Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 13


__ADS_3

Sang pemilik seperti terlihat kurus dan tak terawat. Tatapan yang kosong sambil berjalan sempoyang, dan seperti meminta bantuan untuk membantunya.


Memiliki aura gelap yang sangat hitam seperti memiliki kebencian yang mendalam.


"Hallo ?" ucap Fox tiba-tiba ada didepan sang pemilik aura.


"Huwaa" kejut sang pemilik.


"Jangan takut, aku hanya ingin membantumu" ucap Fox sambil mengulurkan tangan.


Tanpa pikir panjang sang pemilik seperti menemukan harapan, namun langsung terbuyarkan oleh masa lalu yang suram.


"Tidak apa-apa" ucap Fox untuk menyakinkan sang pemilik.


Namun sang pemilik masih ragu-ragu untuk menerima uluran tangan Fox.


"Tenang saja" ucap Fox sambil menyentuh kepala sang pemilik dengan hangat.


Tes Tes Tes


Sang pemilik pun menitikkan airmata karena tak ada seorapun yang mau melakukan itu kepadanya, dengan cepat sang pemilik itu menjabat tangan Fox dan mulai menangis keras dalam pelukan Fox yang hangat, untuk tidak membuat kebisingkan Fox berpindah ketempat yang damai.


-Cerita tentang sang pemilik-


Pada suatu yang hari disebuah tempat perdagangan, seorang anak kecil dengan rambut hitam dan warna hitam yang sering disebut anak pembawa sial disuir oleh keluarga karena membawakan kesialan.


Dia sedang duduk didekat tempat sampah karena tidak ada yang menerimanya, tiba-tiba seorang wanita cantik yang seperti seorang bangsawaan kelas atas.

__ADS_1


"Maukah kau ikut bersamaku ?" tanya wanita itu kenapa anak kecil.


"Pergi, jika kau berada didekatku kau akan ikut sial seperti ku" usir anak kecil.


"Tidak akan, ikutlah kepadaku" ucap wanita dengan yakin dan memberi uluran tangan dengan senyum hangat.


"Baiklah" ucapnya dengan malu.


Sejak saat itu kehidupan anak itu memiliki kehidupan baru dan indah, namun ada bahaya yang menanti.


Disuatu hari dimana bahaya itu datang.


"Kakak, ikut aku, yuk" tanya sang adik, anak dari wanita yang memungut.


"Kemana ?" tanya anak itu yang sudah terlihat sudah dewasa dan berwibawa.


"Kamu kan bisa sendiri, kakak masih punya pekerjaan untuk dikerjakan" ucap anak itu menolak dan sudah merasa firasat untuk tidak meninggalkan rumah.


_'Keras kepala sekali'_ batin sang adik .


"Tapi aku ingin bersama kakak, boleh tidak ?" ucap sang adik dwngan tersenyum paksa.


"Baiklah" ucap sang kakak.


"Ayo"


Setelah berjam-jam ditaman yang indah, firasat sang kakak semakin mendalam.

__ADS_1


"aku harus kembali" ucap sang kakak.


_'Apa ?'_ pikir sang adik.


_'Jika dia kembali kerumah rencana untuk membunuh wanita itu akan sia-sia'_ pikir sang adik.


"Kakak temani aku lebih lama lagi" ucap sang adik yang meminta untuk jangan pergi.


"Tapi aku harus kembali, maaf" ucap sang kakak sambil berlari kerumah, karena rumahnya tidak jauh dari taman.


"tidak kakak jangan kesana" teriak sang aku namun diabaikan.


"Sial, aku harus menyusl" ucap sang adik yang menyusul kakaknya.


_'Ada apa ini ? kenapa dada sesak sekali, ibu'_


Saat sudah berada didepan pintu, anak itu mendengar suara bacokkan diarah dalam rumahnya.


Karena tidak tahu harus bagaimana, anak itu mendorong pintu dengan cepat, dan terlihat seorang laki-laki yang membawa pedang yang berlumuran darah dan seorang wanita yang sudah tak bernyawa dengan berlumuran darah.


"IBU" teriak anak itu menuju seorang wanita yang sudah mati.


_'Kenapa, kenapa ada anak ini, apa dia tidak berhasil'_ pikir sang pembunuh yang ternyata kakak dari sang anak.


"Hah...hah....ha...sial anak itu cepat sekali larinya" ucap sang adik yang tertinggal


"Apa yang kau lakukan, kakak" teriak sang anak.

__ADS_1


'BAERSAMBUNG'


__ADS_2