Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 38


__ADS_3

"Berapa harga ?" tanya penyihir itu yang ragu dengan harganya.


"Harga rumahnya 75 koin emas, harga tanahnya 35 koin emas, harga pajak bulanan hanya 5 koin emas, jadi harga ruman + tanahnya 110 koin emas" jawab pelayan itu yang panjang lebar yang membuat 3 orang itu terkejut setengah mati.


"Eh ?......MURAH SEKALI" teriak mereka yang mengejutkan pelanggan lain.


'Hehehehee, rasakan itu' batin mereka yang juga pernah dikejutkan karna harga yang terlalu rumah.


"Hahaha, harganya sudah diputuskan oleh ketua Asosiasi" ucap pelayan itu yang tertawa karena mwlihat ekspresi terkejut pelanggannya yang lucu.


"Huft.....baiklah ini 110 koin emas, dan 600 koin emas untuk pajak selama 10 tahun kedepan" ucap penyihir itu yang memberikan 2 kantong koin dengan jumlah yang berbeda.


"Terimakasih, petugas kami akan mengantarkan kalian ke rumah kalian yang baru, jadi tu-"


"Tidak perlu ditunggu, aku sudah ada disini" ucap beast skin kelinci yang yiba-tiba muncul dan memotong perkataan pelayan itu.


"Ikuti aku" ajak beast skin kelinci itu sambil berjalan keluar Asosiasi Perumahan.


"Ikuti dia, dia akan mengantarkan kalian" ucap pelayan itu yang memberikan sertifikat tanah dan rumah, dan mengambil kedua kantong koin emas itu.


"Terimakasih" ucap mereka sambil membungkuk.


"Tidak masalah" ucap pelayan itu meninggalkan ke 3 orang itu.

__ADS_1


"HEY KALIAN, KENAPA DIAM SAJA, IKUTI AKU" teriak beast skin kelinci itu yang sudah ada didepan pintu.


"B-baik" ucap mereka yang langsung menyusul beast-skin kelinci.


Setelah berjalan kaki cukup lama, mereka berempat akhirnya sudah sampai didepan rumah baru mereka ber 3.


"Ini rumah baru kalian, semoga kalian nyaman" ucap beast skin kelinci iyu yang langsung menghilang di hadapan mereka setelah mengatakan itu.


"Ayo kita lihat" ajak beast skin itu yang tak sabar.


Setelah melihat-lihat rumahnya yanh sangat bagus, kenapa harga rumah ini murah sekali ? jawabannya mereka tidak terlalu butuh uang.


"Sekarang ayo kita jalan-jalan" ajak pendekar pedang sihir itu yang penasaran dengan Kota Serenity.


"Hey lihat patungnya, apa walikota disini seorang anak keciĺ ?" tanya pendekar pedang sihir itu yang melihat patung Fox.


"Jaga sopan santunmu" jawab penyihir itu yang merasakan bawah orang yang melirik mereka dengan tajam.


"Oke' ucap pendekar pedanh sihir itu yang juga merasakan tatapan tajam itu.


"Hati-hati anak-anak, nanti kalian jatuh" ucap Kila, yang mengejar anak-anak yang berlarian.


Duk

__ADS_1


"Hiks..hiks...Huwa..." tangis anak yang terjatuh dan terluka.


"Hey apa kau baik-baik saja ?" tanya penyihir itu yang mengangkat anak yang terjatuh itu dengan sihirnya dan menyembuhkannya.


"Hah..Hah...Terimakasih" ucap Kila yang berhenti dari lari.


"Itu bukan masalah" jawab penyihir itu dengan ikhlas.


"Tidak, terimakasih, boleh aku tahu nama kalian ?" tanya Kila dengan hangat.


"Namaku Willy" ucap penyihir itu yang seorang penyihir tingkat SSS.


"Namaku Beru' ucap pendekar itu yang seorang petualang tingkat SSS.


"Namaku Kiki" ucap beast skin serigala, petualang tingkat SSS.


Mereka kabur karena tidak tahan karena dimanfaatkan oleh kerajaannya sendiri, mereka ini mendapatkan berkah dari Tuhan Lama.


"Nama ku Kila, senang bertemu dengan kalian" ucap Kila dengan senang karena mengenal mereka.


"Senang bertemu denganmu juga" ucap mereka bertiga, dan mereka saling bicara dan ,mengobrol sambil menunggu anak-anak bermain.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2