AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
PULANG KAMPUNG


__ADS_3

Hari ini sesuai permintaan ayah mertuanya, Natasya pun ikut bersama suaminya dan keluarga pulang ke desa gunung jati. Buat seorang Natasya perjalan ini cukup jauh dan melelahkan, sudah hampir 5 jam mereka menempuh perjalanan dengan bus namun belum juga sampai.


Natasya benar benar tersiksa menahan rasa mual yang tiba tiba, " Hmm mungkin aku masuk angin " gumamnya dalam hati.


" Apa tempatnya masih jauh? " tanya Natasya sambil berbisik ditelinga Adrian.


" Ngak, sebentar lagi nyampe kok. Setelah desa ini ada terminal, nanti kita turun disana lalu naik angkot ke desa gunung jati " jawab Adrian menjelaskan dan dibalas anggukan oleh Natasya.


Adrian sama sekali tidak menyadari kondisi istrinya yang terus berusaha menahan mual yang semakin menjadi jadi.


Berselang 30 menit bus pun sudah memasuki terminal, penumpang mulai turun satu persatu setelah bus berhenti dan pintu terbuka.


Natasya langsung menyerobot antrian orang orang didepan pintu dan segera turun, " Kamu kenapa sayang? tanya Adrian saat mengekori istrinya yang buru buru turun dan tiba tiba berjongkok menutup mulutnya.


Belum sempat menjawab, " Howekkk howekk " Natasya tak dapat lagi menahan rasa mual yang sejak tadi mendera.


Adrian yang terkejut dan ikutan berjongkok sambil memijit tengkuk istrinya, " Ayo aku gendong ke halte itu, disini panas " ucap Adrian.


Dan betapa terkejutnya Adrian melihat wajah pucat Natasya saat mendongak mensejejerkan pandangan sambil mengangguk, " Kamu sepertinya sakit Sya.." Adrian yang panik seketika berdiri menggendong istrinya ketempat yang lebih teduh.


*


" Drekkk drekkk drekkk " phonsel Adrian berbunyi.


" Adrian, kamu dimana? main ilang gitu aja. cepat bantuin ayahmu nurunin barang barang dari bus " terdengar suara wanita dari phonsel dengan nada kesal.

__ADS_1


" Iya maaf bu, aku di halte nungguin tasya " ucap Adrian.


" Gara gara wanita itu lagi? bertingkah sekali dia ya? " suara teriak wanita diphonsel yang disebut ibu oleh Adrian.


" Tasya sakit bu, dia lemas habis muntah muntah dan sangat pucat " Adrian mencoba memberi pengertian.


" Oogitu ya? jadi, kalau ayahmu yang nantinya sakit karena kecapean..kamu biarin aja? dan kamu lebih milih ngurusin wanita ngak jelas itu? dasar anak durhaka " ibu Adrian makin kesal.


" Bu, tasya istriku segala apapun yang berkaitan dengannya adalah tanggung jawabku " Adrian pun ikut kesal.


" Sudah kalau begitu, urusi saja wanita benalu itu " setelah berucap, ibu Adrian seketika memutus sambungan telepon.


" Hmm ibu ibu, selalu saja membesar besarkan masalah " ucap Adrian sambil mencoba menghubungi seseorang.


" Tuttt tuttt tutttt " sambungan panggilan keluar dari phonsel Adrian.


" Ini sudah turun semua kok nak, memangnya kamu dimana? sejak tadi ibumu mencari, apa istrimu ada bersamamu? " terdengar suara tenang ayah Adrian.


" Aku khawatir yah, Tasya sepertinya sakit. Tadi habis muntah muntah sekarang lemas dan pucat banget " Adrian curhat pada ayahnya.


" Kalau begitu tetap temani istrimu, kasian anak orang itu. Nanti ayah suruh angkotnya lewat situ biar jemput kalian " ucap ayah Adrian bijak.


" Terimakasih ya yah " ucap Adrian.


Dan setelah sambungan telepon terputus, Adrian kembali menatap wajah Natasya yang semakin pucat, " Sya..tasya, kamu tahan sedikit ya. Sebentar ayah kemari menjemput kita " Adrian benar benar khawatir.

__ADS_1


" Aaku haus bang, kepalaku pusing banget dan mual ini juga masih belum ilang " ucapan Natasya terbata bata dan matanya terpejam.


" Kamu ngak apa apa ku tinggal sendiri disini? apa kamu bisa? biar aku beli air di warung itu sebentar " Adrian agak ragu meninggalkan istrinya di halte itu duduk sendirian.


Tiba tiba sebuah angkot berhenti tepat di depan mereka, Nana kakak Adrian menyembulkan kepala dari dalam angkot, " Dek, ayo cepat naik " ucapnya pada Adrian.


" Ayo sayang, angkotnya sudah datang " Adrian segera bangkit dan kembali menggendong Natasya menuju angkot.


" Apa apan ini? " Ibu Adrian kesal melihat kelakuan anaknya.


" Tasya sepertinya sakit bu, tolong ibu ngertiin " ucap Adrian memohon.


" Paling juga masuk angin, ngak usah manja deh " kakak Adrian menimpali.


" Kak.." ucapan Adrian menggantung, wajahnya terlihat memerah menahan amarah.


" Sudah sudah, Adrian..nana.. kalian jangan ribut lagi. ayo jalan pak sopir " ucap ayah Adrian menengahi perdebatan kedua anaknya. Dan angkot pun melaju keluar terminal menyusuri jalan menuju kampung gunung jati.


Adrian menatap istrinya yang terlihat sangat lemas dan pucat, " Baiknya kamu tidur aja sayang, Nanti aku bangunin kalau udah sampai ya " ucapnya sambil menarik perlahan kepala istrinya untuk bersandar dipundaknya.


Dengkuran halus terdengar dari mulut Natasya, ia seperti merasa nyaman dalam pelukan suaminya dan Akhirnya tertidur, " Hmm istirahatlah sayang, moga bangun nanti kamu kembali segar " ucap Adrian sambil mengecup kening dan membelai rambut istrinya dengan lembut.


Dan tanpa Adrian sadari ada beberapa pasang mata yang memandang sinis ke arah mereka.


 

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2