Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 37


__ADS_3

"HORE....YANG MULIA BERHASIL" teriak senang dari para warga Kota Serenity dan para pilot.


"Sudah berakhir" ucap Panglima yang menyuruh pilot turun kebawah.


WUSH...


Angin kencang yang ditimbulkan dari kapal angkasa itu yang mendarat, dan pintu utama kapal itu terbuka dan semua orang yangnada dikapal keluar dan bersujud.


"Terimakasih, karena telah membunuh pemimpin kami yang jahat, sebagai balasannya kami akan melayani anda, Wahai pemimpin baru" ucap Panglima itu dengan rasa terimakasih dan beeharap pemimpin barunya tidak seperti pemimpin lama.


"Kalian ingin aku menjadi pemimpin kalian ?" tanya Fox yang turun dan memasukan kembali pedangnya.


"Benar" jawab Panglima itu yang terus bersujud.


"Huft.....baiklah" ucap Fox yang membuka dada knightnya, setelah dibuka seseorang perempuan kecil dengan topeng rubah dengan rambut berwarna putih bersih menebarkan aura kemimpinannya.


'Oh ya ampun pemimpin auramu benar-benar luar biasa' batin orang-orang yang tadinya bersujud sekarang melihat ks Fox yang sangat bercahaya.


"Jika itu maumu, kuperintahkan kalian untuk kengurus Pasukan Angkatan Udara, Kota Serenity" perintah Fox yang sambil menunjuk landasan/bandara Kota Serenity.


"Baik siap laksanan" jawab orang-orang itu dengan tegas.


Setelah kejadian itu, Fox membawa nama Kota Serenity ke atas sana, dan juga karena kejadian itu beberapa raja yang melihat kapal angkasa itu juga ikut penasaran apa yang terjadi sebenarnya di sana ?


Beberapa hari setelah pertempuran pertama pasukan angkatam udara.


Di ruang kerja Walikota.


Fox yang sedang mengerjakan tumpukam berkas yang semakin hari semakin banyak jumlahnya yang menjebak Fox kedalam lautan kertas.

__ADS_1


"Sepertinya ini akan membutuhkan waktu beberapa bulan" ucap Fox yang baru mengerjakan sebagian kecil tugasnya sendiri.


Beberapa bulan yang dijanjikan oleh Fox....


Ternyata Fox benar-benar menyeselaikan tugasnya, dan menulis sejarah baru yang bertulis "Pemimpin yang menyelesaikam tugasnya dengan cepat", dan Fox terbebas dari kerjaannya hanya sementara.


Saat ini Fox bersama Khitan tengah meminum teh di taman.


"Yang Mulia, anda harus menjaga penampilan anda" ucap Khitan yang melihat Fox memakai jaket kurang benar.


"Sudah" ucap Fox yang sambil membenarkan jaketnya.


"Fu....terserah Yang Mulia saja" ucap Khitan yang pasrah karena sifat Tuannya yang tidak begitu peduli.


Sedangkan diluar....


Seperti biasa Kota Serenity selalu ramai dan damai. Lagi pula Kota Serenity sekarang bisa disebuat kerajaan kecil/negara kecil. Tapi karena Fox menolak untuk dinobatkan sebagai raja, karena belum waktunya dia memetintah sebuah kerajaan, jadi Kota Serenity masih menjadi Kota Serenity.


"Benar, seperti dirumorkan, jika masuk ke Kota Sernity hidupmu akan damai dan tenang" jawab temannya yang juga seorang petualang, penyihir.


"Bagaimana kita tinggal disini saja ? disana kita hanya dimanfaatkan saja" tanya temannya yang seorang Beast-skin.


"Bagus juga idemu" jawab penyihir itu yang setuju-setuju aja.


"Baiklah, ayo kita cari rumah" ucap pendekar pedang sihir itu yang munuju Asosiasi Perumahan.


Setelah menceri bangunan yang bernama Asosiasi Perumahan, bangunan yang besar dan kokoh.


"Ini dia, ayo masuk" ajak pendekar pedang sihir sambil membuka pintu dan langsung disambut hangat oleh pelayan.

__ADS_1


"Selamat datang" ucap pelayan-pelayan yang menyambut pelanggannya.


'Wow...' batin 3 orang yang merasakan kagum.


"Ada yang bisa saya bantu ?" tanya salah satu pelayan.


"Kami ingin membeli rumah" jawab penyihir.


"Baiklah, ikuti saya" ajak pelayan itu yang menuju meja, mereka ber 3 mengikutinya dari belakang.


"Kaliam ingin rumah yang seperti apa ?" tanya pelayan itu yang menanyakan itu kepada ke 3 orang yang ada dihadapannya.


"Kami hanya ingin rumah yang sederhana dan muat untuk 3 orang" ucap penyihir itu yang merasakan kalau rumah itu akan mahal.


"Sederhana dan muat untuk ke 3 orang, ya ?" tanya pelayan itu sambil mengingat-ingat.


"Kurasa ada, tunggu sebentar, ya" ucap pelayan yang mengambil beberapa peta rumah.


"Ini peta perumahannya" ucap pelayan itu sambil meletakan dan peta perumahan.


'Banyak sekali' pikir mereka bertiga yang terkejut melihat banyak sekali gulangan.


"Silahkan dipilih" ucap pelayan itu dengan senyum yang mengambang.


"Bagaimana dengan ini ?" tanya beast skin itu yang tidak sengaja melihat rumah yang bagus.


"Bagus" puji penyihir itu yang terbantu.


"Kami ingin beli rumah" ucap mereka ber 3 bersamaan.

__ADS_1


"Pilihan yang bagus" ucap pelayan dengan senang.


Bersambung


__ADS_2