
Terik matahari siang ini terasa begitu panas seakan ingin membakar hingga membuat orang orang enggan untuk keluar rumah. Tapi tidak berlaku pada Natasya, peluh yang bercucuran tak menyurutkan semangatnya untuk terus menunggu sang suami, dirinya masih saja duduk diwarung yang tak jauh dari gerbang kampus tempat dilaksanakannya acara wisuda.
Namun berselang beberapa saat Natasya mulai jenuh, ia melirik jam dipergelangan tangannya dan kini menyadari kalau sudah hampir 2 jam setelah Live Streaming acara wisuda itu berakhir namun Adrian belum juga menghubunginya.
Natasya pun mencoba menghubungi Adrian, " Tutttt tuttt tutttt " nada panggilan terhubung.
Dan tepat dipanggilan ke 3, " Iya hallo, kamu kemana Sya? kami sudah dari tadi sampai dikontrakan " ucap Adrian dengan nada penuh penekanan.
" Aaku sejak tadi menunggu disini " jawab Natasya terbata bata.
" Menunggu? dimana? Sya, kenapa kamu begitu bodoh sih? bukannya pulang malah nunggu ngak jelas gitu " Adrian mulai kesal.
Mendengar itu Natasya hanya terdiam, ia merasa sedih dan tak menyangka kalau tanggapan yang akan di dapat dari suaminya seperti ini. Seakan dirinya tak dianggap samasekali saat ini.
" Hallo..hallo Natasya, kenapa malah diam hah? jangan jangan kamu berfikir kalau keluargaku sengaja soal undangan tadi pagi itu " teriak Adrian dengan nada marah karena merasa dicuekin.
" Ngak usah teriak, aku ngak budek " ucap Natasya yang mulai kesal juga.
" Aku tau kamu memang ngak ada niatan untuk hadir sejak awal, entah ada apa dihotel itu sampai kamu lebih milih tidur disana ketimbang bareng kami dikontrakan ini " Adrian benar benar lepas kontrol.
" Sudahlah sebaiknya nikmati aja kebahagian hari ini bersama keluargamu dulu sana, agar otakmu bisa sedikit dingin dan kalau memang kamu berfikir yang salah itu aku, maka ngak apa apa toh semua tadi bisa juga berjalan lancar tanpa aku "
" Natasya Anjani, jaga ucapanmu. Aku minta pulang sekarang juga " bentak Adrian.
" Nanti aja, aku capek ingin istirahat " ucap Natasya sinis.
" Mau pulang sendiri atau aku kesana dan menyeretmu pulang? " ucap Adrian dengan nada penuh penekanan.
" Hmm baiklah.. dinginkan otakmu jangan marah marah mulu, aku segera kesana " ucap Natasya mengalah.
" Dari tadi kek, bantah mulu. Kamu itu jadi istri paling susah diatur " oceh Adrian sebelum mengakhiri sambungan telepon.
*
Hanya butuh 20 menit Natasya pun sudah tiba di depan kontrakan, sesuai rencananya hari ini dikontrakan mereka akan diadakan acara syukuran dan ternyata saat ini sudah terlihat beberapa teman Adrian yang sudah datang.
Natasya masuk dan mencoba tersenyum pada semua orang yang menatapnya, " Dari mana kamu? " ucap wanita paruh baya yang suaranya sudah mulai familier ditelinga Natasya.
__ADS_1
Natasya pun menoleh ke sumber suara, " Maaf bu, tadi aku nunggu diwarung tak jauh dari kampus itu " jawabnya sesuai fakta.
Mendengar jawaban itu, wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu Adrian itu pun seketika menghentikan kegiatannya menata hidangan dan berbalik menatap Natasya, " Kamu fikir aku percaya? dasar wanita ngak beres, sana masuk cuci piring " ucapnya tak ramah.
Tanpa bantahan lagi Natasya pun masuk dan langsung ke dapur, " Hmm sabar sabar.." ucapnya pelan sambil mengusap dadanya.
Acara hari itu pun berjalan lancar hingga selesai, para tamu sudah pada pulang dan tinggal hanya sesama penghuni rumah kontrakan petak itu saja, " Mbak Natasya nya kemana ya bu? sejak tadi ngak kelihatan? " tanya salah seorang tetangga.
" Ada didalam, anak itu baru saja datang entah habis keluyuran kemana " jawab ibu Adrian santai.
Wanita penghuni kontrakan sebelah itu pun seketika mengernyitkan dahi seolah berfikir sejenak, " Masak iya mbak Natasya kayak gitu? setau saya yang nyiapin buat acara hari ini tuh dia. kan saya sama ibu haji pemilik kontrakan yang ikut bantu cariin catering yang enak " ucapnya seolah tak percaya.
" Yang punya hajatan tuh anak saya Adrian, jadi sudah pasti yang nyiapin semua ini saya dan keluarga. Wanita ngak tau diri itu cuma benalu disini, Dia terus nempel pada anak saya. Tau kan pelaut itu duitnya banyak " ucap ibu Adrian kesal.
Semua yang ada diruangan itu hanya diam dan larut dengan fikiran mereka masing masing mendengar ucapan ibu Adrian yang terkesan sombong.
**
Natasya duduk berselonjor kaki disofa sambil memijat keningnya yang terasa berdenyut, ia nampak kecapean setelah seharian cuci piring dan beberes setelah acara selesai.
Melihat ibu mertuanya ikut duduk disofa, sontak Natasya memperbaiki posisi duduknya sembari menunduk tak berani menatap, " Maaf bu, aku cuma istirahat sebentar " ucapnya pelan.
" Sya..tolong buatin kopi buat teman temanku " ucap Adrian yang tiba tiba muncul dari balik pintu utama.
" Baik, tunggu sebentar saya....." jawab Natasya terputus dan menggantung, tadinya ingin menyebut kata sayang pada suaminya seperti biasa namun melihat wajah mertuanya yang menatap tak suka padanya maka kata itu berakhir dengan kata saya.
***
Malam harinya keluarga Adrian berkumpul diruang tamu menonton acara Tv. Natasya pun tak ketinggalan, ia duduk seakan bersembunyi disamping suaminya.
" Adrian, Natasya..ayah ingin lihat buku nikah kalian, boleh tolong ambilkan? " ucap Ayah Adrian membuka obrolan.
" Baik ayah, tunggu sebentar " ucap Adrian pada ayahnya lalu menoleh pada Natasya, " Sya, kamu ambilin kertas yang waktu itu ya " perintah Adrian.
Natasya segera pergi ke kamar dan tak berselang beberapa saat ia pun kembali dengan membawa kertas ditangan sesuai yang ayah mertuanya minta.
Setelah menerima kertas bukti pernikahan dari Natasya, ayah Adrian pun mulai membaca isi kertas itu, " Hmm ini bukan buku nikah tapi surat keterangan nikah, itu artinya kalian nikahnya secara siri " ayah Adrian, menjelaskan.
__ADS_1
" Iya ayah benar, kami nikah siri setahun yang lalu sebelum aku berangkat prala " ucap Adrian.
" Kenapa nikah siri? kan bisa nikah di KUA? " tanya ayah Adrian.
" Nikah di KUA urusannya ribet yah, persyaratannya macam macam dan harus menjalani masa pranikah. Padahal jadwal keberangkatanku sudah mepet " jawab Adrian panjang lebar.
" Hmm ayah tak bisa berkata apa apa lagi kalau begitu, ayah merestui kalian walau sungguh disayangkan kalian menikah secara siri dan tanpa minta ijin dari kami, ayah harap secepatnya kalian isbat nikah " ucap bijak ayah Adrian.
" Ayah ini apa apaan sih? pernikahan mereka itu tidak sah karena cuma nikah siri dan tidak ada persetujuan dari pihak keluarga " ibu Adrian tersulut emosi.
Ayah Adrian menoleh dan menatap lekat istrinya, " Bu, harusnya kita bersyukur mereka sudah menikah dan sah secara agama. Bukan kah itu lebih baik dari pada mereka tinggal barengan tanpa ikatan? jatohnya zina loh, iya kan Bu? " ucap ayah Adrian lembut.
" Tapi yah...ach semua gara gara wanita ini " ucap ibu Adrian kesal, lalu berbalik menatap sinis dan nunjuk ke arah Natasya.
" Sudahlah Bu, jangan memperumit keadaan " ayah Adrian menasehati istrinya.
" Oiya ayah mau tanya pada kalian berdua, khususnya pada kamu Natasya. Apa orang tuamu juga sama tidak taunya seperti kami? " ayah Adrian menatap Adrian dan Natasya secara bergantian, seakan mencari kejujuran dari keduanya.
" Maaf ayah, mereka juga belum tau. rencananya nanti kami akan ke kota J menemui keluargaku saat Adrian akan berangkat berlayar lagi " jawab Natasya gugup karena sadar tatapan sinis ibu Adrian yang terus tertuju padanya.
" Baiklah kalau begitu rencana kalian. Oiya Adrian, besok ikut kami pulang kampung ajak Natasya juga, biar keluarga besar kita tau kalau kamu sudah menikah dan sekalian perkenalkan istrimu pada mereka " ucap ayah Adrian pada anaknya.
Adrian menoleh pada Natasya yang duduk disampingnya seolah minta persetujuan, " Iya yah, kami akan ikut pulang " jawab Adrian setelah mendapat anggukan persetujuan dari istrinya.
***
CATATAN :
Nikah siri adalah sebuah pernikahan yang dilakukan atas dasar aturan agama dan sah, tapi pernikahan ini tidak tercatat diKantor Urusan Agama.
Isbat Nikah adalah permohonan pengesahan pernikahan siri yang diajukan ke pengadilan untuk dinyatakan sah dan memiliki kekuatan hukum.
-------------------
BERSAMBUNG
MAAF BARU BISA UP LAGI, KEMARIN AKUN NT AUTHOR TERLOGOUT DENGAN SENDIRINYA DAN TAK BISA MASUK LAGI. TAPI ALHAMDULILLAH SEMUA SUDAH TERATASI BERKAT BANTUAN PIHAK NT🙏🙏🙏
__ADS_1