
Didalam kamar, " Sayang maafkan ibu ya? aku benar benar tidak nyangka kalau ibu bisa setega itu ke kamu " ucap Adrian membujuk istrinya, dielusnya rambut wanita itu dengan lembut, kecupan sayang mendarat dikening Natasya berulang kali.Tidak hanya sampai disitu ditariknya tubuh yang masih gemetar itu ke dalam dekapannya.
Natasya hanya diam karena masih syok, diliriknya laki laki yang sudah jadi suaminya itu dengan ekor mata, " Ingin rasanya ku katakan, aku sudah tak kuat jika harus menghadapi sikap ibu seperti tadi " gumamnya dalam hati.
Adrian seolah tau apa yang Natasya fikirkan, " Hmm aku mengenal ibu lebih dari siapapun, nanti dia pasti akan luluh hatinya jika dede bayi sudah lahir. Nenek mana yang tidak bahagia dengan kelahiran cucu nya " ucapnya.
Natasya mendongak menatap suaminya, " Apa benar seperti itu bang? aku takut ibu tidak bisa menerima kehadiranku selamanya " ucapnya lirih.
Adrian menempelkan jari telunjuknya dibibir Natasya, " Husss, ngomong apa kamu ini? ngak baik seperti itu, omongan itu doa loh sayang. Kita harusnya berdoa agar ibu dibukakan pintu hatinya " ucap Adrian menasehati istrinya.
" Aku minta maaf bang, tapi sepertinya ibu sangat membenciku. Aku sudah berusa mengambil hatinya dengan melakukan apa yang diperintahkannya. Walau jujur hal itu ngak pernah ku lakuin dirumah orang tuaku sendiri, tapi aku melakukannya dengan senang hati " ucap Natasya mencoba mengungkapkan ketakutannya sambil menangis dihadapan suaminya.
Adrian menangkup wajah istrinya dengan kedua tangannya, " Sayang..sayang tatap mataku dan dengar baik baik, aku ada disini bersamamu.Jadi jangan merasa takut lagi, kita hadapi semuanya sama sama " ucapnya menenangkan istrinya.
Natasya menatap dalam kedua bola mata suaminya seakan mencari kekuatan disana, " Iya iya aku akan coba tak takut lagi " ucapnya pelan.
" Nah gitu dong, sekarang senyum manis nyonya Adrian mana? jadi pengen liat nih " goda Adrian.
Natasya pun tersenyum dan seketika wajahnya dihadiahi banyak kecupan oleh suaminya itu.
"Sudah ya sayang, aku mau ambil salep dan obat anti nyerinya dulu dikotak obat. Kamu tunggu disini dan jangan turun dari tempat tidur " ucap Adrian menjauhkan tangannya dari wajah Natasya, kemudian bergegas keluar kamar.
Tak berselang lama Adrian kembali membawa kotak obat dan segelas air putih, kemudian ia duduk sisi tempat tidur, " Sayang kemarilah " ucapnya sambil menepuk pahanya.
Melihat itu Natasya yang berbaring seketika bangkit dan berjalan memutari tempat tidur menuju sisi dimana suaminya duduk, " Ayo duduk " Adrian lagi lagi menepuk pahanya dengan kedua tangannya.
Natasya pun duduk dipangkuan Adrian, " Minum obat ini dulu, habis itu aku olesi salepnya " ucap Adrian memberi obat dan segelas air putih pada istrinya itu.
__ADS_1
Setelah ritual minum obat dan dioles salep, Adrian meminta Natasya untuk beristirahat dan dirinya bermaksud kembali keluar kamar.
*
" Mbak Narti, mbak Nuni.." Adrian dengan nada sedikit teriak memanggil 2 ARTnya.
Dengan tergopoh gopoh Nuni dan Narti pun berlari dari arah dapur menghampiri Adrian, " Iya saya pak " ucap mereka bersamaan.
Adrian dengan tatapan tajamnya, " Apa saja kerja kalian? dimana kalian saat istriku bersih bersih didapur tadi? " Adrian terlihat menyimpan amarah.
" Aanu pak, iitu pak..tadi kakami..." ucap Narti gugup.
" Jawab yang benar, atau mau saya laporkan pada ibu mira kalau kalian tidak becus bekerja? " bentak Adrian yang mulai kesal.
Nuni yang sejak tadi diam dan menunduk seketika angkat bicara, " Maaf pak, tadi kami disuruh ibu ke rumah sebelah buat bantuin bu Nana masak dan kata ibu jangan balik kalau belum dipanggil " jawabnya pelan karena takut.
" Apa lupa dengan yang saya katakan tadi pagi saat pertama kali kalian datang? tugas kalian cuma dirumah ini dan membantu istriku kalau kalau butuh sesuatu, rumah sebelah ngak ada sangkut pautnya dengan kerjaan kalian " ucap Adrian dengan penuh penekanan.
" Hmm yah sudah, sana..kalian boleh kembali bekerja " Adrian mencoba meredam amarahnya.
**
Setelah meluapkan amarahnya pada 2 ART nya, Adrian bermaksud kembali ke kamar, dan saat melintas diruang keluarga, " Nak, boleh ayah bicara? " ucap ayah Adrian.
" Eh ayah, maaf aku tadi ngak lihat ada ayah disini jadi main jalan aja " ucap Adrian, ia pun langsung duduk disofa yang berhadapan dengan ayahnya tanpa membuka suara dan hanya diam.
" Adrian, Ayah minta maaf atas apa yang ibumu perbuat pada Tasya, ayah benar benar menyesal dengan kejadian tadi itu. Andai ayah ada dirumah, mungkin semua ini tak akan terjadi " ucap ayah Adrian dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
" Iya ayah, aku juga ngak nyangka bisa seperti ini, dan juga ngak habis fikir kenapa ibu segitunya membenci istriku " Adrian menghela nafas sejenak, " Hmm ayah harus tau, kalau aku ngak akan mungkin sampai dititik ini tanpa bantuan Tasya. Selama ini dia yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhanku dan membiayai kuliahku " ucap Adrian tertunduk.
" Iya ayah faham, sekali lagi ayah minta maaf nak dan tolong sampaikan juga permintaan maaf ayah pada istrimu " ucap ayah Adrian.
" Ayah tak perlu seperti itu, aku yang harusnya minta maaf karena tadi agak sedikit keras pada ibu, dan juga sudah teriak teriak pada mbak Narti dan mbak Nuni yang mengganggu waktu istirahat ayah " Adrian mencoba tenang.
" Baiklah kalau begitu, kamu boleh kembali ke kamar. Hibur istrimu agar tak terus terusan merasa sedih " ucap ayah Adrian dan setelah menjawab dengan anggukan, Adrian pun langsung bangkit dan berjalan masuk kamar tidurnya.
" Drekkkk drekkkk drekkk " panggilan masuk dari phonsel Adrian.
📞 : " Iya hallo.." Adrian.
📞 : " ---------------------- "
📞 : " Baik pak, saya akan datang paling lambat lusa ke kantor bapak " Adrian.
📞 : " ---------------------- "
📞 : " Trimakasih pak " Adrian.
Setelah panggilan telepon berakhir, Adrian pun langsung berkemas. Memasukkan barang dan pakaiannya serta milik istrinya ke dalam koper.
Tak berselang lama Adrian pun selesai berkemas, ia kemudian merebahkan diri disamping Natasya yang begitu lelap dalam tidurnya. Dipandanginya wajah wanita yang dicintainya itu beberapa saat dan akhirnya ia pun ikut tertidur sambil memeluk istrinya bak bantal guling.
BERSAMBUNG
__ADS_1
TRIMAKASIH BUAT PARA PEMBACA SETIA NOVEL " AKU BUKAN SIMPANAN ".
TETAP IKUTI DAN TUNGGU KELANJUTANNYA YANG SEMAKIN SERU 👌🙏