AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
PELANTIKAN PERWIRA LAUT


__ADS_3

Andrian terlihat gagah dengan seragam putih putih lengkap ala pelaut dan bergegas berjalan keluar, " Kak, tolong bilang sama ayah dan ibu ya..aku berangkat jemput Natasya dulu, kalian berangkat aja, nanti aku telpon dan kita ketemunya didepan aula kampus " ucapnya pada kakaknya nini yang lagi duduk diruang tamu dan juga sudah siap.


" Okey dek, kamu hati hati ya " jawab nini kakak Adrian


Adrian berhenti sejenak didepan pintu, dan mengeluarkan phonsel dari saku jasnya, " Hallo bro, bisa pinjem motor ngak ? " ucapnya saat panggilan telepon tersambung.


Setelah bercakap beberapa saat, obrolan singkat ditelepon berakhir dan phonsel dimasukkan lagi ke saku, " Oiya kak, jangan lupa bawa semua perlengkapanku yang diatas meja itu. termasuk undangannya ya.." ucap Adrian lagi sebelum melangkah keluar rumah dan dibalas anggukan oleh kakaknya.


Dengan terburu buru Adrian memanggil ojek dan bergegas berangkat menuju rumah temannya, " Bisa lebih cepat bang, soalnya aku takut telat " ucapnya pada abang tukang ojek saat sepeda motor sudah melaju menyusuri jalan raya.


Tak berselang lama Adrian sudah tiba dirumah temannya untuk mengambil sepeda motor yang akan dipinjamnya, setelah itu ia bergegas melanjutkan perjalanan. saat akan menghidupkan mesin, sejenak Adrian melirik jam dilengan kanannya lalu setelah itu segera tancap gas memuju hotel X untuk menjemput istrinya.


Untung pagi ini lalu lintas tidak begitu padat, hanya dalam 10 menit Adrian pun sudah tiba dihotel X, " Sya.., ayo kita langsung berangkat aja. Dikit lagi bisa telat ini " ucapnya saat menghampiri Natasya yang sudah menunggunya.


" Baiklah sayang, ayo berangkat " jawab Natasya lalu mensejejeri langkah Adrian dan merangkul lengan kekar suaminya itu.


Karena waktu sudah sangat mepet motor pun dilajukan dengan kecepatan cukup tinggi, dan.." Cittttttttt " bunyi ban sepeda motor yang bergesekan keras dengan aspal jalanan saat direm mendadak dan motor pun seketika oleng, " Brakkk " kurang keseimbangan dan terjauh karena menghindari tabrakan dengan sepeda motor lain dari arah depan.


Adrian buru buru bangkit, " Kamu ada yang luka Sayang ? " tanya nya pada Natasya sambil membantu istrinya itu berdiri.


" Ngak kok ngak apa apa, aku baik baik aja. itu motornya gimana ? kamu bakal telat kalau kayak gini " Natasya malah membahas sepeda motor yang sudah tergeletak diaspal lantaran takut Adrian terlambat.


" Sepeda motornya mungkin rusak, kita titip dibengkel itu dulu, dan kita lanjut naik taksi aja " Adrian pun mendorong sepeda motor ke bengkel yang tak jauh dari tempat itu, setelah sebelumnya ia memeriksa kerusakan yang ada.


Beberapa saat setelah berbincang dengan pemilik bengkel, Adrian pun memanggil taksi dan mereka pun bergegas naik, " Pak tolong buruan ke jalan angrek " ucap Adrian pada sopir taksi, dan tak henti hentinya melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan kanannya.


**

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 tepat, para keluarga peserta wisuda sudah terlihat memadati halaman kampus pelayaran yang terletak di jalan angrek, tak ketinghalan keluarga Adrian yang sudah sejak tadi menunggu di depan gerbang.


" Coba kamu telpon Adrian, kenapa anak itu belum nyampe nyampe juga? ini pasti karena wanita itu " ibu Adrian tampak kesal.


" Tenang bu, jangan berfikir buruk gitu. Adrian pasti datang, ini kan hari yang dia tunggu tunggu " ucap ayah Adrian mencoba menenangkan istrinya yang mulai gelisah.


" Tutttt tuttt tuttttt " nada panggil yang menandakan bahwa phonsel Adrian aktif namun tidak menjawab panggilan.


" Ngak dijawab bu " ucap nini kakak Adrian


" Terus, kita ini mau ngapain? nunggu sampai acara dimulai? " ibu Adrian sudah benar benar kesal.


" Kita tunggu sebentar lagi ya bu.." ucap ayah Adrian.


" Ngapain nunggu? apa tidak sebaiknya kita masuk aja? toh Adrian juga akan masuk " ucap ibu Adrian.


Suasana didalam aula sudah mulai dipadati keluarga dari para wisudawan. Setelah melewati pintu penjagaan, keluarga Adrian pun mencari kursi yang masih kosong.


***


Adrian mengeluarkan phonsel dari sakunya dan coba menghubungi kakaknya, " Tuttt tutttt tutttt tut tut tut" nada sambung terdengar, namun tidak kunjung di jawab hingga panggilan terputus.


" Mereka dimana sih? " ucap Adrian menatap phonselnya kesal.


" Mungkin mereka sudah didalam , kamu masuk aja nanti telat loh " Natasya mencoba menenangkan Adrian.


" Lah kamu gimana? undangannya dibawa sama mereka " ucap Adrian gusar.

__ADS_1


" Ngak apa apa kamu masuk aja, biar aku tunggu disini " Natasya tersenyum.


" Tapi..." ucapan Adrian terpotong


" Para wisudawan diharapkan segera mengambil tempat yang telah ditentukan, karena acara segera dimulai " terdengar suara protokol acara dari pengeras suara.


" Buruan sana.." Natasya mendorong Adrian untuk segera masuk.


Adrian melangkah gontai, berulang kali menoleh melihat istrinya yang berdiri diluar pagar dengan senyum manis tetap menghiasi wajah cantiknya.


Natasya pun segera pergi setelah Adrian menghilang dibalik pintu aula, ia berjalan menuju warung kecil di pinggir jalan yang tak jauh dari gerbang kampus Adrian.


" Maaf bu, aku numpang duduk disini boleh ngak? " ucap Natasya pada ibu pemilik warung.


" Silahkan nak, ngak apa apa kok " ibu pemilik warung mempersilahkan.


Natasya pun duduk dibangku depan warung sambil bermain phonsel, ia mencoba mencari Live Streaming acara wisuda yang sedang berlangsung didalam aula.


" Nah ternyata bisa juga aku melihatnya, Alhamdulillah terimakasih ya Allah " ucap syukur Natasya.


Tak terasa hampir 2 jam Natasya duduk dan menatap phonselnya, yang terus menayangkan acara wisuda itu, satu persatu peserta wisuda yang namanya disebut bergantian naik ke podium. Dan seketika jantung Natasya berdebar kencang, " Wisudawan dengan nomor 19 atas nama Adrian Bagaskara " air mata Natasya seketika terjatuh membasahi pipi putihnya saat menyaksikan suami tercintanya dilantik menjadi perwira laut.


" Kisahku bersamanya tak seindah cerita drama korea ataupun kisah cinta dilayar FTV, perjalanan cinta kami selalu indah walaupun penuh dengan lika liku. Ada kebanggaan tersendiri buatku menjadi pendamping dan berjuang bersamanya sejauh ini, karena bagiku menemani disetiap keadaannya adalah caraku mencintainya " Natasya berucap dalam hati.


 ----------------------------


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2