Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?

Aku Bereinkarnasi Menjadi Rubah...?
Chapter 14


__ADS_3

"Lebih baik kau mati" ucap sang kakak dari sang anak yang mengayunkan pedangnya tepat dibagian leher.


Sang anak yang menyilangkan tangan, namun bukan itu yang terjadi....


Tiba-tiba sang anak mengeluarkan kuku hitam yang tajam dan panjang dan menusuk tepat dijantung sang kakak.


DRESS


Darah pun sudah menjadi hujan untuk sang anak, sang kakak yang masih tertancam dikuku sang anak.


"Apa in-" ucapannya berhenti karena tiba-tiba pandangannya menjadi gelap.


Dia tidak tahu ada dimana, yang diingat adalah dia melihat kakaknya membunuh ibunya.


"Apa yang terjadi, dimana kakak ?" ucap anak itu yang tidak tau apa-apa karena yang dia lihat adalah tanah kosong.


Anak itu mencoba menanyakannya kepada orang yang berada dikota, namun saat dia berjalan semua orang membuat raut muka takut, karena ada rumor bahkan keluarga Duke besar hancur dan rata dengan tanah.


Tapi kenapa orang yang melihatnya seperti melihat monster ?


Anak itu terus berusaha menanyakan, namun saat anak itu mendekat orang-orang yang disekitarnya berlari ketakutan, namun..


"Permisi" ucap anak itu karena ada orang yang sedang membeserkan barangnya dan tidak melihat orang yang berbicara.


"Iya-"

__ADS_1


"AAAA PERGI KAU DARI SINI DASAR ANAK PEMBAWA SIAL" teriak sang pendagang sambil melepar-lemparkan dagangnya kearah sang anak.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" tanya sang anak sambil berlari kearah gang.


Setelah menulusuri dan mencari info-info yang beredar bahwa keluarga barunya sudah munsah oleh serangan monster dan beranggap bahwa yang memusnahkannya adalah sang anak, karena sang anak yang selamat.


Kehidupan yang dulu pun kembali, dia semakin dibenci oleh masyarakat, dan bahkan ada yang berusaha membunuhnya, tapi tidak tahu kenapa dia mati.


Dan anak itu juga sudah mengetahui bahwa kekuatannyalah menbunuh dan memusnahkan Keluarga Duke Besar. Anak itu semakin terjerat oleh kegelapan yang sungguh mendalam.


Dimalam hari, saat dia sudah berada dimana dia akan mati dan tidak ada seorangpun yang akan menolongnya, namun....


"Hallo"


Sebuah kata yang terucap dari seorang anak kecil yang imut dengan muka dingin dan sebahian wajahnya yang bagian kiri tertutup oleh sebuah topeng rubah.


_'Darimana anak ini muncul ?'_


"Jangan takut, aku hanya ingin membantumu" ucap anak imut itu sambil mengulurkan tangan kecilnya.


Anak itu seperti menemukan harapan, namun terbuyarkan karena dia tidak pantas dan masih mengingat masa lalu.


"Tidak apa-apa" ucap anak kecil itu yang berusaha menyakinkannya.


Namun, anak itu masih ragu untuk menerima uluran anak kecil ini.

__ADS_1


_'Apa aku harus menerimanya, jika aku menerimanya apa aku akan seperti yamg dulu ?'_


"Tenang saja" ucap anak kecil itu dengan menyentuh kepalanya sedang sangat hangat dan lembut, lebih hangat daripada ibu.


_'Hangat sekali, bahkan lebih hangat daripada ibu angkatku'_


Tes Tes Tes


_'Eh kenapa ?'_


Anak itu itupun berjalan dan memeluk erat anak kecil itu, anak kecil itu pun membalasnya dengan memeluknya juga.


_'Kenapa, kenapa aku menangis ?'_


-Cerita sang pemilik pun tamat-


Fox sekarang sedang berada didalma gua jura, ditempat yang terang dengan banyak bijih magic dan pohon yang rindang dengan banyak buah serta kolam air minum yang besar.


"hhhhhhhuuuuuuuuwwwwwwwwaaaaaaaaa" tangisan anak itu semakin menjadi setelah Fox memeluknya.


Namun Fox membiarkannya dan mengelus-elus kepalanya dan diapun tertidur.


"Masa lalu yang buruk" ucap dingin Fox yang imut.


Fox terus mengelus-elus kepala sang pemilik yang sedang tertidur pulas dalam pelukannya.

__ADS_1


'BERSAMBUNG'


__ADS_2