
"Ini sketsa pesawat tempur sihir, aku ingim kalian membuatkan ini untuk Kota Serenity dalam pertempuran diudara" ucap Fox yang mengaget mereka lagi.
"Bisa saja kami buatkan, tapi bahan-bahannya kami belum ketahui" ucap Shinra yang pertama kalinya melihat pesawat tempur.
"Jika tentang bahan, akan aku carikan" ucap Fox dengan yakin.
"Lalu kertas yang itu" ucap Shinra yang melihat ada kertas lainnya.
"Ini semua adalah jenis pesawat yang ingin aku kalian buatkan" ucap Fox yang memperhatikan banyak sketsa pesawat yang beragam.
"Luarbiasa" ucap Shinra dan lainya kagum.
"Baiklah, aku akan pergi memcari bahan, kalian tolong diperhatikan kembali gambar yang aku buat" ucap Fox yang meninggalkan ruang diskusi.
"Aku tahu Kota Serenity adalah tempat yang terdapat banyak mana bahkan pohon bisa tumbuh cepat dan tambah kuat, tapi dia bisa mendapatkan kaca dan mengantikan kayu dengan beton, walaupun beton tidak menarik jadi dia melapisinya dengan kayu dan hebatnya lagi bangunan itu bertambah indah dan lebih kokoh, bahkan semua ruang dibuat begitu, termasuk tempat penempaan, dia benar-benar luar biasa" ucap Shinra yang mengingat kejadian dimana Fox yang menemukan besi, kaca, lampu, keramik, minyak goreng, kue, dll yang ada didunia modern.
"Baiklah, jika Yang Mulia ingin kita membuat ini, ayo buat" ucap Shinra yang bersemangat membuat karya yang baru.
"Ayo" ucap para penempa dan pengerajin.
Di hutan Roar, karena selalu ada suara Roar dimana-mana, jadi dinamakan Hutan Roar.
'Aku merasakan ada bahan dari aluminium dan lain-lainnya' pikir Fox yang menggunakan mata Tuhan untuk melihatnya.
"Nona Kiku, ada Yang Mulia disaan" ucap Kira wakil Kiku, Kiku itu perempuan dan Kira itu berumur 19 tahun penguna kekuatan tanah.
"Mana ?" tanya Kiku.
"Di situ tu" ucap Kira yang menunjuk Fox yang sedanh duduk ditanaman rambat yang berbetuk seperti kursi taman.
__ADS_1
"Mumpung ada Yang Mulia kita lapor aja tentang gua aneh itu" ucap Kiku yang menarik tangan Kira dan mendekat kearab Fox.
"Salam, Yang Mulia, saya ingin melapor" ucap Kiku.
"Laporan apa ?" tanya Fox yang merasakan kalau itu adalah bahan-bahannya.
"Ini tentang sebuah gua aneh yang mengeluarkan aura dingin" ucap Kiku yang menjelaskan.
"Saya jua menemukan ini" ucap Kira yang mengeluarkan sebuah batu yang berwarna perak.
"Ini aluminium" ucap Fox yang memeriksa batu itu.
"Aluminium ?" tanya mereka berdua.
"Aku tidak tahu pasti tapi aluminium itu sebuah bahan yang kuat dan tahan lama " ucap Fox menjelaskan.
"Bisakan kalian menunjukan gua itu kepadaku" ucap Fox.
Di gua aneh itu...
Di gua yang besar dengan pintu masuk yang sudah rusak, dan juga mengeluarkan aura dingin.
'Aura dinginnya memang kuat tapi yang lebih berbahaya adalah...' pikir Fox yang melemparkan batu dan setelah sampai di dekat pintu masuk langaung terpental.
"Penghalang !?" ucap mereka yang tidak menyadari termasuk Kiku.
"Kiku, kau baru tahu" ucap Fox.
"Walaupun saya seorang dewa, saya hanya dewa permainan" ucap Kiku yang seorang dewa permainan yang suka mencari kesenangan dari permainan atau game.
__ADS_1
"Hmm?" gumam Fox sambil berjalan mendekati penghalang dan menyentuhnya.
"Hancurkan" ucap Fox yanb diikuti suara pecahan.
"Wow....auranya juga tambah dingin" ucap Kiku yang sampai mengigil.
Tik
Fox menjentikan jari dan semua aura dingin hilang.
Dan terlihat banyak sekali bahan-bahan yang tak pernah di sangka.
"Ketemu" ucap Fox yang melihat-lihat gua terdapat, aluminium, baja, inti magic, patinum, berlian, aluminium cair dll.
"Yang Mulia, apa yang anda lakukan ?" tanya Kiku yang melihat tuannya yang begitu bersemangat.
"Kiku, lihat ini" ucap Fox, dan Kiku berlari kearah Fox.
"Ini...pohon magic besi, penemuan luarbiasa, batang kayu yang awet selama dan disini ada banyak, semua ambil pohon itu dan ambil biji, kita akan mengembangkan pohon ini, hahaahaa' ucap Kiku yang mengangetkan semua orang.
"Baik" jawab mereka yang segera menebang pohon magic besi itu walaupun batangnya sangat keras, namun jika di campur dengan sihir, batang itu akan terpotong.
"Terimakasih, Yang Mulia" ucap Kiku dengan senang.
"Bukan masalah, kalau begitu kau melakukan pekerjaanmu dan aku akan mengambil bahan-bahan yang aku butuhkan" ucap Fox.
"Baik" ucap Kiku yang setuju dan menuju bawahannya.
"Baiklah, dengan ini pesawat tempur akan menjadi hal nyata" ucap Fox yang langsung memasukan semua bahan-bahan itu kedalam ruang dimensinya.
__ADS_1
Bersambung