Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 60


__ADS_3

3 hari kemudian......


"Saat kita berperang" ucap Sang Raja yang menunggangi kuda yang berjalan menuju medan perang.


"Ha....sepertinya kita tidak akan mengikuti perang" ucap Kapten Zelo yang mengendarai pesawatnya.


"Kurasa iya" jawab Lisa yang ada didalamnya.


"Tapi kenapa kalian ada disini, bukannya kalian harus ikut di garis depan ?" tanya Kapten Vivi yang merasa aneh.


"Memang benar kalau kami seharusnya berada digaris depan, tapi kami juga tidak tahu kenapa kami disini" jawab Lisa yang bingung sendiri.


"Bagaimana keadaan medan perang sekarang, ya ? tapi kenapa tiba-tiba perang ?" tanya Lily yang membuat semua orang disana berpikir tentang itu.


Sedangkan keadaan medan perang saat ini benar-benar menegangkan....


"Bola api, tembak" ucap para penyihir yang melemparkan bola api kepasukan musuh.


AKH....


"Sepertinya ini berjalan lancar" ucap Raja yang masih berada diatas kudanya sambil dilindungi kesatria.


Wush....


Duar....Boom.....Duar...


"Apa itu ? Naga ?" tanya salah pasukan yang melihat Naga berkepala tiga yang menyerang lawan denga ganas.


"KNIGHT, SERANG" perintah Tangan Kaki Raja yang msngurus bagian Knight.


"Apa karna ini Kerajaan Barat menyerang Kerajaan kita ?" tanya salah satu kesatria yang melihat pertempuran Naga dan para Knight.


"Sepertinya iya" jawab temannya yang juga melihat pertempuran itu.


"HEY, APA YANG KALIAN LAKUKAN ? CEPAG SERANG" perintah Tangan Kaki Raja yang mengurus pasukan kesatria.


'Sepertinya bukan ini' batin Raja, yang tiba-tiba ada seseorang yang meninju dari depan, alhasil Sang Raja terhempas jauh kebelakang.


"RAJA" teriak para kesatria yang kelihat Rajanya terpental jauh sekali.


"Apa ini ? ringan sekali" ucap orang memukul Raja tadi, yang wujud seperti iblis, ada tanduk, ekor, dan cakar.


Sedangkan di pesawat pasukan Utara yang hampir setengah jalan menuju Barat.


Tiba-tiba Fox merasa tekanan yang sangat kuat dari barat.

__ADS_1


"Kapten Zelo, percepat laju" perintah Fox yang berdiri dan berjalan menuju bagian pilot.


"Apa yang terjadi ?" tanya Theo yang sedikit merasa tekanan itu.


"Musuh kuat, telah datang" jawab Fox yang duduk di kursi pilot dan mencepatkan laju pesawat dan pesawat yang lainnya juga.


Kembali lagi ke medan perang.


Sang Raja yang juga memukul iblis itu dan terpental jauh.


"Kenapa ada iblis disini ? kemana Raja kerajaan Barat ?" tanya Sang Raja yang kepala sudah berdarah.


"Dia sudah mati ku bunuh" jawab iblis itu yang berlari cepat dan memukul perut Raja itu.


"Ukh...Ukhuk...." Sang raja memuntahkan darah dari mulutnya dan terhempas jauh lagi.


"Uhuk..uhuk...uhuk..." 'Pukulan apa itu ? tulang rusuku sampai patah semuanya' pikir Sang Raja yang sudah tak berdaya yang berbaring di tanah dengan banyak darah.


"RAJA" teriak para penyembuh yang berlari kearah Raja.


"Raja, bertahanlah" ucap para penyembuh yang berusaha menyembuhkan Raja.


"Tidak berhasil, lukanya terlalu dalam" ucap salah satu penyembuh yang panik.


"Baik" jawab mereka dan langsung terjun kemedan perang.


"Sepertinya kalian membutuhkan bantuan" ucap Kapten Vivi yang ikut membantu, tiba-tiba dari arah belakang mereka, iblis itu melesat dengan cepat dan mengepalkan tangannya, namun Fox juga tiba-tiba muncul dan membalas pukulan itu dengan pukulan.


Karena perbedaan kekuatan, iblis itu terpental dan tanah pun terbelah menjadi dua.


"Uhuk...Fox" ucap Sang Raja yang terkejut karena Fox bisa menahan serangan dari iblis itu, Fox melepas jubahnya dan seragamnya, Fox hanya memakai kemeja putih panjang dan rok hitam dengan dua pedang dikaitkan di belakang dan Fox melemparkannya kesamping itu.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Raja itu yang terkejut karena Fox melemparkan jubahnya dan seragamnya.


"Aku tidak tertarik menjadi Tangan Kanan mu" jawab Fox yang meninggalkan mereka yang ada disana.


"Apa maksudnya ?" tanya Raja yang tidak mengerti.


"Kapten Fox berhenti menjadi Tangan Kanan, Anda" jawab Kapten Vivi yang merasa kalau Fox juga akan meninggalkan mereka.


'Kuat sekali' batin iblis itu yang membersihkan darah yang ada dipinggir mulutnya dan melesat ke arah Fox, mengeluarkan senjatanya.


TING.....


Pedang iblis itu terpentalkan oleh cakar Fox.

__ADS_1


"TIDAK MUNGKIN" teriak iblis itu yang menebas angis dan muncul tekanak angin yang kuat.


"Lemah" ucap Fox yang memantulkan tebasan angin itu ke Naga berkepala tiga itu dan langsung terpotong menjadi dua.


"Apa !?" ucap iblis itu yang melihat naganya mati karena pantulan serangannya.


"Tidak, tidak, tidak, tidak" ucap iblis itu yang melihat naganya mati dan berlari mendekatinya.


"Mia" panggil Fox kepada Mia yang sedang mangambil inti Naga itu.


"Ketemu" ucap Mia yang menemukan inti Naga itu dan membawa pergi inti dan tubuh Naga.


"Kemana perginya ? APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA ?" teriak iblis itu yang menangis karena kehilangan teman berharganya.


'Teman ya ?' "Aku membunuhnya" jawab Fox yang membuat iblis itu dilanda kebencian dan amarah, menyerang Fox dengan brutal.


'Sepertinya ini waktu yang tepat' "Mia, saatnya" ucap Fox yang memulai rencananya.


Mia muncul dan meleparkan bahan peledak, disaat sang iblis mulai menyerang dengan sihir.


DDDDUUUAAAAARRRRRRRR........


"Apa yang terjadi disana ?" tanya Sang Raja yang hambir sembuh.


"Kapten" ucap para kapten dan pasukannya yang melihat ledakan itu.


'Wah, wah, wah, sepertinya Mia ingin membunuhku' pikir Fox yang menyetuh kening iblis itu dan menghilang entah kemana, namun sebelum menghilang Fox melemparkan salah satu salibnya keluar asap dan mendarat kesamping Raja itu.


KRAK....


Salib itu retak dan hampir pecah.


"Salib itu......bukannya milik Kapten" ucap Kapten Vivi yang merasa ada yang aneh dikepulan asap itu.


"Kapten Lily" panggil Kapten Vivi yang tidak merasa aura Fox.


"Baik" jawab Kapten Lily yang mengeluarkan angin yang kencang dan menerbangkan asap, terlihat tanahnya yang mendalam dan pinggirnya pecah dan terbelah.


Tiba-tiba pakaian putih yang seperti kemeja putih Fox, terbakar dan terbang menuju mereka.


"Kapten....." ucap sedih para Kapten dan pasukan yang meneteskan air mata dan mengheningkan cipta karena kepergian Fox.


Sejak peperangan itu nama Fox dikenal sebagai pahlawan Dunia Atas, dan patungnya berdiri tegak di tengah Ibu kota.


SEASON 1-END

__ADS_1


__ADS_2