
"Walaupun aku seorang raja iblis, Zen kau adalah raja iblis yang berpengalaman, jadi-"
"Tidak bisa, lakukan sendiri, cari jalanmu sendiri, aku terlalu lemah sekarang" ucap Zen.
"Kalau begitu, ikut kami latihan saja" ucap Azura yang mengajak Zen ikut latihan.
"Benar kau akan kuat" ucap Sally.
"Tapi aliran mana ku tersumbat" ucap Zen.
"Aliran manamu sudah bersih, ikutlah mereka latihan" ucap Fox yanb meyakinkan Zen.
"Baiklah, akan kucoba" ucap Zen yang menyusul teman-temannya.
"Akhirnya, sudah tenang" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dengan papan catur didepannya dan Fox.
"Kau ingin main lagi, Kiku" ucap Fox kepada oramg yanh ada didepannya.
"Tentu saja, taruhannya diriku sendiri, aku akan melayanimu seperti mereka" ucap Kiku tanpa ragu.
"Tidak, kau seorang dewa di dunia Irone, bagaimana kau bisa menyerahkan dirimu sendiri" ucap Fox yang menolak.
"Tuhan Lama, memperbolehkanku" ucap Kiku dengan rasa percaya diri yang tinggi akan kemenangan.
"Baiklah, aku terima" ucap Fox yang sepakat.
"Oke" ucap Kiku yang memunculkan sebuah kontrak pelayan.
"Ini taruh sini" ucap Kiku yang menaruh kontrak itu disebuah pelindung.
"Permainan kali ini adalah catur" ucap Kiku yang memunculkan pion-pionnya.
__ADS_1
"Baiklah, siapa yang akan duluan, wasit" ucap Kiku yang memunculkan sebuah roh familiar.
"Aku pilih angka" ucap Fox.
"Aku pilih gambar" ucap Kiku.
Roh itupun melemparkan koin itu dan berputar-putar dan ditangkap dan dibuka yang ternyata yang muncul angka.
"Aku duluan" ucap Fox yang memindahkan pionnya depan.
Tak...
45 menit kemudian...
Fox mengakat rajanya dan...
"Skakmat" ucap Fox dengan tenang.
"Sekarang berikan kontraknya" ucap Fox yang mengulurkan tangannya.
"Ini" ucap Kiku yang melemparkan kontraknya.
"Tenang saja, kau tidak perlu melayaniku, kau bisa ikut yang lainnya" ucap Fox yang menanda tangani kontrak itu.
"Sudah" ucap Fox yang melepaskan kertas kontrak itu langsung lenyap.
"Yang Mulia, ada kabar baik" ucap Shiroumaru yang berlari menuju Fox.
"Zen, telah menjadi dewa" ucap Shiroumaru yang semangat.
"Zen..." ucap Fox yang melihat Zen yang sepertinya gugup.
__ADS_1
"Maafkan ak-"
"Selamat dan terimakasih atas perjuanganmu" ucap Fox yang menyebarkan rasa hangatnya.
"Terimakasin, Yang Mulia" ucap Zen yang ingin menangis karena tidak ada yang mengatakan itu sebelumnya, bahkan orang tua hanya memanfaatkannya.
'Fox...bukan Yang Mulia kau sunguh luar biasa' batin Kiku hang juga merasakan kehangatan Fox.
"Dan siapa itu ?" tanya Sally yang menyadari keberadaan Kiku.
"Aku Kiku, juga seorang dewa dan sama seperti kalian" ucap Kiku yang ramah.
"Teman baru, ya ?" ucap Kitty yang mendekati Kiku, Kiku itu seperti anak yang berumur 8-9 tahun dengan warna rambut merah dan mata kuning.
"Lucu" ucap Kityy yang mencubit pipi Kiku yang kenyal.
Merekapum berbincang-bincang dengan senang sampai menanyai tujuan.
"Yang Mulia, apa tujuan selanjutnya ?" tanya mereka yang penasaran.
"Semua tujuanku sudah tercapai, tapi jika bisa aku ingin mendirikan Sebuah negara, lalu apa tujuan kalian ?" ucap Fox yang membuat mereka senang.
"Kami ingin hidup bersama dengan, Yang Mulia" jawab mereka yang meriah.
"Baiklah yang kalian inginkan, kemarilah" ucap Fox yang merentangkan tangannya..
"Baik" ucap Mereka yang langsung memeluk Fox.
'Dasar anak-anak' batin Fox yang membalas pelukan itu.
"Bersambung"
__ADS_1