AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
PERTENGKARAN IBU VS ANAK


__ADS_3

Sesampainya dirumah Natasya langsung masuk kamar, karena Adrian pun langsung pergi untuk bertemu teman lamanya.


Setelah berganti pakaian rumahan, Natasya merebahkan diri diatas kasur sambil bermain phosel.


" Tokk tokk tokk " ketukan pintu dari luar kamar.


" Iya, masuk aja ngak dikunci kok " ucap Natasya menatap ke arah pintu.


" Maaf bu, ibu ditunggu didapur sama ibu mertua " ucap wanita itu saat pintu terbuka dan melihat Natasya.


" Baik, ini dengan mbak siapa?, aku akan segera ke dapur " jawab Natasya dengan ramah.


" Saya Narti bu.." ucap wanita itu lagi.


" Okey mbak Narti, silahkan duluan. Nanti aku nyusul setelah dari toilet " Natasya tersenyum.


Tak berselang lama Natasya sudah berada didapur, " Ibu, aku sudah disini? apa ada yang bisa aku bantu? " ucap Natasya sopan.


" Minta tolong bersihin dapur ini, ibu benar benar lelah habis masak " ucap ibu Adrian

__ADS_1


" Baik bu, serahin semuanya ke aku. Ibu istirahat aja " Natasya merasa senang bisa diminta tolongi oleh ibu mertuanya itu.


Natasya pun memulai membersihkan dapur, dengan memulai mencuci piring dan peralatan. Berselang 2 jam, dapur pun sudah kembali bersih dan rapi, " Uhh capek banget, akhirnya selesai juga kerjaanku " Beberapa saat sebelum kembali ke kamar, Natasya duduk disamping meja makan. Menghapus peluh dikeningnya lalu meneguk segelas air sambil memandangi hasil kerjanya dengan perasaan legah.


*


" Tasyaaaa " suara teriakan ibu Adrian dari luar kamar begitu memekakkan telinga.


Natasya seketika terbangun dari tidurnya, ia tersentak kaget mendengar namanya diteriakkan. Tanpa berfikir dan dalam kondisi kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya Natasya pun bangkit dan berlari keluar kamar menuju sumber suara, " Aada apa, iiya aku datang bu " jawabnya spontan.


" Plakkkk " sebuah tamparan keras menghantam pipi Natasya, seketika ia pun tersungkur dilantai. Dan tanpa dikomando cairan bening pun sudah mengalir dari kedua mata indah wanita itu menahan rasa nyeri, dipeganginya pipinya yang terasa panas dan dengan mulut yang tetap terkatup rapat. Dirinya benar benar tak menyangka kalau kemarahan ibu mertuanya kali ini sudah disertai tamparan.


Dengan berusaha menahan emosi Adrian menatap wanita yang melahirkannya itu, " Kenapa tega sekali ibu menampar Tasya ?"


Bukannya menjawab dan merasa bersalah, ibu Adrian malah semakin kesal, " Kenapa kamu malah membelanya Adrian? dia itu tidak berguna disuruh bersih bersih dapur saja tidak becus, ibu jadi terpeleset gara gara dia. Liat kening ibumu ini.." sahut ibu Adrian dengan nada marah sambil menunjukkan keningnya yang memerah.


Adrian seketika tercengang mendengar penuturan ibunya, " Apa? apa aku ngak salah dengar? ibu menyuruh istriku membersihkan dapur? " Adrian mengepalkan tangan, matanya menatap tajam.


" Hmmmmm " Adrian menarik nafas kuat kuat dan membuangnya kasar seolah menghempaskan kemarahannya yang memuncak.

__ADS_1


Dan beberapa saat kemudian Adrian kembali berkata, " Dirumah ini aku sudah siapkan ART, sekaligus 2 orang bu!, lalu kenapa malah menyuru tasya yang mengerjakan itu semua? ibu lupa, kalau dari kemaren tasya lemas, muntah muntah, dan hingga saat ini kondisinya belum pulih betul? apa ibu sengaja mau menyiksa istriku? " tanyanya dengan nada penuh penekanan.


Ibu Adrian sudah terjebak dengan kata katanya sendiri, namun ia tak mau mengalah dan tetap ngotot bahkan semakin marah, " Adrian, kenapa kamu terus saja membelanya? padahal jelas jelas dia mau mencelakai ibumu, Kalau begitu sekarang baiknya kau pilih ibu atau dia? " Teriaknya penuh amarah.


Natasya yang sejak tadi tertunduk menangis dalam dekapan suaminya mencoba menengahi, " Sudah bang, jangan dibantah lagi. Aku ngak apa apa " ucapnya lirih sedikit berbisik pada suaminya.


Mendengar itu Adrian terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang, " Bu, tasya ini istriku " dengan nada penekanan, " Jangan memintaku untuk memilih di antara kalian!, Yah aku tau seharusnya bagi seorang anak laki laki nilai ibunya berada diatas istrinya. Tapi kalau ibu memaksaku untuk memilih, maka aku akan memilih istriku! " jawab Adrian tegas.


Ibu Adrian seketika terdiam, jelas terlihat raut kecewa diwajahnya mendengar ucapan anaknya itu. Beberapa kali ia terlihat meredam emosinya, " Aku ibumu, aku yang melahirkan dan membesarkanmu, perempuan ini hanyalah benalu yang ingin menguasai uangmu.." teriak ibu Adrian lantang.


" Cukup bu!, aku peringatkan, juga buat semuanya jangan pernah coba coba melakukan ini lagi pada istriku. Karena aku tidak akan segan segan jika tau perbuatan kalian padanya " Adrian menatap semua orang yang ada diruangan itu, lalu menghela nafas sejenak dan melanjutkan kata katanya, " Tolong mengerti bu!, Tasya sepenuhnya tanggung jawabku Karena aku suaminya "


Melihat ibunya terdiam, " Ibu dan kalian semua perlu tau jika istriku bukan sengaja bermalas malasan dikamar seperti yang kalian duga. Itu bukan kemauannya, saat ini dirinya sedang ngidam, diperutnya mulai tumbuh mahluk kecil buah cinta kami, jadi aku mohon mengertilah kondisinya " ucap Adrian lirih.


" Dan 1 hal lagi yang harus kalian tau, yang menguasai disini atau apalah seperti istilah yang ibu bilang tadi tuh aku..aku anakmu ini bu!, yang dengan tidak tau malunya menumpang hidup sejak dulu hingga saat ini dan dengan nyaman memakai fasilitas dari istrinya " ucap Adrian dengan nada bergetar karena merasa malu dan rendah.


Setelah puas meluapkan emosinya, perasaan Adrian agak terasa plong, " Ayo sayang kita ke kamar. Nanti aku obati pipimu biar ngak lebam, mulai sekarang aku berjanji akan selalu ada disisimu dan tidak akan membiarkan siapun menyakitimu " ucap Adrian sambil menggendong istrinya ala bridal style ke kamar, meninggalkan ibunya dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan dan semua orang diruang tengah itu yang terdiam tenggelam dalam fikiran mereka masing masing.


 

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2