AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
BALIK KE KOTA


__ADS_3

" Sayang ayo bangun " ini kali ke dua Adrian membangunkan istrinya.


" Iya.." jawab Natasya dengan mata yang masih tertutup rapat.


Mendengar jawaban istrinya Adrian pun bangkit dan berjalan ke kamar mandi, berselang 10 menit ritual mandinya pun selesai. Saat keluar dari kamar mandi matanyalangsung tertuju ke arah tempat tidur dimana Natasya masih meringkuk didalam selimut, ia pun menggeleng gelengkan kepala lalu melangkah menghampiri dan duduk disamping istrinya itu, " honey bunny sweety ku yang cantik, yang baik, ayo bangun.." ucap Adrian sambil membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh Natasya.


" Ini masih terlalu pagi sayang " ucap Natasya dengan suara serak, lalu berbalik memunggungi Adrian sambil kembali menarik selimut dan menutupi tubuhnya lagi.


" Bangun ngak? ayo mau bangun ngak nih? " bisik Adrian sambil menggigit kecil telinga istrinya itu, ia pun langsung menarik istrinya ke dalam kungkungannya, sebelah tangannya menaham bobot tubuhnya agar tidak menindih Natasya dan tangan sebelahnya lagi mulai bergerak masuk ke dalam selimut senada dengan ucapannya.


" Ih apaan sih sayang? ganggu aja deh " ucap Natasya melotot, seketika itu juga rasa kantuknya langsung hilang.


" Makanya cepat bangun atau..." ucap Adrian menaik turunkan alisnya dengan ekspresi menggoda.


" Udah ah, ini juga udah bangun..dasar suami mesum " Natasya mendorong tubuh suaminya kesamping dan ia pun langsung duduk sembari mengumpulkan kesadarannya. Dilihatnya Adrian yang kini berbaring di sampingnya dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi batas perut hingga lutut, " Sana..buruan pakai baju, cuaca dingin gini entar abang masuk angin loh " ucapnya


Adrian tersenyum sejenak menatap lekat wajah imut istrinya, " Sayang, kamu mandi dan segera siap siap..hari ini kita balik ke kota "


" Hah? kenapa sayang? jangan bilang ini gara gara masalah kemaren itu? aku ngak kenapa napa dan ngak marah pada ibu kok " Natasya merasa tidak enak.


" Ngak kok, kita pulang bukan karena masalah itu, melainkan karena aku sudah dapat panggilan kerja semalam " Adrian menjelaskan.


" Beneran sayang? " Natasya tak tahu mengekspresikan perasaannya, entah ia harus senang karena akan pergi dari tempat ini atau sedih karena sebentar lagi harus berpisah dengan suaminya.


" Iya sayang.. dikota kita cuma mampir sebentar ngambil dokumenku, lalu kita lanjut ke kota J..Makanya buruan siap siap " ucap Adrian menjelaskan panjang lebar.


" Okey sayang, kalau gitu aku mandi dulu ya " Natasya langsung berlari ke kamar mandi.


*


Setelah berpakaian Adrian pun keluar kamar, " Mbak Narti, tolong siapin sarapan buat saya dan istri saya ya.." Adrian menghampiri mbak Narti yang sibuk beres beres diruang tamu.


" Baik pak " jawab mbak Narti, bergegas ke dapur.


Adrian pun menuju ruang keluarga mencari orang tuanya, " Pagi pagi gini sudah rapi kamu dek, mau kemana? " tanya Nini kakak Adrian yang sedang menonton tv.

__ADS_1


" Ibu sama ayah kemana? hari ini aku mau balik ke kota " ucap Adrian.


Nini langsung menatap adiknya, " Lah kok buru buru? apa istrimu ngak betah karena sikap ibu kemaren? " lagi lagi pertanyaan dibalas pertanyaan.


" Jangan berkesimpulan begitu kak, Tasya itu orangnya ngak dendaman. Kami balik juga karena aku sudah ada panggilan kerja " Adrian mencoba menjelaskan baik baik pada kakaknya.


" Yah syukurlah kalau sudah ada panggilan, biar ibu sama ayah ada yang bantu bantu soal biaya sekolah si yuda dan Ari..ingat loh dek " Nini seakan menekankan.


Adrian yang tau maksud kakaknya itu jadi malas, " Hmm belum juga kerja kak " gumamnya pelan, namun masih terdengar oleh Nini.


" Iya belum, tapi takutnya kamu lupa sama orang tua kalau sudah pegang uang banyak. Kakak kasih tau ya jangan mau kalau gajimu dipegang istrimu " ucap Nini sedikit meninggi.


" Sudahlah kak, Oiya ibu sama ayah kemana? " ucap Adrian mengalihkan.


" Mereka pergi ke desa sebelah menghadiri undangan teman ayah, paling juga siang sudah pulang " jawab Nini.


" Baiklah kak, kalau gitu aku sarapan dulu. Eh kakak sudah sarapan? ayo bareng bareng " ajak Adrian.


" Duluan aja, kakak lagi nanggung ini " ucap Nini yang lagi asik nonton sinetron.


Adrian pun bergegas memanggil istrinya dikamar, " Baru juga mau dipanggil sudah datang duluan, ayo sayang kita sarapan dulu " ucap Adrian saat berpapasan dengan istrinya di depan kamar.


" Hmmm " jawab Nini singkat.


" Ayo sayang, biarin aja " Adrian menarik tangan istrinya dengan cepat.


**


Siang hari Adrian dan Natasya sudah bersiap siap untuk berangkat, segala barang bawaannya sudah diberada didepan rumah.


" Ibu sama ayah kok belum juga pulang ya? " ucap Adrian gelisah sambil sesekali melirik jam dipergelangan tangannya.


" Kenapa ngak ditelpon aja bang? " usul Natasya.


" Iya ya, kok aku ngak kefikiran dari tadi " Adrian menepuk jidatnya.

__ADS_1


" Drekkk drekkk drekkk " panggilan keluar.


📞 : " Hallo ayah, aku mau pamit balik hari ini "


📞 : " -------------------- "


📞 : " Aku harus berangkat ke kota J, selamam ada panggilan kerja yah "


Adrianpun menjelaskan pada ke dua orang tuanya khususnya pada ayahnya soal tawaran kerja, juga soal rencananya untuk berkunjung ke rumah mertuanya, tak lupa ia pun membahas soal mbak Narti dan mbak Nuni yang sementara dititipnya untuk dipekerjakan dirumah itu sampai ia memiliki kediaman tetap. Dan akhirnya sebelum sambungan telepon terputus Adrian meminta restu serta doa agar semuanya bisa berjalan lancar.


****


Setelah pamit pada semuanya Adrian dan Natasya pun berangkat menuju terminal. Tak menunggu lama, bus antar kota yang mereka tumpangi pun melaju meninggalkan terminal, " Sayang.. kalau tiba dikota J, kita ke apartementku dulu ya sebelum ke rumah orang tuaku " ucap Natasya hati hati, takut suaminya tersinggung.


" Apa keluargamu bisa menerima pernikahan kita? " Adrian mulai pesimis.


" Kita harus yakin diterima sayang, lagian aku tau gimana karakter orang tuaku dan nanti biar aku yang jelaskan terlebih dahulu pada mereka " Natasya mencoba meyakinkan suaminya.


" Sayang, apa kamu ngak menyesal menikah denganku? aku ini bukan siapa siapa dan ngak punya apa apa " Adrian tampak gelisah.


" Apaan sih sayang? jangan ngomong gitu ahh, disini sudah ada mahluk kecil buah cinta kita..jadi, mana mungkin aku menyesal " ucap Natasya sambil mengelus perutnya yang masih rata.


" Tapi Sya..." ucapan Adrian menggantung.


" Ngak usah dibahas lagi, aku ngantuk mau tidur " seketika Natasya memejamkan mata, pura pura tidur.


" Sya..." ucap Adrian lagi.


" Abang baiknya tidur juga biar fikirannya tenang dan ngak ngomong ngaco lagi " sindir Natasya.


" Hmmm iya deh, semoga saja semuanya berjalan dengan baik dan ngak ada masalah. Hingga aku bisa tenang berangkat kerjanya.


" Aamiin aamiin " ucap Natasya.


Dan akhirnya Natasya benar benar tertidur, Adrian yang merelakan pahanya sebagai bantal penopang kepala istrinya agar tidur wanita yang kini mengandung anaknya itu nyaman pun berusaha mencari posisi yang tepat buat tidur.

__ADS_1


 


BERSAMBUNG


__ADS_2