Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 32


__ADS_3

Penebangan dan pengambilan itu di kerjakan sampai sore.


"Ketau, pohonnya sudah ditebang semua" ucap kapten bagian penebangan.


"Ketua, semua biji sudah dikumpulkan" ucap kapten bagian penanaman.


"Baiklah, ayo kita pulang" ucap Kiku dengam senang karena penebanban berjalan dengan baik.


"Yang Mulia, kami akan kembali dulu" ucap Kiku.


"Ya, hati-hati" ucap Fox yang kembali masuk kegua.


Malam harinya...


"Fu....selesai, saatnya kem-"


Wush....


"Aura dingin ini lagi" ucap Fox yang selalu merasakan ledakan aura dingin, karena penasaran, Fox mengikuti aura itu berasal. Namun terhentikan karena ada sebuah tembok dengan penghalang yang kuat.


"Penghalang lagi !?" ucap Fox sambil menyentuk tembok dingin itu.


"Hancurkan" ucap Fox.


Boom...


Tembok itu hamcur dan puing-puingnya berterbang tanpa arah dan asappun mulai hilang dan hilanh beneran.


"Naga !?" tanya Fox kepada dirinya sendiri yang melihat naga yang berwara perak yang sedang tertidur.


"Keras" ucap Fox yang mengetuk-ketukan tangannya ketubuh naga.


"Apa dia sedang berhibernasi ?" tanya Fox yang melihat mata naga itu tertutup.


"Daripada itu, banyak bahan-bahan disini" ucap Fox yang mengambil semuanya.


Keesokan harinya...


"Yang Mulia, sepertinya sedang ada keperluan diluar" ucap Khitan yang melihat ruang kerja Fox yang tidak ada Foxnya disana.


Di Gua aneh itu...


Fox sudah mengambil semuanya dan ingin pergi.


"Grrrr"

__ADS_1


"Apa dia bangun ?" tanya Fox yang melihat naga itu terbangun dan melihatnya.


"Pagi" sapa Fox, kan tidak baik tidak menyapa.


"APA YANG KAU LAKUKAN DI GUA ?" tanya Naga itu dengan keras.


"Karna aku ingin harta di gua ini" jawab Fox.


"Harta ? maksudmu kekumpulan sampah itu, itu terserah" ucap Naga yang mengira Fox akan menbunuhnya.


"Baiklah terimakasih, tapi harta disini sudah habis, aku akan kembali, jika tidak Khitan akan menumpuk pekerjaanku" ucap Fox yang membungkuk dan pergi.


"Tunggu, kau akan pergi begitu saja ?" tanya Naga itu.


"Iya, kenapa ? Apa kau kesepian ?" tanya balik Fox.


"Huft....jujur saja aku memang kesepian, aku hidup ribuan tahun" ucap Naga itu dengan sedih.


"Baikla ikut aku, tapi bisakah kau berubah menjadi manusi dulu" pinta Fox yang jika dia membawa naga besar, pasti para warga akan takut.


Buum...~


"Sudah, ayo pergi" ucap Naga itu yang berubah seperti orang perempuan dewasa yang berumur 27 tahun yang berambut perak dengan mata hijau.


"Kila" ucap Kila.


"Baiklah ikut aku" ucap Fox sambil berjalan menuju Kota.


Sesampainya di kota Serenity yang ramai.


"Baiklah ini uang jika kau ingin membeli sesuatu, aku pergi dulu" ucap Fox yang memberikan Kila sekantong emas dan langsung pergi.


"Eh tunggu..."


"Baiklah jika begitu, aku akan menerimanya" ucap Kila yang mengelilingi, memberi, bersenang-senang dan mendapatkan banyak teman.


"Jadi ini yang dirasakan dengan bahagia" ucap Kila dengan senang.


"Hey, kalian tunggu" ucap Lilua yang mengejarkan anak-anak.


"Aduh.....huwa...sakit....huwaaa..." ucap anak laki-laki yang terjatuh.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Lilua yang berusaha menenangkan anak itu.


"Bisa saya bantu" ucap Kila yang sebenarnya menyukai anak-anak.

__ADS_1


'Naga' "Tentu saja, terimakasih" jawab Lilua dengan senang hari.


Ting Tong Ting Tong


"Waktunya makan siang, ayo kita pulang" ajak Lilua yang medengar lonceng berbunyi.


"Makan siang" ucap anak-anak dengan senang.


"Ano...bolehkan aku ikut, aku juga ingin merawat mereka" ucap Kila dengan percaya diri.


"Boleh saja, tapi kamu harua menjadi pendeta, mau ?" tanya Lilua.


"Pendeta ? tentu saja aku akan berusaha keras" ucap Kila yang yakin.


"Baiklah, kau Naga yang baik" ucap Lilua dengan senang.


"Terimakasih, eh ? bagaimana kau tahu kalau aku seekor Naga ?" tanya Kila dengan khawatir jika menakuti anak-anak.


"Kila, kau seekor Naga, hebat bisa terbang" ucap anak yang senang.


"Eh ? kalian tidak takut ?" tanya Kila yang bingung.


"Kila tidak menakutkan, kok" jawab anak perempuan.


"Benar, Kila tidak menakutkan" ucap mereka yang membela Kila.


"Hahaha terimakasih, ya. Karena kalian tidak takut kepadaku" ucap Kila dengam terharu.


"Oh ya, Lilua kamu siapa sebenarnya ?" tanya Kila dengan penasaran karena dia bisa tahu kalau dirinya seekor naga.


"Hanya seorang Sage pemula" ucap Lilua yang mengejutkan Kila.


"Apa ? Sage ?" tanya Kila yang tidak percaya.


"Tenang saja, di Kota Serenity ada yang lebih kuat dari aku" ucap Lilua sambil melihat bangunan walikota.


"Baiklah ini sudah siang, ayo pergi makan" ucap Lilua.


Mereka pun kembali kePanti Asuhan Chiligem.


Sedangkan Fox...


"Terlalu banyak pekerjaan, seseorang tolong aku" ucap Fox yang Frustasi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2