AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
MEMBONGKAR IDENTITAS


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya akan segera tiba, dimana Adrian akan dilantik menjadi perwira laut dan menyandang gelar sarjana. Natasya sudah mempersiapkan segala sesuatunya jauh jauh hari sebelumnya, termasuk untuk pesta syukuran kecil kecilan dikontrakan mereka.


" Sayang, besok keluargaku akan datang. Mereka akan menghadiri acara Wisuda " Ucap Adrian memeluk istrinya.


" Apa mereka akan nginap disini? terus, bagaimana dengan aku? bukankah mereka tidak tau kalau kita sudah menikah? " Natasya seketika menjadi takut dan gelisah.


Adrian menarik nafas panjang lalu dihembuskannya dengan perlahan, " Gimana ya sayang, ngak mungkin juga kalau mereka tiba disini dan langsung dikasih tau. Takutnya mereka syok dan acara wisudanya berantakan " Adrian ikutan gelisah.


" Jadi? gimana dong? " Tanya Natasya.


" Gimana kalau aku bilang kalau kita pacaran dan berencana akan menikah setelah berlayar sekali lagi? " Usul Adrian.


" Tapi kan kita tinggalnya bareng disini? Apa kata mereka coba? " Ucap Natasya ragu.


" Ngak gitu sayang, nanti kita bilangnya kamu juga baru datang dan ikut nginap disini untuk acara nanti. gimana? " Usul Adrian lagi.


" Artinya semua barang milikku dirumah ini harus disingkirin? mau dibawa kemana? " Ucap Natasya bingung.


" Ngak perlu kok, biarin aja tetap kayak gini, mereka ngak apa apa tau kalau ini kontrakan kamu tapi kamu sekarang kerja dikota lain. Intinya nanti aku yang jelasin ke mereka " Adrian berfikir sejenak, " Kamu cukup ikut mengiyakan saja nanti " Ucapnya.


" Oiya, kamar kita nanti ditempati orang tuaku. ngak apa apa kan sayang? " Ucap Adrian hati hati.

__ADS_1


" Iya ngak apa apalah sayang, mereka juga orang tuaku. kan aku nikah sama anaknya hehehe " Natasya mencoba menghibur diri agar bisa tenang.


Adrian lalu berbaring disofa yang mereka duduki dan paha istrinya dijadikan bantal, " Aku mau cerita soal keluargaku, kami 5 orang bersaudara dan aku anak ke 3. Kakak pertamaku namanya Nana, sudah berkeluarga dan punya anak 2 orang. Kakakku yang kedua namanya Nini, sudah menikah dan punya anak 1. Adikku yang pertama namanya Ari, dia baru semester 2 disalah satu universitas negri dikota P, yang terakhir tuh namanya yuda, dia masih pelajar SMA.


" Terus bapak sama ibu? " Tanya Natasya


" Bapak namanya pak Irwanto, pensiunan guru. Ibu namanya ibu tuti, beliau hanya ibu rumah tangga biasa " Adrian menghela nafas.


" Dulu kehidupan kami sangat sangatlah susah, Aku bersama ke 2 kakak tiap hari jualan kue keliling buatan ibu selepas pulang sekolah dan 2 adikku berjualan es lilin. Kebetulan didepan rumah disebrang jalan ada lapangan dan tiap sore selalu ramai dengan anak anak, ada yang bermain bola dan banyak juga yang sekedar nonton doang " Ucap Adrian.


" Oiya sayang, cerita juga dong soal keluargamu " Adrian mendongak menatap wajah istrinya.


" Hmm pengen tau aja, atau pengen tau banget nih? " Canda Natasya, mencoba menghindar untuk bercerita.


" Mmm baiklah, Aku anak bontot dari 4 orang saudara. Abang pertama namanya Rey, dia seorang dokter spesialis jantung. Abang kedua namanya hasbi, seorang pelaut dan Abang yang terakhir namanya Ruli, dia salah satu pengusaha real estate. Kalau papi namanya...." Natasya diam sejenak.


" Kamu tau siapa gubernur Bank Indonesia saat ini? " Tanya Lianti pelan.


" Pak Sujatmiko Rahardian " Jawab Adrian cepat, seakan penasaran.


" Aku Natasya Anjadi Rahardian " Ucapnya sambil menatap dalam mata suaminya.

__ADS_1


Andrian seketika duduk, " Ja jadi kamu putri dari pejabat itu? " Ucapnya terbata bata seakan tak percaya.


" Iya, beliau papiku "


" Dan mamiku Endang sapdiati, seorang dokter sekaligus pemilik rumah sakit Bakti dan tempat test kesehatan kemaren itu adalah salah satu cabang rumah sakit mami " Natasya seolah pasrah dengan terbongkarnya identitas dirinya.


" Sya, apa kamu ngak nyesel nikah sama aku? " Adrian tiba tiba merasa tak percaya diri.


" Kenapa harus menyesal? kan kita berdua memang saling cinta " Natasya memeluk suaminya.


" Apa keluargamu akan merestui hubungan kita? " tanya Adrian.


" Orang tua kami mengajarkan untuk tidak memandang tingkat kasta dan status sosial seseorang, Kriteria orang tuaku untuk mantunya cuma lihat dari pendidikannya dan bukan dari bibit bebet bobotnya " Ucap Natasya panjang lebar.


" Hmm itu sebabnya sejak awal aku berusaha agar kamu kuliah dan punya bekal pendidikan, agar bisa diterima dikeluargaku " Tambah Natasya lagi.


" Terimakasih sayang " Adrian membalas pelukan istrinya dan mereka pun saling berpelukan.


 


 

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2