
Di Alun-alun kota sudah ada banyak orang-orang yang terluka berkumpul.
"Sudah" ucap Lilua yang menyembuhkan luka dalam.
"Hah...lelah sekali" ucap Shiroumaru, Azura, dan Zack.
"Hey, kalian. Ini hampir selesai, cepat lanjutkan" ucap Zeon yang menceramahi 3 orang itu.
Pengobatan pun selesai sampai sore hari.
"Terimakasih atas bantuannya" ucap warga yang sangat bersyukur.
"Baiklah kita akan membangun rumah yang lebih baik" ucap Fox yang memimpin pembangunan ulang Kota.
Beberapa bulan kemudian, Kota itu bernama Kota Serenity yang berarti ketenangan, kota itu damai, indah, asri dan tenang.
Saat Fox sedang duduk ditaman Kota.
"Eh itu bukannya Yang Mulia, Bu ?" tanya anak kecil itu kepada bu guru sekolah.
"Benar, mau kesana" ajak Bu guru yang juga ingin menemui walikota.
"Mau, mau" jawab anak-anak itu dengan senang.
"Baiklah, ayo kesana" ucap Bu guru ith berjalan mendelat ke Fox.
"Yang Mulia, Pagi" sapa anak-anak itu yang mendekat ke arah Fox.
"Pagi" jawab Fox.
"Selamat pagi, Walikota" sapa buguru.
"Pagi" sapa balik Fox.
Merekapun berbincang-bincang dan bermain bersama sampai siang.
"Ini sudah siang ayo kembali, ucapkan terimakasih kepada, Yang Mulia" ucap Bu guru.
__ADS_1
"Terimakasih, Yang Mulia" ucap anak-anak itu dan pergi dan melambaikan tangannya.
"Sama-sama" balas Fox yang juga melambaikan tangannya.
"Sudah siang, sebaiknya aku kembali, dan mengerjakan tugasku yang belum kelar" ucap Fox yang pergi menghilangl
Di dalam ruang kerja Fox, sedang mengerjakan tumpukan dokumen.
"Sepertinya bakal lama ini" ucap Fox yang lelah.
Keesokan harinya...
"Selesai" ucap Fox yang baru selesai.
Tok Tok Tok
"Masuk" ucap Fox.
"Yang Mulia, Ada dokumen yang harus di kerjakan" ucap Khitan yang dulunya walikota sekarang hanya menjadi wakil Fox, sekarang dia pria tua yang gagah yang cocok untuk menjadi walikota, tapi dia menolak.
"Yang Mulia" ucap Khitan yang menaruh setumpuk dokumen dimeja.
"Saya sudah menemukan orang-orang yang bisa membantu pekerja anda, walaupun masih kurang" ucap Khitan.
"Tidak apa-apa, pekerjaanku juga berkurang setengah, terimakasih ya, Khitan" ucap Fox yang melihat dokumen pertama.
"Ini sudah tugas saya sebagai wakil, saya akan undur diri" ucap Khitan yang membungkuk dan pergi meninggalkan ruang kerja Tuannya.
"Huft....ayo cepat selesaikan ini" ucap Fox yang mengerjakan tugas dengan cepat.
Sedangkan yang lainnya...
Shiroumaru yang diberi tugas untuk melatih kesatria-kesatria yang tidak bisa menggunakan sihir.
Azura sedang memberi pelatiha kepada kesatria sihir.
Kitty yang mengajari beast skin lainnya bagaimana cara bertarung ala beast skin bersama dengan Phante dan Kuma.
__ADS_1
Sally yang bertugas menjadi guru Academy Paraside di Kota Serenity.
Haru dan Hiruka juga bertugas menjadi guru di Academy Paradise.
Zeon bertugas menangani keuangan Kota Serenity, karena di pintar menghitung.
Zack dan Zen bertugas sebagai Kapten penyerangan wilayah musuh.
Kiku bertugas untuk membangun rumah, gedung, dll, tapi jika tidak ada kerjaan membangun Kiku akan ikut menjadi guru di Academy Paraside.
Lilua yang ingin Kiku membangun sebuah panti asuhan untuk anak-anak yatimpiatu dan bertugas sebagai pengasuh disana.
Ding Dong Ding Dong...
Waktu siangpun datang Fox yang sedang mengerjakan sesuai yang sangat penting.
"Sudah siap, aku akan pergi ketempat penempaan" ucap Fox yang menggulung kertas gambarnya dan pergi ke tempat penempaan.
Di tempat penempaan.
'Skill yang luarbiasa' batin Fox yang melihat ketrampilan para pengrajin dan penempa.
"Oh itu Yang Mulia" ucap salah penempa.
"Benar, Beliau sedang apa di tempat begini ?" tanya teman pengrajinnya.
"Entahlah, Beliau seperti sedang membutuhkan sesuatu" jawab penema itu.
"Yang Mulia, ada gerangan apa yang membuat anda kesini ?" tanya penempa itu.
"Tentang proyek baru" ucap Fox yang memperlihatkan gulungan kertas cetak biru.
"Proyek baru ? Kalau begitu kita bicarakan di dalam" ucap Shinra yang memimpin tempat penempaan.
Fox hanya mengangkukkan kepalanya.
Di tempat diskusi sebuah meja luas dan lebar, Fox membuka kertasnya dan terlihat sketsa yang luarbiasa dan rinci.
__ADS_1
"Ini...." ucap Shinra dan lainnyang melihat sketsa Fox.
Bersambung