Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 48


__ADS_3

Di pagi harinya, seluruh murid kelas aneh akan menuju gerbang.


"Lihat mereka, aura mereka mengerikan sekali"


"Benar, untunglah mereka tidak sekelas dengan kita"


"Benar, melihat mereka saja sudah bikim merinding"


Ada banyak murid-murid kelas lainnya yang membicarakan mereka dari pujian, ejekan, sindiran dll.


Namun, ada salah satu murid kelas aneh yang tidak bisa menahan emosinya dan melirik tajam mereka semua.


"Hentikan, jangan dipikirkan" ucap temannya yang menepuk pundaknya dan tersadar akan perbuatannya.


'Dasar orang-orang iri' batin Fox yang memakai seragam berwarna hitam, semua seragam yang dikenakan kelas aneh adalah hitam, namun Fox memakai jaketnya dan hoodienya, dan mengaitkan kedua pedangnya dibelakang, tapi tidak jaketnya dikancing, agar dapat dikenali oleh penjaga.


Didepan pintu besar atau gerbang, penjaganya adalah seekor kucing.


"Perlihatkan kunci kalain" perintah penjaga gerbang itu, dan semua murid memperlihatkan kuncinya dan gerbang dibuka, semua murid masuk dan melihat kelas mereka yang....kacau.


Awan mendung, semua tanaman layu, kotor, banyak arwah gentayangan, orang-orang yang bisa melihat mereka langsung takut.

__ADS_1


'Bagaimana bisa tempat ini disebut kelas ?' pikir Fox yang menyimpan kuncinya kembali dan masuk kekelas.


Terlihat sudah ada murid dan guru, murid yang sudah datang adalah senior kelas aneh.


"Kenapa kalian diam saja? ambil buku-buku disana satu orang satu" ucap pak guru yang menunjuk buku-buku usang.


"Baik" jawab mereka yang terlihat jijik, namun juga ada yang biasa saja termasuk Fox.


"Hahaahaa, dasar bangsawan" ejek para senior.


"Jika sudah ambil, duduk" ucap Pak guru yang menyuduh duduk, bagaimana bisa duduk jika tempat duduknya dikasih nama dan seluas itu.


'Merepotkan sekali' batin Fox yang langsung duduk ditempat duduknya dan membuka buku usang itu, tidak ada spesial.


"Darah ?" tanya mereka yang bingung.


"Lakukan saja atau akan kubantu kalian meneteskan darah ?" tanya pak guru dengan muka senyum lebar.


"Ti-tidak akan kami lakukan" jawab mereka yang takut, dirumorkan guru kelas aneh adalah spikopat.


Mereka semua harus menyayat tangannya sendiri, sampai keluar darah.

__ADS_1


Sedangkan Fox diam-diam saja dan tenang, sambil meneteskan darahnya keatas buku itu dan tiba-tiba buku itu bersinarnya dan berubah menjadi bersih dan berwarna.


"Itu disebut kontrak dan penanya akan muncul jika kalian membutuhkannya, sekarang ringkas dan tulis yang penting-penting buku bersejarah itu" perintah pak guru yang menjentikan jarinya dan muncul buku tebal dan sangat rapuh.


"Oh yah kalian semua tolong awasi mereka" perintah pak guru yang langsung pergi dan menghilang.


"Baik, sekarang waktunya pengawasan" ucap para senior dengan muka seram.


Beberapa saat kemudian....


Senior yang dikira akan menyiksa, eh ternyata malah membantu mereka meringkas materi.


"Tulis yang ini ya" ucap senior yang ramah yang sambil menunjuk tulisan yang harus ditulis.


"Terimakasih" ucap mereka yang senang, karena dibantu.


Sedangkan Fox tidak ada yang mengawasi dan meringkas sendiri, tapi Fox sudah meringkas dan menulis yang penting saja, jika ada yang sudah selesai buku itu akan menghilang.


'Ini memang buku yang bersejarah' batin Fox yang melihat bukunya yang ternyata buku tanpa bataa isi, jadi bisa menulis sebanyak mungkin tanpa kehabisan kertas dan penanya sendiri juga tanpa batas isi tinda.


"Huft....selesai" ucap Fox dengan pelan dan menutup bukunya, menyembunyikan pena dan duduk dengan tenang.

__ADS_1


"Hey lihat, anak itu sepertinya sudah selesai, cepat sekali" ucap senior yang melihat Fox duduk dengan tenang dan buku bersejarah itu sudah hilang.


Bersambung....


__ADS_2