Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 41


__ADS_3

"Sudah" ucap Fox dengan tenang yang memulangkan warganya yang tidur setelah pesta sampai subuh dan membaringkan mereka dengan tenang.


'Tubuh manusiaku masih belum selesai' batin Fox yang tidak bisa masuk kekamarnya, dan tidak bisa mengecil karena ukuran itu ukuran aslinya.


Jadi Fox tidur diluar.


"Fox"


"Hmm" gumam Fox karena ada yang memanggil namanya.


"Hmm....eh ? apa yang terjadi disini ? semuanya berhenti" ucap Fox yang merasakan waktu telah berhenti.


"Fox, pergilah keatas sana"


"Suara siapa itu ?" tanya Fox yang kebingungan.


"Disanalah tempatmu berada"


"Seharusnya kau berada disana, pergilah keatas sana, cepatlah"


"UWAH" teriak Fox yang terbangun dari tidurnya.


'Cuma mimpi' batin Fox yang sambil melihat sekitar, ternyata dia ada dikamarnya.


"Sepertinya Khitan yang membawaku kekamarku" ucap Fox yang memakai jaketnya dan tidak sengaja melihat sebuah surat.


'Surat ? siapa yang mengirim surat pagi-pagi sekali ?' pikir Fox yang tidak menemukan siapa yang memberinya surat.


'Tidak ada, jangan-jangan....' batin Fox yang membuka surat itu dan membaca. Tertulis.


PERGILAH KEATAS, TEMPATMU SEHARUSNYA BERADA.....


'Apa ini ? apa mimpi barusan nyata ?' pikir Fox yang terduduk dikasurnya.

__ADS_1


'Jadi aku harus pergi meninggalkan Kota yang tenang ini ?' pikir Fox yang merasa harus pergi kesana, keatas.


"Baiklah, aku akan kesana, sebelum itu aku harus...." ucap Fox yang mengambil kertas dan tinta, dan menulis dimejanya, setelah selesai menulis surat, Fox meninggalkan satu salin dengan warna biru, isinya untuk kejayaan Kota Serenity, dan Fox pergi mengepakkan sayapnya dan pergi keatas tanpa orang yang menyadarinya.


Siang harinya, Kota Serenity.


"Yang Mulia, Yang Mulia" panggil Khitan yang mengetuk pintu kamar Fox.


"Apa dia belum bangun ? tidak mungkin, Yang Muliakan orang yang disiplin" ucap Khitan yang membuka pintu kamar Fox.


"Kosong ?" ucap Khitan yang mencari Fox disudut-sudut kamar Fox.


Author : Kau kira sarang laba-laba ?


"Kemana Yang Mulia pergi ?" tanya Khitan yang duduk dikursi Fox.


"Hmm ? surat" gumam Khitan yang melihat disurat yang bertulia : Untuk Khitan.


Untuk Khitan


Maafkan aku yang meninggalkan tugasku, karena ada sebuah mimpi aneh dan menyuruhku pergi keatas, dia berkata diatas adalah tempatku berada. Kau bisa mengambil posisi sebagai walikota, salib biru itu terdapat perintah dan ide-ide untuk masa depan Serenity, tolong jaga semuanya ya, Khitan, mungkin aku akan pergi lama atau tak pernah kembali, aku mohom untukmu tolong jaga meraka semua, maaf merepotkanmu selama ini.


Dari Fox.


Tes Tes Tes.


"Yang Mulia, tidak mungkin" ucap Khitan yang terjatuh dan menangis.


Tap Tap Tap


"Khitan, Khitan, Khitan" panggil Shiroumaru dan lainnya yang tidak merakakan lagi aurq Fox.


"Khitan, ternyata kau disini" ucap Shiroumaru yang melihat Khitan yang sedang menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Khitan, kau kenapa ?" tanya Kitty yang merasa ada yang aneh.


"Hey ada surat yang isinya......" ucap Sally yang membacakan surat itu yang membuat semua orang yang ada disana sedih dan seperti merasakan kehilangan.


"Hahaha...tidak mungkinkan, Yang Mulia tidak mungkin meninggalkan kitakan" ucap Shiroumaru yang ingin mencairkan suasana.


"Tapi ini tulisannya Yang Mulia, dia tidak akan pernah berbohong" ucap Sally yang saking terkejutnya melepaskan surat itu kebawah.


"Hahaha...tidak mungkin" ucap Shiroumaru yang langsung berlari keluar dan diikuti mereka semua.


"YANG MULIA" teriak mereka dengan sedih.


"CEPAT CARI YANG MULIA" perintah Shiroumaru.


"YANG MULIA, JANGAN TINGGALKAN KAMI" teriak Shiroumaru dengan sedih, dia sudah menganggap Fox seperti orang tua dan mereka pun sama.


"YANG MULIA"


"YANG MULIA, JANGAN TINGGALKAN KAMI"


DREES.....JEDER...


Bahkan sampai langit juga ikut sedih akan kepergian Fox.


"YANG MULIA"


"SIAL...."


Keesokan harinya, mereka mengerti maksud dari surat Fox, dan berharap Fox akan kembali lagi.


Selanjutnya adalah perjalanan Fox menjadi Tuhan Baru yang luarbiasa.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2