
"Jadi bahan-bahan yang aku lahap menjadi berguna juga" ucap Fox dengan mencoba menggosok-gosokkan wajahnya ke pakaian lenganya yang tebal dan lembut.
Walaupun pakaiannya terlihat tebal namun nyatanya tidak panas dan tidak membuat gerah karena Fox tak bisa merasakan panas dingin.
"Kalau menbuat senjata, apa bisa ?" Tanya Fox dengan dengan duduk dirumput hijau dan bersandar disebuah pohon apel suci dan memakan buah.
*[Menjawab: Bisa]*
"Apa caranya seperti tadi ?" tanya lagi Fox yang sedang memakan apel suci tersebut.
*[Iya]*
Fox hanya mengangguk dan fokus membuat banyangan senjatanya yang berupa 3 katana yang berwarna hitam, putih dan abu-abu serta topeng rubah yang berwarna putih dan hitam.
Fox juga menambahkan sebuah tali di belakang bajunya untuk tempat meraruh pegang, walaupun sebuah tali yang sering diikat namun berbeda dengan tali iyu kuat lembut karena sambungan dari pakaiannya memiliki pengait untuk mengaitkan pedang dan tali tersebut dengan satu pedang yanh mengarah kekiri dan itu pedang yang berwarna abu-abu yang paling atas walaupun wadahnya bukan berwarna abu-abu namun semua wadah pedang berwarna hitam pekat, disertai jeda sedikit lalu mengaitkan 2 pedang itu yang berwarna putih lebih dulu lalu hitam yang paling bawah yang kira-kira setara dengan lutut.
Dan pedang itu terbuat dari taring,tulang, dan biji magi yang sangat banyak sehingga dapan membelah gunung hanya dengan satu kali serangan dan untuk topeng rubah yang terbuat dari taring, tulang ibu kyubi(ibunya Fox) agar dapat mengenang Beliau.
__ADS_1
"Dan topeng ini untuk Ibu" tanpa terasa air mata Fox terjatuh dan membasahi topeng rubah itu dan topeng itu berfungsi untuk menyembunyikan aura keberadaan Fox.
Topeng itu menyerap air mata Fox sehingga kembali mengering, dan Fox berdiri dan memakai topeng yang hanya dibagian wajah kiri dan yang terlihat hanya wajah bagian kanan.
"Aku harus kegua itu" ucapnya dengan berteleportasi kegua harta karun yang banyak emasnya dan berliannya, bahkan ada buku skill-skill yang banyak dan berharga termasuk perpustakan di gua yang lain.
Setelah kegua sana dan sini, Fox banyak mengambil benda-benda yang berharga yang ada, sekarang Fox sudah berada di depan pintu masuk dan keluar.
_'Gagang pintunya sudah berkarat'_
Setelah membuka pintu Fox dapat merasa angin sejuk berhembus kearah tanpa sadar Fox melangkah keluar dan memandang indahnya hutan jura.
"Indah sekali" sambil melangkah keluar dan pergi ke Kerajaan Humanreal yang puncak isatananya terlihat dari sini.
"Damai sekali" ucap Fox sambil merasakan kesejukan dan suasana yang sangat damai, walaupun pemandangan yang di pandang Fox hanya hitam putih dan bukan abu-abu, jadi dia hanya melihatnya seperti sketsa saja.
AAAAAAAA
__ADS_1
Sebuah teriakan yang berjarak 20 meter dari tempat Fox berdiri yang mengganggu suasana damai ini.
Fox melihat sekitarnya yang berjara 20 meter terlihat seorang perempuan yang berumur sekitar 13 tahun yang berdesak dengan 3 serigala perak dan sudah terjebak karena dibekalangnya sudah ada batu besar yang menghadang langkahnya untuk kabur.
_'Merepotkan sekali'_
Fox berlari sambil mengambil 3 batu lalu melompat ke dahan pohon ke dahan pohon lain hingga sampai kedahan pohon yang terakhir yang dekat dengan tempat itu.
"To-tolong aku, aku takut" ucapnya dengan takut.
Sedangkan Fox melempar 3 batu itu sehingga terkena di kepala serigala perak tersebut dan itu pun membuat perempuan itu terkejut sehingga membuatnya ingin melihat kearah dimana batu itu dilempar.
Perempuan itu melihat kearah Fox yang sedang berdiri didahan pohon dan menatap dingin perempuan itu.
"Pulanglah" hanya dengan satu ucapan Fox membuat tubuh perempuan itu berpindah tempat ke tempat singgasana raja.
_'BERSAMBUNG'_
__ADS_1