
Sasaki Mutzuki adalah seorang Senior ditempat kerjanya, dia hebat, pintar, berprestasi dan juga dingin. Sasaki berumur 37 tahun dan masih belum menikah, ia pikir menikah itu tidak diperlukan dihidupnya.
Sekarang ini adalah tahun baru dan salju mulai turun dari langit, Sasaki berencana pulang setelah berkerja selesai.
"Senior Sasaki !!" suara riang dari balik belakang Sasaki dan itu adalah Taki Hara, dia itu adalah Junior yang berbakat dan baik ke semua orang.
Sasaki hanya cuek dan pergi menuju rumahnya.
"Hmmh, kenapa Senior selalu cuek ?" tanya Taki dengan sedih karena Sasaki susah sekali didekati.
"Tapikan Senior Sasaki kan memang begitu sifatnya, kan?" suara pasrah dari samping Taki, dia adalah Tamaki Shota, teman masa kecil Taki.
"Bagaimana jika kita bawa Senior ke kuil? Disinikan dekat sekali dengan kuil itu dan katakan disana ada festival tahun baru" dengan penuh semangat Taki mengusulkan pendapatnya.
"Bagus juga idemu" dengan cepat Shota setuju-setuju saja akan pendapat dari temannya Taki.
Shota dan Taki berlari menuju Sasaki yang ingin pulang kerumah itu.
Sedangkan Sasaki hanya terus berjalan.
_'Aku lapar'_ didalam hati Sasaki merasa lapar dan terus berjalan sampai kerumah.
"SENIOR SASAKI !!!" dengan berteriak Shota dan Taki berlari dan menggandeng tangan Sasaki dan berlari menuju kuil.
《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》-《♢》
__ADS_1
Ditangga menuju kuil tersebut terdapat banyak orang-orang yang senang dan bahagia, ada yang naik dan turun. Sedangkan Sasaki, Shota dan Taki baru saja menaiki 25 tangga untuk menuju kuildan kuil itu mempunyai tangga yang berjumlah 100 tangga.
"Haaa.....dingin sekali" sambil mengosok-gosokkan tangan, Shota menghembuskan nafas dari mulut yang berubah menjadi asap putih.
"Benar sekali" ucap Taki sambil membenarkan syalnya agat tambah hangat.
Sedangkan Sasaki hanya meniup nafas dengan panjang seperti kelelahan dan menaruh tangan kedalam saku jaketnya yang tebal.
Terlihat ada seorang yang terlihat aneh yang membawa sebuah pisau tajam yang mengarah ke Shota yang berada ditengah.
"Awas" ucap dingin Sasaki serta mendorong Shota yang mengakitkan Shota dan Taki terjatuh kearah kanan.
Sedangkan Sasaki tertusuk pisau dan terjatuh lalu tergelundung kebawah yang mengakibatkan kepala terbentur dan berdarah.
"Senior"
"Senior"
"Senior,bangunlah!! kumohon?" dengan menanggis Shota dan Taki menggoyang-goyangkan badan Sasaki yang sudah berlumuran darah.
Dan sebenarnya Shota dan Taki adalah Junior yang dipercayakan oleh Sasaki untuk dibimbing dalam pekerjaannya dan Sasaki bagi mereka adalah seorang kakak.
_'Ah...aku lapar sekali dan aku ingin makan mie instan'_ didalam hati Sasaki masih memikirkan tentang makanan.
*[Menjawab: Selamat !!! Anda mendapatkan Skill Predator]*
__ADS_1
_'Ukh...sakit sekali rasa ditusuk pisau'_
_Author: "Baru sadar"_
*[Menjawab: Rasa sakit akan dikurangi sehingga tubuh Anda tidak akan kerasakan sakit jika terluka]*
_'Rasanya panas sekali'_
*[Menjawab: Anda tidak akan bisa lagi merasakan panas dingin]*
_'Aku bisa-bisa kehabisan darah'_
*[Menjawab: Pendarahan Anda akan dihentikan dan Anda akan memiliki darah yang tidak terbatas jumlahnya]*
_'Ha....Aku ingin memiliki tubuh yang tak terkalahkan dan abadi apalagi bisa bergenerasi dengan cepat'_
_Author: "Banyak inginnya"_
*[Menjawab: Selamat !!! Anda memiliki tubuh yang terkalahkan dan abadi serta memiliki Skill generasi super cepat]*
_'Ternyata begitu juga bisa, ya?'_
《♢》 Bersambung 《♢》
MAAF JIKA ADA KESALAHAN !!!
__ADS_1