
NATASYA ANJANI wanita cantik yang selalu terlihat tegar dan tampil ceria di depan orang. Bukan karena dia berprofesi sebagai model catwalk yang dituntut untuk selalu tersenyum saat bekerja walau dalam masalah sekalipun, tapi karena kisah cinta yang dijalinnya bertahun tahun dengan seorang pelaut yang mengajarkannya untuk bisa bersabar.
ADRIAN BAGASKARA seorang pelaut sukses dan mapan yang sangat mencintai Nastasya, tapi mempunyai sifat tempramen dan egois.
DEWI IRYANI sosok wanita masakini yang dinikahi oleh adrian dalam keadaan emosi.
-----------------‐-
Kota Xx tiba tiba di guyur hujan yang cukup lebat, bahkan disertai suara petir yang berkali kali terdengar menggelegar membuat Natasya tersentak dan terbangun dari tidurnya.
Ditatapnya jam dinding besar yang menghiasi sudut ruang tamu dirumahnya dan jam sudah menunjukkan pukul sebelas siang, tubuhnya bergetar hebat ia kembali menagis diatas sajadah yang sudah sejak semalam menemaninya.
Masih terngiang ngiang jelas kata kata Arya soal acara hijab qabul jam sebelas siang hari ini, itu artinya saat ini Adrian sedang mengucap janji pernikahan itu lagi, " Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan. hatiku benar benar sakit " gumamnya dengan air bening yang terus membasahi mata sembabnya.
Sejak mendengar berita itu dari beberapa temannya tadi malam bahwa hari ini Andrian akan menikah, tak ada lagi yang bisa Natasya lakukan selain menangis dan menagis sampai ia tertidur setelah melaksanakan Sholat subuh.
Terpuruk dan sangat terpukul seluruh tubuhnya lemas tak berdaya, fikirannya dipenuhi bayangan kebahagiaan pesta yang sedang berlangsung di atas penderitaannya.
Sedikit pun ia tak menyangka kalau laki laki yang selama ini menyayanginya dan memintanya menjadi rumah tempat untuk pulang, hari ini dengan teganya menyiapkan rumah baru tanpa menghiraukan perasaannya.
" Ya Tuhan, tolong hamba..tolong kuatkan hati ini agar bisa ikhlas "
__ADS_1
" Ya Allah Ya Tuhanku, jika memang dia tak bisa selamanya bersamaku hamba mohon angkat rasa sakit dihati ini.."
" Hamba mohon Ya Allah..hamba mohon.."
Sembari bersimpuh bibir mungilnya itu terus menyebut dan memohon pada Sang khaliq, ratapan ratapan pilu yang terdengar menyayat hati seakan menggetarkan langit.
Hujan yang semakin deras diluar sana seakan ikut merasakan kepiluan hati yang dirasakan Natasya saat ini dan suara petir yang berulang ulang kali terdengar ditengah teriknya matahari siang ini seakan menjadi saksi kehancuran seorang Natasya Anjani.
Andrian nampak gagah dengan balutan pakaian pengantinnya, senyumnya yang begitu khas dengan lesung pipi menghiasi wajah tampannya.
Namun tak ada yang tau apa yang di rasakan Adrian saat ini, fikirannya terus melayang pada sosok wanita yang sudah beberapa tahun mendampinginya dan kini menjadi orang yang paling di bencinya,
" Natasya Anjani " nama yang terus berputar putar didalam kepala Adrian.
Tak mau ambil resiko, salah seorang dari pihak mempelai wanita menyodorkan kertas dan berbisik meminta Adrian membaca saja kalimat hijab qabul dikertas itu, " Saya terima nikah dan kawinnya Dewi Iryani dengan mas kawin satu set perhiasan seberat 50gram dibayar tunai.." Dan akhirnya hijab qabul itu pun lancar dengan satu kali bacaan.
" Sah..sah..sahh " para saksi pun berucap.
Acara pun berlanjut dengan resepsi, para tamu terlihat mengagumi pasangan pengantin baru Adrian dan Dewi yang bak raja dan ratu yang kini duduk bersanding dipelaminan.
" Mereka berdua sangat serasi ya? " bisik seorang ibu ibu pada ibu ibu lain
__ADS_1
" Iya serasi sih, tapi coba perhatiin penganten laki tuh..kok kayak ngak focus gitu ya? " timpal ibu ibu lain lagi
Adrian mengusap kasar wajahnya yang terus berkeringat, duduknya tak bisa tenang. dibenaknya terlintas bayangan Natasya sedang menangis, " Hmm Ada apa denganku, kenapa sejak tadi fikiranku malah ke wanita itu? "
" Apa yang dia lakukan saat ini?, apa dia bersedih?, ahh aku benar benar sangat merindukannya saat ini? " Gumam Adrian dalam hati.
Perang batin yang sangat hebat pun terjadi didiri Adrian, dan membuatnya begitu gelisah hingga tidak menikmati pesta pernikahannya yang begitu meriah.
Sampai pesta usai dan tamu tamu sudah pada pulang Adrian masih terlihat tidak focus, " Mas Adrian mau makan? " Ucap wanita bernama Dewi yang kini berstatus istri Adrian.
" Mas..mas Adrian.." Wanita itu menepuk lengan laki laki yang duduk melamun disampingnya.
" Apa, iya ada apa? " Adrian tersentak kaget
" Mas Adrian kenapa sih? Sejak tadi ngak focus? " Dewi dengan nada suaranya yang mulai kesal
" Ngak, aku focus kok..kata siapa ngak focus? " Adrian asal menjawab
" Sudahlah.." Dewi berdiri dan meninggalkan Adrian yang masih duduk betah tanpa ekspresi disinggasananya.
__ADS_1
BERSAMBUNG