bruz pun merasa tidak berguna.


"Jangan begitu, kita sebagai pengawal pribadinya harus tetap tenang apapun situasinya, selama pangeran Azazel masih bisa mengatasinya, kita hanya bisa menonton" Kiero dengan sikap tenang, bijaksana, dan pendiamnya, ia berusaha menenangkan hati Bruz.


"Aku hanya ingin berguna untuk pangeran Azazel."


Azazel pun berlari sangat kencang dan mengeluarkan jurusnya.


"Demon magic level 1, Black Fire."


Azazel pun melancarkan serangan ke goblin yang hampir membunuh wanita tersebut dan menyapu bersih sisa goblin yang ada di sekitar dengan jurus Black Fire tersebut.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja, tangan dan kaki kamu terluka, sini akan ku sembuhkan."


"Te--terimakasih banyak ya."


"Iya, tidak apa-apa, akan ku sembukan dulu luka mu ya."


"Iya."


"HEAL."


Azazel pun menyembuhkan luka wanita tersebut.


"Wah luarbiasa, terimakasih banyak ya, oh iya maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Freya."


"Namaku Azazel, dan ini ke dua teman ku Bruz dan Kiero."


Bruz dan Kiero menundukan kepalanya.


"Semoga kita bisa akrab ya" ucap Freya sambil tersenyum.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu sendirian di tengah hutan ini" ucap Azazel.


"Sebenernya aku sedang mengumpulkan tanaman untuk bahan-bahan buat bikin Potion, eh tiba-tiba ada sekelompok Goblin dan akupun di serang."


"Ohh... begitu, untungnya kita tepat waktu, jangan berlama-lama di sini, di sini berbahaya, kita kembali ke kota."


"Iya."


Azazel, Bruz, Kiero dan teman barunya yang bernama Freya pun kembali ke kota. Azazel dan kedua pengawalnya berhasil menyelesaikan misi pertamanya yaitu membersihkan Goblin.

__ADS_1


__ADS_2