AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
RASA SAYANGKU PADAMU


__ADS_3

Sudah 2 hari ini Natasya berkurung diri di dalam kamar yang selalu tertutup rapat karena ngidam dan bawaan hamil yang kini dialaminya, rasa mual yang berakhir dengan muntah muntah setiap kali makan membuatnya terkadang lemas seakan kehabisan tenaga. Tidak hanya itu Natasya pun merasa tak mampu melihat cahaya matahari, ia seketika histeris karena ke dua matanya terasa perih.


" Sampai kapan tasya seperti ini kak? " Adrian begitu khawatir dengan kondisi istrinya.


" Biasanya cuma trisemester awal aja, tapi ada juga yang mengalami hingga usia kandungan 5 bulan " jawab Maya, kakak ipar Tasya yang berprofesi sebagai dokter kandungan.


" Hmm gitu ya kak, apa cara agar tasya ngak seperti ini? " tanya Adrian.


" Kakak sudah kasih obat buat mengurangi rasa mualnya. Kamu jangan khawatir dan biarin dia tidur. Nanti setelah bangun, kasih susu aja dulu, makannya biar dikit dikit ngak apa apa " jawab Maya menjelaskan dan diangguki oleh Adrian tanda mengerti.


Setelah memastikan kondisi Natasya sudah baik baik saja, Maya pun bergegas meninggalkan kamar adik iparnya itu, " Kalau ada apa apa dengan Tasya, pencet nomor 3 di telepon itu " ucapnya sambil menunjuk ke arah dinding tempat dimana pesawat telepon diletakkan.


" Baik kak, Terimakasih " ucap Adrian, sambil mengekori Maya yang berjalan ke arah pintu kamar.

__ADS_1


" Ngak usah sungkan gitu, Tasya adik dari suamiku dan itu artinya adikku juga. Begitu pun denganmu, kamu suami Tasya, jadi adik kami juga " ucap Maya sambil tersenyum sejenak pada Adrian sebelum berlalu pergi.


*


" Abang..abang " teriak Natasya histeris, ia tiba terbangun dan seketika panik saat tangannya meraba kesamping dan tidak mendapati suaminya ada di sana.


" Iya iya sayang, kamu kenapa? " jawab Adrian yang tergopoh gopoh keluar dari kamar mandi.


" Abang sudah tidak menginginkan aku ya, kenapa ninggalin aku? Aku..aku.." ucap Natasya terbata bata sambil menangis.


Kemudian Adrian mengusap usap kepala Natasya dengan penuh rasa sayang agar istrinya itu bisa tenang. " Andai itu mungkin, aku akan membawamu ke manapun aku pergi, karena hal yang paling membahagiakan buat aku saat ini hanya bersamamu dan calon anak kita " ucapnya, lalu mendaratkan kecupan di kening Natasya.


" Apa kamu akan terus bersamaku hingga akhir hidupku ? " Tanya Natasya sambil sesengukan dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


Adrian melepas pelukannya dan menangkup kedua pipi istrinya itu dengan kedua tangannya, serta mendongakkan kepala wanita itu, " Sayang coba kamu tatap mataaku.." sejenak Adrian terdiam, lalu sesaat kemudian tersenyum. Pandangan mereka seketika terkunci satu sama lain.


" Kita sudah jalani kisah ini hampir 6 tahun, tak peduli sebesar apa rintangan yang ada diantara kita, aku tetap selalu menginginkan kamu. Dan tanpa fikir panjang lagi sumpah pernikahan itu pun aku ucapkan dengan lantang di depan penghulu waktu itu... apa kamu tau artinya itu sayang? " menghela nafas, lalu melanjutkan kalimatnya lagi, " Aku telah berjanji pada Tuhan untuk menjagamu hingga akhir hidupku, dengan begitu pertanggung jawabanku bukan cuma pada orang tuamu saja, tapi juga pada Tuhan " ucap Adrian sambil terus menatap wajah istrinya dengan ekspresi serius.


Mata Natasya kembali basah, ia yang sejak tadi mencari kebohongan di mata suaminya malah merasa terharu dengan cepat di peluknya dan ditenggelamkannya wajahnya di dada yang hangat milik laki laki itu , " Tapi aku..aku takut "


Adrian pun balas memeluk istrinya erat dan berkata dengan suara yang sedikit parau


" Jangan takut sayangku, kita akan terus bersama, menua bersama, aku tau suatu saat nanti rambut kamu yang indah ini akan berubah warna, kulit kamu yang mutih mulus ini pasti nanti akan menjadi keriput, kecantikan seorang Natasya Anjani akan memudar..yah pasti semua itu akan berubah bila sudah saatnya. Tapi aku pastikan satu hal yang tidak akan pernah berubah 'RASA SAYANGKU PADAMU' kita menyatu bukan hanya karena cinta; tapi karena kita adalah takdir yang ada.." ucap Adrian panjang lebar.


" Tadi aku mimpi buruk, abang pergi ninggalin aku dengan wanita lain disaat perut aku membesar seperti badut dan badanku melar tak beraturan " ucap Natasya malu malu.


" Astaga sayang, itu cuma mimpi..sudah ya kita tidur lagi aja " Adrian pun membantu istrinya berbaring, kemudian ia juga ikut berbaring.

__ADS_1


Setelah beberapa saat mencurahkan isi hati akhirnya derama melankolis karena mimpi buruk itu pun usai. Mereka pun kembali tertidur dengan berpelukan.


__ADS_2