AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
ADRIAN KE KOTA


__ADS_3

Flash Back On


Adrian sudah 2 bulan resmi jadi pengangguran setelah tamat SMA, segala cara ia coba untuk membantu ekonomi keluarga, dari mulai kerja disawah, kebun bahkan mengembala ternak dan membantu para warga yang butuh tenaganya. Dan hari ini dengan berbekal motor tua milik ayahnya Adrian pun menjadi tukang ojek.


Hampir 2 jam mangkal dipasar, " Mas ojek kan? tolong antar saya ke gunung putih (nama sebuah desa yang bersebrangan dengan desa gunung jati) " seorang ibu menghampiri Adrian.


" Baik bu, silahkan.." jawab Adrian sembari menghidupkan mesin motornya.


Bebera saat setelah motor melaju, " Mas, sudah lama narik? apa ngak minat kerja dikota? " tanya ibu yang saat ini jadi penumpang ojek Adrian.


" Ada keinginan sih bu, tapi aku cuma tamatan SMA dan juga belum pernah ke kota " ucap Adrian jujur.


" Mau ibu bantu? kalau minat, sekalian nanti mampir aja " ibu itu menawarkan jasa.


" Iya aku mau bu " jawab Adrian penuh semangat, ia sudah membayangkan enaknya kerja dikota.


Beberapa saat mereka pun tiba, " Ayo mas, mampir dulu. Sekalian ngobrol dan isi datanya, biar besok langsung ibu proses dikantor. Oiya kenalkan saya ibu mira " ucap ibu mira sambil mengulurkan tangan.


" Trimakasih bu mira, aku Adrian..Adrian Bagaskara " sambut Adrian.


" Silahkan duduk, ibu ambil blangko pendaftarannya dulu " ucap ibu mira, lalu melangkah masuk meninggalkan Adrian diteras.


" Memangnya lowongan apa yang ada bu? " tanya Adrian.


" Ibu salah satu staff dikantor penyedia jasa ART, boleh dikata penyalurlah begitu. Mungkin kamu bisa jadi tukang kebun atau sopir " ucap ibu mira menjelaskan.


" Gitu ya bu.." Adrian nampak sedikit down mendengar kerjaan itu, tadinya ia melambung tinggi bisa kerja dikantoran walau hanya sebagai pesuruh.


Namun karena tekatnya sudah bulat untuk pergi ke kota, Andrian tetap mengisi data untuk keperluan kerja. Dan setelah semua sudah selesai ia pun pamit.


Adrian mampir ke toko roti membeli beberapa sekedar buat mengganjal perutnya yang mulai keroncongan, " Hay Adrian kan? aku eko, ingat ngak? dulu kita satu SMP " sapa seseorang yang nampak sebaya dengannya.


Sejenak mengingat ingat, " Oh Eko, anaknya ibu bidan ya? apa kabar? " ucap Adrian kemudian.


" Alhamdulillah baik, eh sekarang lagi sibuk apa nih? " tanya Eko lagi.


" Yah seperti ini aja Ko, setelah lulus SMA kemaren aku narik ojek hehehe " ucap Adrian blak blakkan.


" Kenapa ngak lanjut kuliah? secara kamu itu salah satu murid yang cerdas di sekolah kita waktu itu, aku aja kalah jauh loh dari kamu " ucap Eko mengingat masa SMP mereka dulu.


" Hmm ayahku sudah pensiun dan kehidupan kami pas pasan, ngak mungkin bisa untuk kuliah " ucap Adrian sambil menunduk.


" Maaf ya bro, bukan maksud aku bikin kamu sedih " Eko merasa tidak enak.


" Ngak apa apa Ko, aku ada rencana mau ke kota buat nyari kerjaan " Adrian kembali bersemangat.


" Oya? kebetulan kalau begitu, besok aku mau balik ke kota apa kamu mau ikut sekalian? saat ini aku numpang dirumah kerabat ibuku, bagaimana? " Tawar Eko.

__ADS_1


" Apa tidak merepotkan kamu dan kerabat ibumu itu kalau aku ikut numpang disana? " tanya Adrian.


" Ngaklah, om dan tanteku itu cuma punya 1 anak. Secara rumahnya gede. jadi mereka pasti ngak keberatan " ucap Eko.


" Syukurlah kalau gitu Ko, aku mau ikut ke kota bareng kamu " Adrian sangat bersemangat kali ini.


" Nah gitu dong, besok kamu langsung aja ke rumahku. Kita berangkatnya agak siangan setelah urusan aku disini selesai " ucap Eko lagi.


Mereka pun saling pamit dan meninggalkan toko roti itu untuk kembali ke aktivitas masing masing.


*


Adrian langsung pulang ke rumah setelah pertemuannya dengan Eko di toko roti tadi, " Assalamualaikum " ucap begitu memarkir motor dihalaman rumah.


" Waalaikumsalam " disambut oleh ayah dan ibunya yang lagi duduk bersantai diteras depan rumah.


" Ayah..ibu, Adrian besok mau ke kota bareng Eko. Itu loh anaknya ibu bidan desa " ucap Adrian antusias.


" Kok tiba tiba gitu nak? " tanya ayahnya.


Andrian pun menceritakan soal pertemuan dan obrolannya dengan Eko tadi pada ke 2 orang tuanya itu. Setelah mendapatkan ijin, ia pun segera berkemas.


**


Adrian sudah 10 menit menunggu diteras rumah Eko, nampaknya pemilik rumah pada keluar. " Mungkin Eko masih sibuk dengan urusannya " ucap Adrian menghibur diri.


Tak berselang lama sebuah mobil berwarna hitam berhenti dan Eko pun turun dari mobil itu, " Maaf bro sudah lama nunggu? pengurusan berkas buat kuliahku baru selesai nih " ucap Eko.


" Okey, kalau ngak ada lagi yang ketinggalan..mari berangkat sekarang " Eko pun kembali berjalan ke arah mobilnya diikuti Adrian dibelakangnya.


**


" Om tante, ini Adrian teman Eko dari desa. Maaf ijin numpang tinggal disini sambil cari kerja " ucap Eko memperkenalkan Adrian.


" Oh ngak apa kok, jangan sungkan ya Adrian anggap aja rumah sendiri. Om sama tante sibuk dengan kerjaan jadi jarang dirumah " Sambut om Eko ramah.


" Trimakasih om, tante " ucap Andrian.


" Oiya om tante, kalau begitu kami pamit ke kamar " ucap Eko.


Mereka pun berlalu setelah mendapat anggukan dari om dan tante Eko.


Malam harinya Adrian mulai menyiapkan segala keperluan buat melamar pekerjaan besok, mulai dari berkas berkas sampai pakaian yang akan dikenakannya besok.


" Adrian, kenalin ini dewi sepupu aku putri satu satunya dari om dan tante " ucap Eko yang tiba tiba muncul dari balik pintu bersama seorang wanita cantik.


Adrian pun menghampiri dan mengulurkan tangan, " Hay, salam kenal aku Adrian " ucapnya dengan senyum.

__ADS_1


" Oiya kalian ngobrol dulu ya, aku ada urusan sebentar " ucap Eko menyambar kunci motor diatas meja.


" Hati hati bro " ucap Adrian, yang di balas dengan acungan jempol oleh Eko tanpa menoleh dan terus berjalan keluar.


Seketika ruangan jadi hening, baik Adrian mau pun dewi hanya diam dan larut dengan fikiran masing masing.


" Maaf, apa kamu besok ngak sekolah? " tanya Adrian sekedar memecah kesunyian.


" Sekolah kok kak, kan besok bukan hari libur " jawab dewi malu malu.


" Kalau gitu tidur gih, biar besok ngak kesiangan " Adrian merasa grogi.


" Apa kak Adrian mau aku bantu setrikain pakaian itu? " ucap dewi menunjuk pakaian Adrian yang teronggok diatas koper.


" Eh ngak usah, biar nanti aku kerjain sendiri " tolak Adrian.


" Ngak apa apa kok kak, aku juga belum nyiapin pakaian buat sekolah besok kan sekalian aja " tawar dewi.


" Tapi apa ngak ngerepotin nih ? " tanya Adrian.


" Sama sekali ngak ngerepotin kok kak " jawab dewi, lalu meraih pakaian Adrian itu.


***


**Keesokan harinya


Adrian** yang baru selesai siap siap dikamar mandi, terkejut melihat makanan yang tertata diatas meja disamping tempat tidurnya dan ada sebuah surat diatasnya.


" Jangan lupa sarapan dulu sebelum berangkat, ini masakan dewi spesial buat kak Adrian. Dihabisin ya kak, cari kerja butuh tenaga estra loh kak...hehehe"


DEWI


" Hmm apa yang ada difikiran anak itu ya? aku kok merasa risih gini " gumam Adrian sambil menarik nafas panjang dan dihembus perlahan.


Demi menghargai jeri payah Dewi yang sudah memasak untuknya, Adrian pun menyantap habis makanan itu sebelum berangkat.


****


Hari ini Adrian bangun lebih pagi, rencananya dihari ke 2 ini ia akan berangkat lebih awal bukan untuk langsung mencari kerja tapi sekedar menghindari Dewi yang sangat perhatian padanya.


" Maaf wi, bukannya aku ngak suka dengan perhatianmu, tapi aku sadar dan merasa ngak pantas menerima itu " gumam Adrian.


Pukul setengah 7 Adrian pun sudah duduk di halte tapi bukan untuk naik bus, itu karena dia keluar terlalu pagi, " Hmm warung itu jual nasi putih, baiknya aku tunggu sampai buka. Lumayan buat sarapan " ucap Adrian menatap isi dompetnya.


Flash Back Off


 

__ADS_1


 


BERSAMBUNG


__ADS_2