Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 51


__ADS_3

Di arena sudah ada beberapa yang bertarung.


"Ramai sekali" ucap murid kelas 1 aneh.


"Benar, ayo cepat ke klub" ajak temannya.


"Kalau yang tidak ikut klub, kelas aneh duduk sana" ucap pak guru yang tiba-tiba muncul sambil menunju tempat duduk khusus kelas aneh.


"Baik" jawab para murid yang langsung pergi duduk disana, termasuk Fox.


Beberapa jam kemudian, setelah banyak pertempuran yang membosankan, menurut Fox.


'Tidak ada yang menarik' batin Fox yang hanya melihat pertarungan klub yang membosankan dan memutuskan membaca buku, mending baca buku daripada melihat pertarungan yang membosankan.


'Eh, dia membaca buku ?' pikir Kepala sekolah yang tak mengerti jalan pikiran Fox.


"Sudah ada berapa ?" tanya kepala sekolah kepada kepala keamanan dunia atas yang sedang merekut anggota baru.


"Ada banyak" jawab kepala keamanan dunia atas yang sedang sibuk memperhatikan pertarungan.


'Gitu doang jawabannya' batin Kepala sekolah yang jengkel dengan sifat kepala keamanan.


"Kepala bolehkah aku bertarung, anak-anak disini kuat-kuat ?" tanya salah satu anggota yang hobinya bertarung.


"Nanti" jawab kepala keamanan dunia atas yang berpikir untuk menguji para rekutan.


"Horeee...." ucap senang anggota itu.


"Ahem...kepala keamanan, bisakah kau memasukan anak ini ?" tanya kepala sekolah yang memberi dokumen tentang anak-anak yang menarik, namun disembunyikan.


"Coba kulihat" ucap kepala keamanan yang mengambil dokumen dan membaca, ada banyak yang menarik dan ditulis di daftar rekutan.


"Yang ini tidak" ucap kepala keamanan yang mengembalikan dokumen tentang anak-anak yang kurang menarik dimatanya.


"Kenapa dikembalikan ?" tanya kepala sekolah.


"Tidak ada yang menarik dari mereka" jawab kepala keamanan.

__ADS_1


"Huft.....coba diuji dulu nanti" ucap kepala sekolah yang tetap tidak terima kalau anak-anak ini tidak didaftarkan.


'Kenapa dia memaksa sekali ?' batin kepala keamanan yang menerima kembali dokumennya kembali, karena diantara dokumen itu ada dokumen tentang Fox.


'Hahaahahahah......aku tidak sabar melihat kemampuannya' pikir kepala sekolah dengan senang.


'Kepala sekolah waras kan ?' pikir mereka yang melihat kelakuan kepala sekolahnya.


Sedangkan Fox sibuk membaca buku dari pada melihat pertarungan.


Selesai pertarungan yang membosankan....


semua murid kembali kelas masing-masing, dan para guru diperintah untuk memanggil para murid rekutan.


Selesai memanggil, para rekutan disuruh pergi ke arena dan diberi tes uji coba.


Di dalam arena.


"Woah dari bawah, arenanya tampak besar" ucap kagum para murid.


"Kenapa kita dipanggil kesini ?" tanya senior kepada temannya.


"Ahem..ahem...apa semuanya sudah lengkap ?" tanya kepala sekolah kepada para guru.


'Kurika akan berpidato'


"Sudah semua" jawab para guru.


"Sekarang, kepala keamanan" ucap kepala sekolah yang mempersilahkan kepala keamanan untuk berpidato.


"Terimakasih, halo semuanya aku kepala keamanan dunia atas, kalian dikumpulkan disini karena kalian pantas menjadi anggota penjaga, dan kalian disini untuk diberi tes uji, hey kalian cepat mulai" ucap kepala keamanan duna atas yang menyuruh bawahannya untuk segera memulai.


"Baik" jawab mereka yang langsung melompat dan mendarat diantara para murid.


"Misi kalian hanya perlu mengalahkan mereka" ucap kepala keamanan yang menyuruh bawahannya menyerang.


'Kepala keamanan dunia atas ? sebuah kehormatan bagiku untuk menjadi anggotanya, tapi aku tidak tertarik untuk menjadi anggota penjaga dunia atas' pikir Fox yang menghindari serangan para anggota penjaga.

__ADS_1


'Mereka cukup bagus' batin kepala keamanan yang melihat pertempuran para rekutan.


"Hahaaha.....ini menyenangkan" ucap salah satu anggota tadi yang menghajar para rekutan dengan mudah.


"Hey jangan bunuh mereka" ucap temannya memperingankat dan sambil bertarung dengan para rekutan juga.


"Iya iya" jawab anggota itu yang menghajar para rekutan.


'Dia dengar tidak sih ?' pikir temannya yang merasa dia tidak mendengarkan.


Sedangkan Fox tidak bertarung, hanya membuat lawannya lelah.


'Aku merasa ada yang aneh disini' pikir Fox merasa ada aura yang kuat didalam arena.


'Dimana ?' pikir Fox yang tidak bisa melihat pemilik dari aura itu.


'Hilang ? ini semakin aneh' pikir Fox yang tidak merasa auranya lagi, namun bisa melihat aura itu yang berasal dari anggota itu yang tengah menyerang rekutan yang sudah terluka.


"Ketemu" ucap Fox yang teleportasi disamping anghota itu dan langsung menendang anggota itu, namun yang ditendang bukan anggotanya tapi makhluk yang ada didalam tubuh anggota itu.


BUAK...


Makhluk itu terhempas dan menabrak dinding arena.


"Apa itu tadi ?" tanya Kepala keamanan yang terkejut karena yang ditendang bukan anggotanyan namun makhluk lain.


"Kau manusia, beraninya kau menendangku dengan keras" ucap makhluk itu yang menyerang Fox.


Fox mengangkat tangannya keatas.


"Turunkan" ucap Fox yang menurunkan tangannya dengan cepat bersama dengan sebuah kayu yang berbentuk persegi, tapi satu sisinya hilang dan menacap ditangan, leher, tubuh dan kaki makhluk itu.


"Apa ini ? lepaskan aku" ucap makhluk itu yang tak bisa melepaskan kayu itu.


"Itu kayu pengengkang" jawab para guru yang terkejut karena Fox bisa menyegel mahkluk.


Makhluk itu seperti kucing besar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2