
Satu tahun telah berlalu namun kedekatan Adrian dan Natasya belum ada kejelasan. Walau sebenarnya rasa saling memiliki itu sudah terlihat jelas ada pada diri mereka masing masing.
Setelah diterima dikampus Pelayaran, kini Andrian lebih banyak menghabiskan waktu dan hari harinya diasrama, ia hanya bisa kembali ke kontrakan seminggu sekali, itu pun terkadang tak juga sempat bertemu Natasya saat wanita itu lagi ada job kerjaan keluar kota dari angency yang dinaunginya.
Natasya pun sudah lulus SMA dan kini tercatat sebagai mahasiswi disalah satu kampus terkemuka dikota itu, namun karena jadwal kuliah yang tidak begitu padat, membuat wanita itu menerima banyak job yang ditawarkan padanya meski rata rata harus bekerja jauh ke kota kota lain.
Bunyi notif diphonsel Natasya, " Sya, tolong sabtu besok kosongin jadwal kerjaan ya..aku kangen pengen makan dan menghabiskan waktu seharian bareng kamu.." Andrian yang agak ragu dan sejak tadi cuma mengetik lalu menghapus kemudian mengetik lagi begitu berulang ulang, pada akhirnya memberanikan diri mengirim pesan chat itu.
Tak berselang lama balasan chat dari Natasya pun masuk, " Okey tarunaku "
Andrian tersenyum senang dan membalas chat dari Natasya itu dengan emot love, lalu ia pun senyum senyum sendiri.
Kebahagiannya terasa sempurna kini, hatinya begitu berbunga bunga layaknya orang yang lagi kasmaran. Setelah sekian lama menunda, kini Adrian memantapkan diri untuk menyatakan perasaannya pada Natasya.
Janji yang di ucapkan pada diri sendiri selalu diingatnya bahkan ia berencana menikahi Natasya sebelum berangkat prala (praktek laut).
*******
Seperti sebelum sebelumnya pada hari jum'at sore barak (asrama kampus) mulai sepi, satu persatu penghuninya sudah pulang.
Adrian pun bergegas menuju kontrakan dengan naik taksi online, dengan berbekal uang yang ia kumpulkan dari hasil membantu rekan rekan sesama Taruna, baik itu bantuan mengerjakan tugas kuliah atau bantuan berupa menggantikan tugas jaga, ia mampir ke toko kue dan toko bunga. Segala sesuatunya dilakukan dengan rapi agar apa yang direncanakannya bisa berjalan sesuai apa yang diharapkannya.
__ADS_1
Sesampainya dikontrakan hari sudah mulai senja, Adrian pun segera memasak dan membereskan rumah, setelah itu ia bergegas mandi lalu melaksanakan sholat magrib.
Beberapa saat phonsel adrian berbunyi, " Hallo..kamu makan aja dulu, ngak usah nunggu. karena kemungkinan aku sampai rumah jam sepuluh an gitu " Suara Natasya terdengar agak teriak karena terdengar sangat bising disekitarnya.
" Aku tunggu kamu aja ya Sya, entar biar aku angetin lagi makanannya kalau kamu pulang.." Adrian sedikit kecewa, namun tetap mengerti kesibukan wanita yang kini mencari nafkah buat membiayai pendidikannya.
" Loh makan aja dulu, entar kan bisa makan lagi.." Ucap Natasya merasa ngak enak.
" Ngak ahh, aku pengennya bareng kamu..kangen tau.." Adrian mulai merayu untuk menggoda Natasya yang terdengar canggung.
Hening sejenak, " Okey beb, kalau begitu tunggu ya hehehe " Ucap Natasya balas bercanda sebelum percakapan telpon berakhir.
" Tokkk tokkk tokk " Pintu diketok dari luar, " Assalamualaikum.." Seseorang mengucap salam.
" Waalaikumsalam " Jawab Adrian sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya, " Maaf sya, aku ketiduran " ucapnya lagi.
" Ngak apa apa, ayo kita makan..pasti kamu udah laper banget tuh " Ucap Natasya yang berjalan masuk diikuti Adrian dibelakangnya.
" Kamu mandi dulu sana, biar aku angetin makanannya juga " Adrian mendorong tubuh Natasya agar menjauh dari dapur.
Setelah semuanya siap, lilin dinyalakan dan setelah lampu dimatikan. Adrian pun memanggil Natasya. " Sya..buruan kesini.."
__ADS_1
Natasya pun berjalan kearah dapur, ia seketika terdiam saat melihat meja makan yang ditata dengan indah untuk makan malam romantis tak ubahnya seperti diresto,
" Silahkan duduk tuan putri.."
" Silahkan menikmati hidangan yang saya buat khusus dengan penuh cinta " Ucap Adrian mantap
Kemudian menuntun Natasya untuk duduk, setelah itu ia pun duduk disisi sebelah meja dan mereka pun kini saling berhadapan.
" Tasya, mau kah kau menjadi kekasihku? " Dengan suara sedikit bergetar Adrian mengutarakan perasaannya.
Natasya dibuat terharu dengan segala apa yang apa yang Adrian lakukan untuknya hari ini, tanpa terasa air bening itu sudah jatuh membasahi pipi mulusnya, " Iy, aaku mau " Ucapnya agak terbata bata.
" Love you Sya.." Adrian mencium tangan Natasya.
" Love you too.." Ucap Natasya bahagia.
Mereka pun menikmati makan malam romantis dan meresmikan hubungan yang selama ini mereka jalani tanpa status yang jelas.
BERSAMBUNG
__ADS_1