Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 29


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Kita akan keluar" ucap Fox.


"Baik" jawab mereka dan istana yang ditempati mereka tiba-tiba hilang.


"Sekarang ayo kita jalan" ucap Fox yang memimpin perjalanan.


Msreka berjalan sampai siang dan beristirahat didekat air terjun.


"JWah..segar sekali" ucap Azura dan Shiroumaru yang membasuh mukanya.


"Hey kalian, ayo makan siang dulu" ucap Kitty yang menyiapkan makanan.


"Baik" ucap mereka dan langsung mendekat.


Selesai makan...


"Kak Kitty makananku bertambah enak" ucap Sally yang kekeyangan.


"Tentu saja" jawab Kitty dengan senang.


RRROOOAAARRRR


AK AK AK


"Apa itu ?" ucap Zack yang lihat arah auman itu berasal.


"Yang Mulia" ucap Zack dan Zen yang ingin bertarung.


Fox hanya mengangguk.


"Ayo" ucap Zack dan Zen berlari dengan cepat.


"Yang Mulia, ayo menyusul" ajak Kitty.


"Ya" ucap Fox dan mereka berjalan kearah auman itu berasal.

__ADS_1


Sedangkan Zack dan Zen.


"Ayo serang, kawan" ucap Zack yang bersemangat.


"Tentu saja" ucap Zen yang menendang tubuh monster itu.


"Sekarang serangan terakhir, rasakan ini" ucap Zack dan Zen yang memukul keatas dagu monster itu dan mati.


"Sudah" ucal Zack dengan senang walaupun itu hanya kesenangan kecil baginya.


"Tubuhnya keras, sepertinya dapat dibuat senjata" ucap Zen yang mengetuk-ngetuk kulit monster itu.


"Terus apa lagi.....Zen kemarilah sebentar" ucap Zack yang menemukan aada orang yang terluka.


"Ada apa ?" tanya Zen yang baru sampai ditempat Zack.


"Lihat mereka terluka, apa kau bawa potion ?" tanya Zack.


"Bukannya kau juga bawa, Zack ?" tanya balik Zen yang mengetahui bahwa Yang Mulia memberikan gelang dengn gantungan salib yang isinya ada potion dan racun dan lain-lain.


"Oh ya aku lupa" ucap Zack yang melihat gelap dan mengambil beberapa potion dari gelangnya.


---------------------


"Terimakasih karena telah menyelamatkan kami" ucap seorang yang sangat bersyukur.


"Tidak masalah" ucap Zack.


"Tapi kenapa kalian ada dihutan seperti ini ?" tanya Zack yang merasakan ada yang tidak beres.


"Kami hanya orang buangan, karena disini adalah hutan yang kosong dan luas, jadi kami tinggal disini, kota kami ada disebelah sana" ucap seseorang itu.


"Bagaimana Yang Mulia ikut ?" tanya Zen kepada Fox yang ada dibelakang.


"Ya" jawab Fox yang setuju.


"Baiklah, ikuti kami" ajak seseorang itu yang menunjukan jalan menuju kotanya.

__ADS_1


Setelah melewati beberapa jalanan yang rumit, mereka pun sampai di sebuah gerbang yang sudah rusak dan kotanya kotor dan kumuh.


'Diancurkan oleh monster, dibuang, tapi buka cuma manusia saja ada berbagai ras disini' pikir Fox yang melihat dengan mata tuhannya.


"Khi, kau selamat" ucap Seorang pria tua yang bisa disebut walikota.


"Kakek, istirahatlah, penyakitmu akan cepat menular" ucap Khi, orang yang menunjukan jalan dan seorang cucu pria tua itu.


'Apa aku harus melakukan itu ?' pikir Fox yang berpikir untuk mengambil alih kota dan memperbaiki kota ini.


"Huft....baiklah akan kulakukan" ucap Fox yang memdekat ke pria tua itu.


'Yang Mulia...' batin meraka.


"Ano....apa anda walikota kota ini ?" tanya Fox.


"Iya" jawab pria tua itu yang melihag Fox.


"Maaf jika ini terlalu aneh atau memaksa, bisakah anda menyerahkan kota ini kepada saya ?" tanga Fox yang sudah siap menerima penolakan.


"Bisa saja, karena aku juga susah tua, tapi kota ini kotor dan kumuh ini" ucap pria tua itu dengan senang karena ada orang hang ingin memerintah kota ini.


"Tidak masalah, dan terimakasih" ucap Fox dengan hangat.


Tes Tes Tes...


"Eh apa ini aku menangis ?" tanya seorang yang menangis tapi bukan cuma da semua orang yang di kota merasakannya, rasa hangat, tenang dan kasihsayang.


"Kau, Khi. Tolong kumpulkan orang-orang yang sakit di alun-alun" pinta Fox.


"Baik" jawab Khi.


"Sally, Lilua. Mohom bantuannya" ucap Fox


"Tidak masalah, ini memang tugas kami" ucap Sally dan Lilua dengan senang.


"Yang Mulia, kami juga ingin membantu" ucap Phante dan Kuma.

__ADS_1


"Baiklah" ucap Fox.


Bersambung.


__ADS_2