
"Cih..." decak kesal kapten itu yang masih tak terima.
2 hari berikutnya....
Pesawat yang mengantar para pasukan dan kapten yang ditugaskan diutara sudah mendarat, ada yang senang, biasa saja, tenang, takut, marah, jengkel.
"Sudah sampai" ucap kapten yang masih bisa bertahan hidup oleh serangan monster.
'Seperti yang dirumorkan' batin Fox yang sudah berpakaian kapten dengan jubah dibelakangnya dan seragam kapten berwarna putih yang melihat pemandangan di utara.
'Di bawah tanah ada sarang monster, apa mereka tidak bisa merasanya, atau peralatannya kurang, sudah ada yang didekat benteng, bentengnya juga sudah rapuh, markasnya sendiri sudah rusak, apa tenaga kerja disini kurang ?' pikir Fox yang melihat-lihat ke segala arah.
"Hey, Kapten Fox cepat ikut berbaris" panggil kapten Zelo, kapten para knight yang melihat hanya diam. Namun Fox mengabaikannya.
"Ada apa sih dengannya ?" tanya Kapten Vivi, kapten para penyembuh yang merasa ada yang aneh.
"Biarku urus dia" jawab kapten Jack, kapten para kesatria dengan badan besar yang ingin mendekat ke Fox namun dihalangi Kapten Lily, kapten para penyihir yang merasa kalau Foz sedang melihat sesuatu.
"Minggir" ucap Kapten Jack yang melihat di halangi.
"Tunggu, dia sepertinya melihat sesuatu" ucap Kapten Lily yang juga merasakannya.
"Mia" panggil Fox siap bertempur.
"Baik" jawab Mia yang berubah menjadi raja ayasaki, kucing besar.
RRRROOOAAAAAARRRRRRR.....
Mia mengaum dengan keras sampai mereka muncul, semua orang yang disana menutup telinga.
"Cukup" ucap Fox dan Mia berhenti mengaum dan monster yang ditanah dan mengarah kemarkas.
"Banyak sekali, apa yang kau lakukan ?" tanya kapten Draku, kapten bagian pengawasan yang terkejut melihat banyak monster yang mengarah kemarkas.
"Para kapten siapkan pasukan kalian, kita akan bertempur, Mia siapkan pasukan" perintah Fox dengan tegas, sifat kemimpinannya kembali, setelah sekian lama tidak memerintah.
"Jangan dibantah" ucap Fox yang melirik dengan tajam dan langsung terjun kemedan perang.
__ADS_1
"Kenapa dia yang memerintah, siapkan pasukan, cepat" perintah Kapten Zelo yang merasa kalah oleh Fox.
Semua kapten dan pasuka siap tempur dan terjun kemedan perang.
Wush....
Duar..Duar...
Pertempuran mereka sangat menegangkan dan Fox mencakar lawan dengan cepat.
"Apa dia manusia ?" tanya para kapten yang melihat Fox yang membunuh banyak monster di batas bayangan mereka.
"Tenanglah, Kapten masih manusia" jawab Mia dalam wujud kucing besarnya.
"Kau sendiri, beast skin atau apa ?" tanya Kapten Mery seorang wanita beast skin singa, kapten para beast skin.
"Aku ini ayasaki, tapi juga bisa jadi beast skin" jawab Mia sambil menyemburkan nafas api biru.
Tiba-tiba tanah bergetar dan dari tanah muncul sosok orge besar yang membawa kapak.
"Kenapa dia hanya orge besar saja ?" tanya Kapten Zelo yang ada didalam knight berwarna merah yang meremehkan orge itu, tiba-tiba orge itu berpindah dan dan menyerang.
Untungnya Fox berhasil menangkis dan membuat orge itu jatuh.
"Dia adalah raja orge, jangan meremehkannya, lebih baik kau urus pasukan mu" ucap Fox sambil menunjuk knight yang bermasalah.
"Iya iya" jawab Kapten Zelo yang tidak bisa menolak.
"Ternyata kau bisa menangkis seragamku" ucap raja orge itu yang meyerang Fox.
Fox mengayunkan cakarnya kesamping yang menimbulakan seragang angin yang membelah raja orge itu.
"Selesai" ucap Fox yang berhasil mengalahkan raja orge.
"KAPTEN KAU MEMBELAH INTINYA" teriak Mia karena jaraknya jauh.
"Apa ?" tanya Fox yang naik keatas tubuh orge itu dan terlihat intinya ikut terbelah.
__ADS_1
"Sepertinya aku membuat kesalahan" ucap Fox yang berkeringat dingin, inti itu akan digunakan untuk memperbaiki markas.
"Apa dia baik-baik saja ?" tanya Vivi yang merasa ada yang aneh dengan Fox.
"Kapten tidak sengaja membelah inti raja orge" jawab Mia yang merasa khawatir kalau Fox akan despresi.
'Oh ya ampun' batin Fox yang turun dan berjalan menjauhi mayat orge itu.
Karena kekalahan raja orge, para monster melemah dan segera dikalahkan.
Selesai pertarungan.....
"Kapten Herly, ini" ucap Fox yang memberi sebuah gulungan kertaa cetak biru.
"Ini.....Kapten Fox, siapa sebenarnya kau ?" tanya Kapten Herly, kapten bagian pembangunan, yang terkejut karena melihat sketsa milik Fox yang rinci.
"Belum saatnya kalian tahu" jawab Fox yang tidak ingin memberi tahu siapa dirinya dan pergi ke tempat Kapten Hana, kapten para penempa.
"Kapten Hana, ini tolong dibuatkan" pinta Fox yang memberikan rancangan senjatanya dan Kapten Hana melihatnya dan senang karena akan membuat sesuatu yang baru.
"Mia" panggil Fox yang merencanakan saja.
"Baik, Semuanya tolong berbaris dulu, Kapten Fox ingin memberitahu sesuatu kepada kalian semua" ucap Mia yang menyuruh mereka berbaris dan mereka menurutinya.
"Maaf jika ini egois, aku akan memimpin markas ini, jika ada yang yidak sejutu kalian angkat tangan" ucap Fox yang tidak keberatan jika ditolak, namun tidak ada yang mengangkat tanga.
"Kami semuanya setuju, jika kau yang memimpin, saat kau memerintah kami, kau terlihat seperti raja yang bijaksana" jawab Kapten Lily yang bisa merasakan aura kemimpinan Fox.
'Jangan-jangan......sistem' pikir Fox merasakan ada yang aneh dengan auranya.
[Menjawab : Aura Anda masih disegel dengan ketat, mungkin itu aura yang baru]
"Baiklah, terimakasih atas perhatiannya" ucap Fox dengan rasa terimakasih.
"Kalau begitu......"
Bersambung
__ADS_1