AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
MENGALAH


__ADS_3

Dengan hati yang tidak bisa tenang Natasya menunggu Adrian yang pergi ke terminal menjemput orang tua dan saudaranya, walau dengan perasaan tak karuan ia tetap mempersiapkan beberapa hidangan dan kue yang sudah dipesannya secara online.


Beberapa waktu berselang, Adrian dan keluarganya pun tiba dikontrakan. " Selamat datang, mari silahkan masuk " ucap Natasya yang membuka pintu.


" Siapa dia nak? " Tanya ibu Adrian


" Oiya kenalkan ini pacar aku, namanya Natasya. dia juga baru tiba dari kota S " ucap Adrian pada ibunya.


" Sya, ini ibu aku..ayo salim dulu " ucap Adrian pada Natasya, ia pun segera menunduk meraih tangan kanan wanita paruh baya itu dan menciumnya.


" Yah ini Natasya " ucap Adrian pada ayahnya. Seperti tadi, Natasya pun buru buru mengambil tangan ayah Adrian dan menciumnya.


" Yang ini kak Nana dan itu kak Nini " Adrian juga memperkenalkan kakak kakaknya pada Natasya.


" Hay kak, aku Natasya.." Ucapnya dan segera salim juga pada kedua kakak Adrian.


*


Mereka semua sudah berada didalam kontrakan dan duduk saling bercerita dan melepas rindu, " Aku pamit ke belakang dulu bang, ibu, kakak " Natasya pun beranjak pergi setelah mendapat anggukan dari Adrian.


" Hmm mending aku ke dapur panasin makanan, sepertinya disana aku ngak dianggap ada. Nasib..nasib.." Gumam Natasya dalam hati.


Beberapa saat setelah hidangan tertata dimeja makan, Natasya pun berjalan dan bermaksud kembali ke ruang tamu. Namun langkahnya ternenti mendengar obrolan Adrian dan keluarganya, " Kamu dapat dari mana wanita itu? kelihatannya dia bukan wanita baik baik " ucap ibu Adrian menyatakan ketidak sukaannya.


" Jangan ngomong seperti itu Bu, Natasya itu baik dan berpendidikan. Kami saling mencintai " Adrian menimpali


" Hey matamu itu sudah dibutakan oleh cinta, sehingga kamu tidak bisa melihat bagaimana dia dengan jelas. Apa kamu sudah tau bibit bebet bobotnya? ngak kan? " Ibu Adrian mulai kesal.


" Hmm Bu, aku mohon dengan sangat, jangan perlakukan Natasya seperti itu. Apa yang ibu prasangkakan padanya sama sekali tidak benar, aku tau segalanya tentang dirinya karena sudah bertahun tahun lamanya kami bersama " Ucap Adrian mencoba meyakinkan ibunya.


" Dan 1 lagi yang harus ibu dan semua nya harus tau, berkat Natasya lah hingga aku bisa berada dititik ini. Jadi aku mohon perlakukan dia selayaknya perlakuan kalian padaku " ucap Adrian.


" Kamu ini kenapa sih dek, ngak biasa biasanya mendebat ibu kayak gitu? jangan jangan kamu kena pelet wanita itu? " ucap kakak Adrian yang bernama Nana.


" Apaan sih kak, hari gini masih percaya hal hal kayak gitu? " Adrian kesal.

__ADS_1


" Adrian, kamu itu kalau dikasi tau ya nurut. Ngak ada orang tua yang mau jerumusin anaknya " Kakak Adrian yang bernama Nini pun mulai angkat bicara.


" Sudah sudah, nanti aja kita bicarakan lagi..Baiknya bahas soal besok, gimana persiapan kamu nak? " ayah Adrian menengahi perdebatan istri dan anak anaknya.


" Oiya besok itu cuma ibu dan Natasya yang boleh masuk ke ruang Vip karena undangannya hanya berlaku untuk 2 orang aja, jadi yang lain pada di aula pake undangan biasa " Adrian menjelaskan.


" Lah kenapa harus Natasya? kami ini keluarga kamu dan datang dari jauh untuk nyaksiin wisuda kamu loh..kalau tau begini mending kita ngak usah ke sini " Nana yang kesal beranjak pergi


" Kamu lihat kan? kakakmu jadi tersinggung karena ulahmu? apa kamu ngak bisa hargai kami yang memang nyata nyata keluargamu? Wanita itu bukan siapa siapa kamu, dia orang lain nak..ayo kamu minta maaf sana " ucap ibu Adrian seakan tak mau dibantah.


" Hmm baiklah, aku akan minta maaf " Adrian lalu bangkit dan berjalan keluar menemui kakaknya.


" Kak aku minta maaf, besok kakak dan ibu yang masuk. jadi jangan marah lagi " ucap Adrian.


Akhirnya mereka kembali masuk dan bergabung dengan ibu dan saudara mereka yang lain, saling bercanda dan berbagi cerita.


**


Natasya berlari ke kamar mandi, ia sudah tak bisa membendung air matanya yang sejak tadi ditahannya agar tidak tumpah, " Ya Tuhan, kuatkan hamba menghadapi semua ini "


" Bang, makanan sudah siap. Baiknya makan dulu " Ucapnya lalu tersenyum mencoba menutupi rasa sakit yang ia rasakan.


" Terimakasih Sya.." Ucap Adrian yang juga tersenyum pada istrinya itu


" Ayo bu, yah, kak,..kita makan dulu " Adrian menoleh pada orang tua dan kakak kakaknya.


" Mereka pun bergegas menuju dapur yang sekaligus menjadi ruang makan dirumah petak itu.


Adrian yang sudah melangkah merasa aneh dengan sikap istrinya, ia kembali ke ruang tamu menemui wanita itu yang duduk sendirian " Ada apa sayang? kenapa ngak ikut makan? " tanya nya saat duduk disamping dan langsung memeluk istrinya.


" Ngak apa apa, aku sudah kenyang. Tadi makan duluan karena lapar " Jawab Natasya seadanya, " Oiya aku mau ke kantor Agency, sepertinya ada job yang mau mereka dibicarakan " Tambahnya


" Kok dadakan gitu? aku antar ya? " Adrian merasa tidak ingin Natasya pergi


" Ngak, kamu disini aja. Nanti aku kabari setelah sampai sana " Tolak Natasya dan langsung bangkit meninggalkan Adrian menuju kamar.

__ADS_1


Setelah siap siap Natasya pun pamit pada Adrian, " Aku pergi dulu, segala kebutuhan kamu buat besok sudah ku siapkan dikamar " Ucap Natasya sedikit pelan.


" Apa kamu ngak pulang? segitu pentingnya job itu buat kamu? " Adrian agak kesal.


" Bukan buat aku sayang, tapi buat kita. sudah ya, aku pergi dulu. tolong pamitkan aku pada keluargamu " ucap Natasya dengan sedikit penekanan.


Adrian mencoba untuk menahan diri, ia membiarkan Natasya pergi walau sebenarnya merasa kesal dengan perubahan sikap yang Natasya tunjukkan tadi.


" Baiklah kabari aku setelah sampai dan ingat phonsel harus tetap aktif " Adrian mengantar Natasya ke depan menunggu taksi.


Tak berselang beberapa menit taksi pun datang, Natasya pun bergegas naik setelah salim pada suaminya, " Aku berangkat ya sayang " ucapnya.


" Iya sayang "


" Oiya ingat besok pagi kamu harus cepat pulang, acaranya jam 8 tepat "


Adrian kembali mengingatkan Natasya acara wisudanya besok.


" Okey sayang " Natasya pun menutup pintu mobil.


" Jalan pak " perintahnya pada sopir taksi.


Taksi itu pun berlalu pergi meninggalkan kontrakan petak membawa Natasya.


" Kenapa aku merasa sangat sedih begini? maafkan aku suamiku, aku terpaksa berbohong padamu. Aku tak ingin kehadiranku malah merusak hari bahagiamu besok, biarlah aku mengalah untuk mereka " Natasya membatin.


Taksi itu pun berhenti didepan sebuah hotel, Natasya pun turun setelah membayar ongkos. Dengan langkah gontai memasuki lobi hotel dan setelah memesan kamar, ia pun memasuki lift bersama seorang karyawan hotel menuju lantai 7 dimana letak kamar yang tertera pada kunci yang diberikan oleh resepsionis hotel.


" Silahkan nona, ini kamar anda " Ucap karyawan hotel setelah mengantar Natasya sampai didepan pintu kamar.


" Terimakasih, ini buat mas " Ucap Natasya sambil memberi dua lembar uang berwarna merah pada karyawan hotel itu.


Lianti pun masuk dan menutup pintu kamar.


 --------------------------

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2