Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 57


__ADS_3

"Kapten" ucap mereka yang melihat Fox memasang pelindung dan juga merasakan tanda bahaya.


"Huft.....akhirnya sampai" ucap Lisa, seorang wanita dengan rambut merah, mata ungu, pengguna sihir api.


"Benar ini sedikit melelahkan karena markas utara sangat jauh" balas Theo, seorang pria dewasa, dengan rambut berwarna ungu panjang dan mata sipit berwarna hijau dikiri dan putih dikanan, pengguna racun dan es.


"Sekarang dimana anak ba-" ucapan Lisa terhenti karena merasakan tanda bahaya dari atas.


"Apa itu ? bukannya dia anak baru itu ?" tanya Theo yang melihat Fox sedang berdiri di ataa menara jam.


'Meteornya terlalu banyak, tunggu meteor bukannya memiliki fungsi ? Sistem' batin Fox yang mengingat fungsi meteor.


[Menjawab : Biasanya meteor atau bingang jatuh akan habis jika memasuki atmosfer dunia, namun itu bukan meteor alami namun meteor buatan yang dibuat oleh seseorang untuk membalas dendam, meteor itu memiliki kandungan mana yang besar dan tiada batas, sepertinya yang membuatnya sudah mati karena kehabisan mana, anda bisa mengunakannya sebagai generator mana/sihir di dekat benteng untuk sebagai pertahanan atau bisa dibuat senjata dan armor yang kuat]


'Panjang banget penjelasnya, tapi berguna' pikir Fox yang sambil membanyangkan generator mana.


"Mia, suruh tukang pembangun buat generator disekitar benteng" perintah Fox yang melihat meteor semakin dekat.


"Baik" jawab Mia yang langsung menjalankan tugasnya.


'Apa dia tahu bentuk generatornya?' pikir Fox yang melihat Mia dan para pembangun sedang mengerjakan generator, dan jadi hanya butuh 2 menit untuk membangun 1 generator, dan generatornya mirip dengan milik Mobile Legend yang tinggi dan yang bisa menyerang musuh.


Fox langsung mengacungkan jempol kepada Mia.


Beberapa menit pembangunpun selesai dengan cepat.


"KAPTEN SEMUANYA SELESAI" teriak para pembangun dan Mia karena jaraknya yang jauh jadi harus berteriak walaupun Fox bisa mendengar bisikan dari jarak 100 km jika dia mau.

__ADS_1


'Baiklah' batin Fox yang melompat ke atas dan memukul meteor itu yang membuat meteor itu hancur berkeping-keping, Fox pun turun dan melompat lagi keataa dan memukuk meteor itu dengan kuat sehingga yang ada dibelakang meteor itu ikut hancur.


"Semuanya ayo ambil materialnya, yang hitam di buat senjata, dan yang merah di buat untuk generator, semangat semuanya" ucap Mia yang memberi semangat dan material-material pun berjatuhan dari atas pelindung.


"Bolehkan kami membantu ?" tanya para Kapten yang datang.


"Tentu saja, kalau begitu tolong bantu Kapten" ucap Mia sambil menunjuk Fox yang meninju meteor dengan brutal dan sedih, kasihan meteornya.


"Baiklah, semuanya naik keatas, yang mau" ucap Kapten Zelo yang melompat dan yang lainnya ada yang terbang dengan sayap dan tanpa sayap atau cuma membantu dibawah.


"Kita punya junior yang lebih kuat dari kita, ya ?" tanya Lisa yang tidak bisa apa-apa.


"Benar" jawab Theo yang merasa direndahkan.


Selesai tinju-tinjuan sama meteor....


"Kapten, kenapa yang warna putih tidak turun ?" tanya kapten lainnya yang ingin menyentuh material yang warnanya putih.


"Jangan sentuh itu"jawab Fox yang membuat para Kapten yang ingin menyentuh material putih langsung menarik kembali tangannya.


"Kenapa kita tidak boleh menyentuhnya ?" tanya Lisa yang memainkan material putih.


"Karena material itu akan meledak setelah 30 detik disentuh" jawab Fox yang mengejutkan semua orang di atas pelindung dan tiba-tiba material yang dimainkan Lisa bersinar dan meledak.


BOOM~


Ledakan keras pun terjadi karena ulah Lisa, sekarang dia menjadi gosong.

__ADS_1


"Uhuk...." setelah batuk Lisa pun terjatuh karena terkejut.


"Hey kau baik-baik saja ?" tanya Theo yang melihat Lisa terjatuh.


"Dia baik-baik saja, jangan khawatir" jawab Fox yang melihat kelangit, sebuah pedang besar berwarna putih mengarah ke markas utara.


"Merepotkan sekali" ucap Fox yang memunculkan lubang dimensi barangnya dan pedang itu pun masuk kedalam dimensi, semua senjata dewa terdapatkan dengan gratis, beruntung.


[Senjata Dewa Cahaya terdapatkan]


'Senjata dewa ? pedang putih yang besae itu ? senjata dewa kok tidak digunain dengan baik, gabungkan dengan pedangku' pikir Fox yang menyuruh Sistem menggabungkan pedang dewa itu dengan pedang miliknya.


[Proses berjalan 10 %]


[Proses berjalan 46 %]


[Proses berjalan 79%]


[Proses berjalan 100%]


[Proses berjalan dengan lancar, selamat pedang anda sudah di gabungkan]


"Sigh....Kapten Lily tolong material yang berwarna putih dijadikan bahan peledak, dan Kapten Vivi tolong selamatkan orang tadi" ucap Fox yang melepaskan pelindung dan semua orang dan di atas pelindung terjun kebawah.


"Baik" jawab Kapten Lily dan Kapten Vivi yang segera melaksanakan tugasnya.


'Siapa sebenarnya yang mengirim hadiah ini dengan gratis ?' pikir Fox sambil menatap keatas dengan tajam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2