
Sedangkan orang yang melempar.
"SIAL, KENAPA BEGINI ? INI GARA-GARA ANAK KECIL ITU, AKU PASTI AKAN MEMBALAS DENDAM" teriak seseorang yang memiliki dendam kepada Fox.
Sedangkan Fox mendengar teriakan itu, walaupun jaraknya sangat jauh.
'Membalas dendam ? akan ku terima' pikir Fox sambil tersenyum dibalik topengnya.
Beberapa hari kemudian, Markas utara pun semakin kuat karena bantuan dari meteor dan hari dimana Lisa bangun dari pingsannya yang lama.
"APA !!?" teriak Lisa yang terkejut kalau dia pingsan berhari-hari.
"L-LALU BAGAIMANA SEKOLAHNYA ?" tanya Lisa yang tidak berangkat sekolah, para tangan kanan Raja juga harus sekolah agar lebih mengasah kemampuannya.
"Aku sudah memberitahu kalau kita izin beberapa hari, jadi berhentilah berteriak" jawab Theo yang jengkel karena Lisa yang terus berteriak.
"O-oke, tapi bagaimana dengan mu apa kau tidak sekolah juga ?" tanya Lisa sambil menunjuk Fox yang juga ada disana.
"Maaf, sementara waktu aku tidak bisa ikut sekolah, karena pekerjaanku sebagai Kapten di Markas Utara" jawab Fox yang tidak punya waktu, bahkan saat dia duduk disana sebenarnya dia menggunakan tangan yang terbuat dari mana, tangannya menulis dan otak Fox bekerja secara keras.
"Baiklah" jawab Lisa dan Theo yang mengerti kesulitan sebagai pemimpin.
"Kalau begitu, aku permisi dulu" ucap Fox yang berdiri dan berjalan keluar ruangan itu dan pergi ketempat kerjanya.
"Eh ? kamu sadar tidak kalau dia tidak pakai jubahnya ?" tanya Lisa yang baru sadar kalau Fox tidak memakai jubahnya, malah memakai pakaian santai (Kemeja putih dan rok hitam).
"Baru saja" jawab Theo yang juga baru sadar setelah diberitahu Lisa.
__ADS_1
Beberapa hari kemudian...lebih tepatnya beberapa bulan setelah Fox ditugaskan di utara.
"Kapten, hari ini sudah selesai pekerjaannya, jadi anda bisa sekolah" ucap Mia yang sedikit bersalah karena melibatkan Fox.
"Huft.......baiklah, terimakasih atas bantuannya semua" ucap Fox yang berdiri dan memakai jubah, yang berwarna hitam dan bergambar singa emas dan semua pakaian Fox berubah menjadi pakaian tangan kanan Raja, dan menatap tajam kedepan, membuka pintu dan menghilang(teleportasi).
"Ha....Kapten benar-benar keren sekali" puji salah satu kapten yang kagum dengan penampilan Fox.
"Benar, sekarang ayo kita kerjakan tugas kita sebagai kapten" ucap Kapten Lily yang berjalan keluar dan diikuti para kapten lainnya.
Sedangkan di tempat Fox, seperti didalam kerajaan yang ternyata hanya sebuah sekolah Khusus para Tangan Kaki Raja.
Tapi sebenarnya masih ada raja namun yang paling berkuasa adalah Raja di tempat Fox berada.
'Jadi ini tempatnya' batin Fox yang melihat gerbang dan sekolahnya yang sangat besar.
'Kira-kira ada berapa Tangan Kaki Raja, ya ?' pikir Fox yang bisa melihat didalam sekolah ada banyak sekali.
'Aura yang luar bisa' batin Fox yang berjalan masuk ke kelasnya, kelas 1, Lisa dan Theo pernah memberitahu kalau Fox masih kelas 1.
Fox pun membuka pintu kelas 1 dan memasukinya, saat masuk Fox sudah dilirik oleh Tangan Kaki Raja yang lain.
'Apa semuanya yang baru dilirik tajam begini atau cuma pamer kekuatan ?' pikir Fox yang berjalan menuju kursi kosong, namun saat sampai di samping kursi itu.
Kotor, menjijikan, tertulis banyak sekali kata-kata kasar dan ejekan dimeja.
Hahahaahahahahaahaa
__ADS_1
Dan ada beberapa yang tertawa.
"Maaf, atas ketidak nyamanannya, akan kami bersihkan" ucap salah satu tangan kaki Raja, seorang ketua kelas, umurnya 17 tahun, rambut mejah, mata kucing, giginya runcing, kekuatan api.
"Tidak masalah" jawab Fox yang biasa-biasa saja.
'Apa dia tidak marah atau malu ?' pikir mereka yang terkejut karena ketenangan Fox.
Fox menyentuh permukaan mejanya dan semuanya tiba-tiba bersih kembali dan Fox menduduki kursinya, mengeluarkan buku dan pena dan menulis materi tanpa buku untuk di salin.
'Apa dia benar-benar menulis ?' pikir mereka yang terkejut lagi karena Fox menulis.
"Hey, kalian ini apa tidak memperhatikan kalau ada guru disini, yang duduk di meja turun, semua kembali ke bangku kalian" ucap Bu guru yang menyadarkan keterkejutan mereka.
"Dan kau kenapa kau baru datang, setelah beberapa hari terlewatkan" ucap Bu guru sambik menunjuk Fox yang sedang menulis.
"Maaf" jawab Fox yang melihat Bu guru dengan datar dibalik topengnya.
"Um, baiklah ayo kita mulai pelajarannya" jawab Bu guru yang merasa aneh.
Beberapa jam kemudian....
Ting Tong Teng...
"Kita lanjutkan nanti, sekarang istirahatlah" ucap Bu guru sambil keluar.
Beberapa menit setelah pelajaran...
__ADS_1
Bersambung....
l