
Ke esokan harinya...
Fox tidak memilik pekerjaan kerena kerjaannya sudah selesai semua, sekarang dia ingin ke tempat penempaan.
"Shinra" panggil Fox.
"Yang Mulia sudah dapat ?" tanya Shinra.
"Ini" ucap Fox yang melemparkan sebuah salib yang ternyata sebuah ruang dimensi yang isinya bahan-bahan tadi.
"Terimakasih, Yang Mulia" ucap Shinra.
"Sama-sama, aku akan pergi dulu" ucap Fox yang langsung menghilang.
Di tempat Kiku yang sedanb membangun rumah yang hampir selesai.
"Kiku" panggil Fox.
"Ya ada apa Yang Mulia ?" tanya Kiku.
"Aku ingin kau membangun ini " ucap Fox yang mengambil kertas cetak birunya.
"Landasan paju" ucap Kiku yang mengetahui gambar apa ini.
"Kau tahu ?" tanya Fox.
"Tentu saja, ada dewa yang pernah membuat ini, namun kerjaannya terhenti karena dirinya mati karena terlalu keras bekerja" ucap Kiku.
"Kalau ini akan butuh waktu lama, karena ini landasan yang sangat besar, apa anda sudah membuat pesawatnya ?" tanya Kiku.
"Mereka sudah mulai membuat" jawab Fox.
"Ini akan dibangun di mana ?" tanya Kiku.
"Tebing sebelah sana" ucap Fox yang menunjukan tempat yang sangat bagus.
"Tempat yang bagus, ini akam segera siap" ucap Kiku yang mendekati Kira dan mendiskusikannya.
__ADS_1
"Huft...sekarang pilot, komandan, wakil komandan dan orang yang bisa mengonfirmasi" ucap Fox yang pergi meninggalkan tempat itu.
Beberapa bulan kemudian...
Ada banyak pilot yang berhasil mengikuti ujian virtual dari Fox dan Kota Serenity sudah menjadi kota besar, karena ada banyak orang yang berdatangan dan tinggal di Kota Serenity, karna Kota Serenity berada didekat Kerajaan besar, namun bukan wilayah Kerajaan itu.
"Pilot sudah" ucap Fox yang terus.
'Namun sebelum itu, Kesatri dan kesatria sihir terus meningkat, dan penyihir, pe-sumon, penyikir hitam dan pilot terus bertambah, ada banyak pesawat yang sudah jadi, dan landasan sudah hampir selesai' pikir Fox yang melihat kejendela dan melihat keramaian dari Kota Serenity.
'Dan kota ini terus tumbuh damai tanpa pertempura, hanya melawan monster-monster sekitar, tidak ada pertempuran antar wilayah' pikir Fox yang tanpa sengaja melihat sebuah pesawat tempur induk yang jatuh.
"Pesawat induk ?" tanya Fox yang menghilang atau pergi ketempat pesawat itu jatuh.
Di tempat pesawat itu jatuh...
"Semua lompat keluar" ucap Komandan yang memakai parasut dan melompat dan itu diikuti yang lain.
BOOM.....
WUSH...
Namun ada yang menangkap mereka putih lembut dan embuk.
"Apa ini ?" tanya mereka yang terkejut.
"Tenanglah, kalian selamat" ucap Fox yang mengeluarkan sayap malaikatnya yang ada 3 pasang dan dia sendiri juga melayan diudara.
"Pesawat kalian hancur, ya ? Maaf" ucap Fox yang memadamkan api.
"Lukaku sembuh" ucap salah orang terkejut.
"Lukaku juga" ucap temannya.
"Terimakasih telah menyelamatkan dan menyembuhkan kami semua" ucap komandan.
"Tidak masalah" ucap Fox yang sambil terbang.
__ADS_1
'Seandainya kita bisa membalas budi, tapi apa kami hanya orang lemah ?'
"Kau bisa membantu sebagai komandan" ucap Fox yang menambah laju terbangnya.
"Kita sudah sampai" ucap Fox yang turun dan menghilangkan sayapnya.
"Kita ada dimana ?" tanya Komandan itu.
"Ini adalah tempat yang akan menjadi landasan paju dan bandara bagi para pilot" jawab Fox.
"Oh yah, apa kalian dari atas sana ?" tanya Kiku yang tiba-tiba muncul.
"Baiklah Kiku, kuserahkan padamu, Khitan sedang mencari" ucap Fox yang langsung menghilang.
"Ya, kami dari atas, tapi kami dibuang dan mulai membuat pesawat, namun setelah, tuhan baru yang memerintah tanah kami, dia memburu kami, jika kita tertangkap kami akan dijadikan budak" ucap Komandan itu dengan sedih.
"Ha....sebaiknya kesana" ucap Kiku yang memindahkan 30 orang itu kearas lapisan sihir di langit.
"Aduh...tempat apa ini ?" tanya Komandan itu.
"Selamat datanb ditempat ujian virtual Angkatan Udara" ucap salah satu roh familiar Fox yang akan memberi ujian virtual.
"Kalian dipersilah duduk" ucap roh familiar Fox. Dan mereka duduk didekat orang-orang yang akan menjadi pilot.
"Ujian akan segera mulai" ucap roh familiar itu yang mengakat tangannya dan muncul lingkaran sihir yang berlapis.
"Ujian mulai" ucap roh familiar itu.
Dan kedasaran para peserta dipindahkan kedunia Virtual.
Sedangkan keadaan di bawah.
"Sepertinya mereka sudan memulai ujian" ucap Kiku yang melihag sinar sihir.
Sedangkan keadaan di ruangah kerja Walikota.
"Yang Mulia ini berkas yang harus ditanda tanganni" ucap Khitan yang menaruh tumpukan berkas itu di meja Fox.
__ADS_1
'Mau mati, tapi tak bisa mati' pikir Fox yang frustasi melihat Khitan yang terus menumpuk tugasnya.
Bersambung