
" Tokk tokk tokk " pintu diketuk dari luar
" Hmm, siapa sih yang bertamu ke rumah orang sepagi ini? " gumam Natasya. Dengan malas ia pun beranjak dari tempat tidur, dengan masih menggunakan baju tidur dan rambut yang acak acakan.
Dengan perlahan dibukanya pintu depan dan, " Selamat pagi istriku sayang " Sapa seorang laki laki tampan yang berdiri dengan santai didepan pintu sambil tersenyum.
Natasya yang masih tak percaya dan masih setengah sadar segera mengucek ngucek matanya, " Suara itu suara itu.." Ucapnya terbata bata.
Sejenak terdiam dan tak mampu berkata kata karena tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini, " Orang yang aku rindukan dan aku tunggu ada didepanku, Oh Tuhan mimpikah ini? tapi kenapa terlihat sangat nyata? Ach aku harap ini bukan lah mmpi " ujarnya sambil mencubit tangannya sendiri. " Aauu " Jeritnya merasa sakit, " Artinya ini memang nyata "
Adrian yang sejak tadi menyaksikan tingkah wanita yang sangat dirindukannya itu pun angkat suara, " Kok malah diam disitu? ngak kangen ya? " Adrian merentangkan kedua tangannya, menunggu pelukan dari Natasya.
Wanita itu pun seketika menangis terharu dan langsung berlari memeluk Adrian, " Ini bukan mimpi sayang, ini aku, aku sudah kembali " dipeluknya erat erat wanita yang sangat dicintainya untuk melepas kerinduan yang sudah terpendam.
" Maaf ya sayang, aku ngak bilang kalau akan pulang dibulan ke 10 ini..Ceritanya pengen kasi surprise untuk istriku yang cantik ini " Ungkapnya sambil menghujani wajah Natasya dengan kecupan.
" Terimakasih sayang, aku kangen banget " Tangis Natasya pun makin pecah dipelukan suaminya.
__ADS_1
" Oiya sayang, tapi mulai sekarang kamu harus bisa jadi wanita tangguh yang sanggup menungguku lagi lagi dan lagi " ucapnya sambil tersenyum.
Natasya pun seketika kaget mendengar kata kata Adrian tadi, " loh kok gitu, maksudnya gimana sih? " Tanya nya dalam ketidak tahuan.
" Gini loh sayang, selepas jadi Perwira tuh aku akan pergi dan pergi lagi, tapi kamu harus tetap menunggu. Sampai aku bisa menjemputmu dan menunjukkan pada dunia inilah wanita hebat yang jadi teman hidupku " Ucap Adrian sambil menuntun istrinya duduk disofa
Dia mengambil sesuatu dari saku bajunya dan ternyata itu sebuah cincin.
" Sayang, sudah siapkah kamu menjadi ibu dari anak anakku? " Adrian tampak serius.
" Iya sayang, aku siap " jawab Natasya penuh keharuan.
"Terimakasih Tuhan, Engkau telah memberiku kepercayaan untuk menjaga dan bersamanya sejauh ini "
Ucap Adrian dengan penuh kebahagiaan.
Keduanya pun saling berpelukan melebur rasa yang selama ini mereka simpan, ciuman yang tadinya lembut menjadi kian menuntut.
__ADS_1
Adrian menggendong istrinya ala bridal style ke dalam kamar dan tak lupa ia mengunci semua pintu, kerinduannya pada Natasya yang sangat menggebu. Membuat hasratnya sudah diubun ubun saat menyentuh kulit putih wanita itu.
" Sayang kamu siap kan? hari ini kita mulai program buat Adrian junior " Ucap Adrian dengan nafas yang sudah tidak beraturan.
Setelah mendapat anggukan dari istrinya yang juga mulai hanyut dengan permainan tangannya, Adrian pun memulai aksinya. ia memcumbu seluruh tubuh wanita yang akan melahirkan keturunannya itu dengan penuh cinta.
Perlahan tapi pasti tempo permainan makin panas, keduanya seolah berpacu untuk mencapai puncak kenikmatan, Adrian yang semakin menggila saat ******* demi ******* tertahan yang keluar dari mulut Natasya terdengar begitu menggoda.
" Jangan ditahan sayang, keluarkan saja suara indahmu. Agar kita bersama sama mencapai puncak " Ucap Adrian yang sudah bermandi peluh diatas tubuh Natasya.
Hampir 2 jam lamanya mereka bergumul diatas kasur ukuran kecil itu, dan pada akhirnya Adrian tumbang disisi istrinya. Dengan posisi telentang dan masih tanpa busana Adrian tertidur pulas karena lemas dan kelelahan.
Natasya bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri, diselimutinya tubuh atletis milik suaminya sebelum keluar meninggalkan kamar.
__ADS_1
BERSAMBUNG