
Udara sejuk menyambut tatkala memasuki gerbang gapura desa kampung gunung jati, desa yang terletak dikaki gunung itu terlihat begitu asri, hamparan hijau persawahan bertingkat menghiasi sisi sepanjang jalan menuju pemungkiman penduduk.
" Uhh..sejuknya hampir 5 tahun aku ngak pulang, benar benar rindu sama suasa kampung halamanku ini " ucap Adrian memejamkan mata sejenak.
Setelah kembali membuka mata, Adrian menatap istrinya yang masih tenggelam dalam mimpi indahnya, " Sayang, andai kamu ngak seperti ini kondisinya. Aku akan membangunkanmu agar kita bisa bersama sama menikmati keindahan dan kesejukan tanah kelahiranku ini ".
*
Angkot yang membawa rombongan Adrian berhenti di depan sebuah rumah dengan halamannya cukup luas.
" Sayang, ayo bangun..kita sudah sampai " ucap Adrian pelan, saat membangunkan istrinya.
" Udah sampai ya bang? maaf aku ketiduran tadi " ucap Natasya sambil mengucek matanya sembari mengumpulkan kesadaran, seketika ia merasa gugup saat secara tak sengaja matanya bersitatap dengan mata ibu mertuanya yang memancarkan aura kebencian.
" Kok malah benggong? ayo sayang " ajak Adrian yang sudah lebih dulu turun.
Natasya pun turun dibantu suaminya itu kemudian dipapah ke teras rumah, " Tunggu disini, aku bantu ayah turunin barang barang dulu " Adrian segera kembali ke depan setelah mendudukkan istrinya dikursi teras.
Setelah semua barang sudah dibawah masuk, Adrian pun kembali memapah istrinya ke dalam rumah dan langsung membawanya ke kamar pribadinya.
" Sayang, bagaimana kalau kita bersih bersih badan dulu sebelum istirahat? mandi bareng gitu " usul Adrian.
Belum sempat menjawab Natasya tiba tiba berlari ke kamar madi yang terdapat dikamar itu, " Huwekk huwekkk " lagi lagi rasa mual itu datang.
Adrian yang panik ikut berlari menyusul dan membantu memijat tengkuk istrinya, " Kamu ini sebenarnya kenapa sih? jangan bikin aku takut dong sayang " ucapnya cemas.
Natasya terduduk lemas dilantai kamar mandi setelah membasuh mulut dan wajahnya yang semakin terlihat pucat, " Mual itu datang lagi, kepalaku juga ikut pusing " ucap Natasya lemah.
" Ya sudah, sekarang istirahat dulu..besok pagi kita periksa ke puskesmas " ucap Adrian, lalu menggendong istrinya ala bridal style ke tempat tidur.
__ADS_1
" Kamu tidur aja dan jangan ngapa ngapain, Aku keluar sebentar ya Sya " Adrian yang bergegas berdiri setelah membaringkan Natasya, seketika kembali duduk saat tangannya dipengang oleh istrinya itu. " Ada apa sayang? " ucapnya sambil merapikan rambut yang menutupi kening istrinya dan mengecupnya.
" Aku aku takut sayang, ibu dan kakak kakak sepertinya ngak suka dengan kehadiranku disini " ucap Natasya lirih.
" Hmm kamu ini ngomong apa sih Sya? takut apa? suka ngak suka, mau ngak mau mereka harus terima. Toh sekarang kamu adalah nyonya Adrian dan merupakan bagian dari keluarga ini, jadi sudah seharusnya mereka memperlakukanmu layaknya perlakuan mereka ke aku " ucap Adrian lembut.
" Tapi sayang... " ucapan Natasya terpotong. Tatkala jari telunjuk Adrian menempel dibibir mungilnya.
" Sstt..jangan diteruskan, sekarang baiknya kamu tidur dan hentikan berfikir macam macam. ini perintah suami..tau kan dosa kalau dibantah? " ucap Adrian, lalu tersenyum.
Natasya pun tersenyum dan menganggukkan kepala tanda setuju.
Adrian merasa legah, " Nah gitu dong, selamat bobo ya sayang " Adrian menghujani ciuman disetiap inci wajah pucat Natasya sebelum meninggalkan kamar itu.
**
Setelah menutup pintu kamar pelan pelan, Adrian pun berjalan ke arah dapur untuk mengambil air putih buat istrinya, " Ibu lagi masak apa? wangi sekali, bikin perutku minta diisi nih " canda Adrian.
Andrian yang tak menyangka candaannya malah ditanggapi jawaban ketus dari sang ibu, " Bu, istriku punya nama..Natasya Anjani..panggil aja Tasya " jawab Adrian agak kecewa.
" Apa dia fikir dirumah ini ada pelayan? atau memang dasarnya dia tak tau diri? apa yang dilakukannya dikamar? " pertanyaan ibu Adrian dengan nada penuh kebencian.
" Tasya masih lemas bu, tadi habis muntah muntah lagi dan aku yang memintanya beristirahat dikamar. Kalau mau marah ke aku aja bu " Adrian menjelaskan panjang lebar.
" Dasar pemalas.." ibu Adrian kesal.
" Stop, ibu jangan menghina Tasya seperti itu. Dia istriku, menghinanya sama saja ibu menghina aku.
" Adrian, kenapa kamu belain wanita itu ketimbang ibumu? jangan jangan kamu kena pelet sama dia " bentak ibu Adrian.
__ADS_1
" Sudahlah bu, aku akan cari orang untuk bantu bantu disini biar ibu ngak usah repot repot lagi seperti ini " ucap Adrian mencoba mencari solusi.
Andrian pun meninggalkan dapur dimana mata tajam ibunya terus menatap punggungnya hingga menghilang dibalik pintu.
Sesampainya dikamar ia meletakkan gelas yang berisi air putih diatas meja, kemudian meraih phonselnya dan segera menghubungi seseorang.
" Assalamualaikum bu Mira " ucap Adrian saat telepon terjawab.
" Waalaikum salam, Ow mas Adrian ya? dari mana aja mas kok baru menghubungi ibu lagi? apa mas Adrian sudah siap kerja? kebetulan ada yang cari jasa sopir nih " ucap wanita yang disebut ibu mira itu.
" Maaf bu, aku sudah kerja. Maksud aku menghubungi ibu, aku butuh 2 orang buat bantu bantu dirumah. Apa ada bu? aku butuh segera, kalau bisa sih hari ini juga " Adrian mengutarakan maksudnya.
" Wah nak Adrian sekarang sudah hebat rupanya, memangnya kerja dimana kalau ibu boleh tau? " ucap ibu mira kepo.
" Alhamdulillah bu, aku kerja dikota. Jadi gimana bu? ada ngak orangnya? " Adrian tak mau panjang lebar.
" Oh ada mas, alamat mas Adrian masih sama kan dengan yang waktu dulu? " tanya ibu mira lagi.
" Iya bu masih sama " jawab Adrian singkat.
Setelah menetapkan besaran gaji perbulan, akhirnya ibu mira memproses pengiriman data ke kantornya dikota.
" Mas Adrian tunggu saja besok ya, kami akan usahakan " ucap ibu Mira
" Baik bu, aku tunggu. Trimakasih, Assalamualaikum " jawab Adrian.
" Kembali kasih mas, Waalaikumsalam.." ucap ibu Mira. Sebelum mengakhiri obrolan telepon.
--------------------------------
__ADS_1
BERSAMBUNG