
Cuaca dingin dipagi hari di desa gunung jati sudah hal biasa bagi para penduduk sekitar, berbeda dengan Natasya yang baru kali ini berada didesa itu, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi wanita itu masih meringkuk dibalik selimut tebal yang memang sudah disiapkan oleh suaminya untuk mengantisipasi hal ini.
Adrian yang sudah bangun sejak subuh sudah melakukan berbagai aktivitas, mulai dari menyapu halaman yang lumayan luas sampai membantu ayahnya membersihkan kandang ternak dibelakang rumah seperti yang dulu sering ia lakukan sebelum pergi ke kota. Setelah mandi dan rapi Adrian kini duduk santai diteras belakang sambil memandangi kolam ikan gurami yang sudah siap panen.
" Kak, kak Adrian ada yang nyariin tuh didepan " teriak adik Adrian dari dalam rumah.
" Siapa yud? " tanya Adrian sambil berjalan ke dalam rumah.
" 2 orang wanita, katanya disuru kemari sama ibu Mira " ucap yuda.
" Ooo " Adrian cuma ber Ooo ria aja dan berlalu meninggalkan yuda adiknya yang diam mematung tak mengerti.
*
" Selamat pagi pak Adrian, saya narti dan ini nuni, kami diutus oleh ibu Mira untuk bekerja pada anda " ucap salah satu wanita itu saat Adrian mempersilahkan mereka duduk dengan gerakan tangan.
" Cepat juga rupanya cara kerja bu Mira ini " gumam Adrian dalam hati.
" Bagaimana pak, apa kami bisa mulai kerja hari ini? " ucap wanita itu lagi, mendapati Adrian hanya diam.
" Ow bisa mbak, jadi begini sementara tugas kalian bantu bantu di rumah ini dan bantu istri saya kalau dia butuh sesuatu. Nanti kalau kami balik ke kota, kalian mau ikut atau tidak itu terserah aja " ucap Adrian.
" Oiya, penghuni rumah ini ada 6 orang, Itu sebelah kiri dan kanan rumah kakakku. Tapi kalian tidak harus bantu bantu di 2 rumah itu tapi cukup cuma dirumah ini..kalian faham? " Adrian menjelaskan.
" Faham pak, kalau begitu kami mulai bekerja saja " ucap wanita yang bernama nuni.
" Sebentar " Adrian menoleh kebelakang mencari keberadaan adiknya, " Yud..Yuda.."
" Iya kak, ada apa? " ucap Yuda tergopoh gopoh menghampiri kakaknya.
" Yud, tolong antarkan mbak mbak ini ke kamar belakang Karena mereka bekerja disini mulai hari ini " ucap Adrian pada adiknya.
" Baik kak, mari mbak " ucap Yuda mempersilahkan.
Tak berselang lama ibu Adrian muncul dari arah dapur, " Siapa lagi 2 wanita itu yang kamu bawa kemari Adrian? "
" Mereka yang akan bantu bantu dirumah ini bu, jadi ibu ngak repot lagi " ucap Adrian santai.
__ADS_1
" Lah terus, gaji mereka mau dibayarnya pake apa nak? " tanya ibu Adrian.
" Ibu tenang aja kalau soal itu, biar aku dan istriku yang mikirin gaji mereka. Ibu cukup tunjukin dan awasin mereka kerja " ucap Adrian.
" Yah sudah bu, aku ke kamar dulu " tambah Adrian, lalu bergegas pergi.
***
" Sayang ayo bangun, katanya mau ke Puskesmas " Adrian menggoyang goyangkan pundak istrinya yang masih terlelap.
" Mmmm selamat pagi, maaf sayang baru bangun ini. Padahal tadi sudah bangun loh, tapi karena kedinginan jadinya rebahan sambil selimutan eh malah tertidur lagi hehehe " ucap Natasya dengan suara serak.
" Iya ngak apa apa, sekarang buruan mandi dan berdandan cantik. Biar semua orang lihat kalau istriku sangat sangat cantik " goda Adrian.
" Ih apaan, pagi pagi gini udah ngegombal aja " ucap Natasya malu, lalu bergegas bangkit dari tempat tidur dan meraih handuk.
" Ngak apa apa dong, kan sama istri sendiri " jawab Adrian.
" Udah ah, aku mandi dulu " Natasya pun masuk ke kamar mandi.
" Iya " terdengar sahutan Natasya dari dalam, dan Adrian pun bergegas keluar kamar.
***
Tiga puluh menit kemudian Natasya keluar dari kamar berjalan sambil memeriksa tas yang dibawanya, sesampainya diruang tengah, " Bang, aku sudah sia.. " ucapannya terhenti tatkala melihat hampir semua anggota keluarga suaminya ada disana.
Semua mata takjub menatapnya, tak terkecuali ibu Adrian mertuanya. Natasya terlihat begitu modis dengan dandanan tipis, paduan switer berwarna salem dan celana levis model cutbray berwarna gelap membalut tubuh indahnya, Rambut yang diikat seadanya dengan poni tergerai lurus menggambarkan pancaran aura seorang model, ditambah tangannya menenteng tas yang senada dengan warna sepatu sandal yang ia gunakan.
" Kalian mau kemana? " tanya kakak Adrian yang bernama Nana
" Kita mau periksa ke puskesmas kak " jawab Adrian.
" Alah dasar manja.." celetuk ibu Adrian.
" Bu.." ayah Adrian menatap istrinya dan menggeleng.
" Hmm kalau begitu, kami pergi dulu. Oiya tolong kalian pantau kerjaan mbak nuni dan mbak narti, ajarkan yang mereka belum tau " ucap Adrian, lalu bangkit mensejejeri istrinya.
__ADS_1
****
" Istri saya sakit apa dok? " tanya Adrian yang gelisah duduk menunggu istrinya hingga selesai diperiksa.
Dokter itu tersenyum sebelum menjawab, " Nyonya Natasya baik baik saja, dan dari hasil pemeriksaan saya kemungkinan istri anda positif hamil. Tapi untuk lebih jelasnya bisa periksa ke dokter kandungan "
" Aapa dok? aaku hamil? Alhamdulillah ya Allah trimakasih " ulang Natasya tak percaya, dengan senyum bahagia dan kedua matanya sudah berkaca kaca ia mengucap syukur.
Begitu pun dengan Adrian, tanpa malu malu dipeluknya dan menghujani ciuman disetiap inci wajah istrinya itu, " Kita bakal punya anak sayang, Adrian junior sudah tumbuh didalam sini " ucapnya sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
" Trimakasih dokter " ucap mereka berdua, sebelum meninggalkan ruang periksa itu.
Diperjalanan pulang, " Sayang, baiknya orang rumah ngak usah dikasih tau dulu soal kehamilanku ini " ucap Natasya hati hati, takut suaminya tersinggung.
" Loh kenapa sayang? ini kan berita bahagia? mereka pasti ikut senang kalau tau benihku sudah tumbuh didalam sini " lagi lagi Adrian mengelus perut rata istrinya.
" Apa abang yakin mereka mau menerima anak ini? bukan kah mereka membenciku? " Natasya agak ragu.
" Iya aku yakin " ucap Adrian mantap.
" Oiya sayang, nanti setelah antarin kamu pulang, aku pergi sembentar ya..mau jumpa kawan lama " tambah Adrian.
" Aku mau ikut abang aja " Natasya merajuk.
" Sayang, kamu itu lagi hamil muda. Baiknya banyak banyak istirahat biar dede bayinya sehat " bujuk Adrian.
" Tapi aku takut sayang.." ucap Natasya sedih.
" Hus calon mommy kenapa takut mulu sih? oiya tadi ART yang aku minta dari penyalur sudah datang, mereka ada 2 orang untuk aku pekerjakan dirumah ibu, dan rencananya bayar gaji mereka pake duit kita. Ngak apa apa kan sayang? " ucap Adrian.
" Iya ngak apa apa sayang, nanti kenalin mereka ke aku " jawab Natasya.
" Iya sayang, namanya mbak Narti dan mbak Nuni. Mereka seperti seusia kak Nana deh kalau ngak salah sih " ucap Adrian.
BERSAMBUNG
__ADS_1