
Seperti yang sudah direncanakan hari ini Natasya lagi lagi tidak masuk sekolah dan sudah meminta ijin pada pihak sekolah, namun bukan karena ada job catwalk melainkan untuk pergi bersama Adrian mendaftarkan kuliah sesuai kesepakatan mereka.
" Sya, kamu tau dari mana soal kampus ini? " Tanya Adrian, saat mereka sudah berjalan memasuki halaman kampus.
" Tau dari om geoogle..hehehe " Jawab Nasya santai.
" Allahu Akbar... Sya, ini bukan main main loh..bayarnya pake duit bukan daun " Adrian menepuk jidatnya mendengar jawaban cuek wanita itu.
" Ih siapa juga yang main main? nih aku searching sejak tadi " Natasya memperlihatkan phonselnya ke Adrian.
" Gimana kalau, daftarnya dibatalin aja dan kita pulang.." Sedikit penekanan pada nada suaranya, menandakan kalau Adrian serius.
" Lah kenapa? tanggung banget, udah nyampe sini juga kok? " Natasya pun ngotot tak mau kalah.
" Tapi sya, kita ngak bisa asal daftar kalau ngak tau jelas gimana gimananya " Adrian mencoba menjelaskan, agar Natasya bisa berfikir ulang.
" Ngak jelas banget ih, gimana gimana apanya sih? " Natasya terlihat bingung.
" Tasya sayang...." tanpa sadar kata itu lolos begitu saja dari mulut seorang Adrian
" Maaf maaf " menutup mulut dengan telapak tangan, " Maksud aku gini loh, kita pulang dulu dan cari tau soal kampus ini, apa itu pelayaran? bagaimana dan mau ngapain kedepannya? ".
" Aku sudah tau kalau soal itu semua " Celetuk Natasya masa bodoh.
" Iya tapi tau dari geoogle kan? " Adrian mulai kehabisan kata.
" Ngak, abang Hasbi alumni kampus ini dan sekarang bekerja dikapal minyak " Natasya dengan nada santainya menjawab dan tetap focus pada layar phonselnya.
" Bang Hasbi? siapa? pacarmu? " ucap Adrian agak melemah. Entah kenapa mendengar mulut Natasya menyebut nama laki laki lain, hati Adrian terasa sakit.
__ADS_1
" Hahaha pacar dari hongkong? " Natasya tertawa lepas mendengar ucapan Adrian, " Bang Hasbi yah abang Hasbi..abang tuh kakak ya kalau bahasa sini? " Seolah mikir padahal bingung sendiri.
" Nah betul nih kata om geoogle abang tuh kakak, iya bang Hasbi itu kakak aku saudaraan gitu " Celotehnya mencoba memperjelaskan namun nyerocos sendiri.
" Oo kakak kamu ya? " Ucap Adrian legah
" Iya, nih orangnya " lagi lagi mengarahkan layar phonselnya memperlihatkan foto keluarganya lengkap.
**
Setelah hampir satu jam menunggu loket pendaftaran kembali terbuka setelah jam istirahat makan siang.
Adrian sudah berdiri mengantri bergabung dengan para calon pendaftar yang mulai kembali ramai.
Setelah mendapat giliran, " Mau ambil jurusan apa? " Tanya petugas loket pada Adrian sambil menyodorkan tiga buah map berbeda warna.
" Maaf pak, sebentar saya mau tanya adik saya dulu " Adrian mundur dan berjalan ke arah Natasya.
" Mmm warna apa ya? " Berfikir dan bertanya pada diri sendiri,
" Puyeng ahh, pilih yang Biru aja deh..kan laut itu biru, jadi pelaut harusnya milih warna biru..hehehe " Natasya tak mau pusing lagi.
" Okey, Adrian pun dengan ketidak tauannya maju kembali ke loket dan memilih warna biru sesuai yang Natasya mau.
Setelah pengisian formulir dalam map biru dan melengkapi berkas berkas yang diminta, Adrian kembali maju menyerahkan map itu kembali pada petugas loket.
" Silahkan selesaikan pembayarannya diBank depan gedung ini " menyerahkan slip pembayaran.
Mereka pun pulang ke kontrakan Natasya setelah mendapat tanda bukti pembayaran.
__ADS_1
***
Kedekatan Natasya dan Adrian pun mengalir begitu saja, entah sudah berapa kali Adrian bolak balik ke kontrakan Natasya, mereka pun tak lagi canggung dan mulai dekat sejak mereka sering bersama.
" Mulai hari ini kamu tinggal disini aja sambil nunggu jadwal masuk asrama " Ucap Natasya tiba tiba, saat ia dan Adrian makan bersama dikontrakan
" Uhuk uhuk uhuk " Adrian tersedat karena kaget dengan segera meraih gelas yang berisi air untuk ia minum, lalu.." Ngak Sya, entar orang orang bisa salah faham sama kita " Ucapnya
" Orang orang yang mana? orang aku udah lapor pak RT kok dan diberi ijin " Natasya masih dengan ciri khas cueknya, " Aku bilang ke pak RT kalau kakak sepupuku datang dari kampung dan mau tinggal sementara bareng aku disini sambil nunggu kuliahnya "
" Tasya Tasya..kamu itu penuh kejutan banget ya, aku makin mengikatkan diri padamu kalau sudah seperti ini. Aku berjanji akan menjadikanmu wanita satu satunya dalam hidupku " Adrian berbicara pada dirinya sendiri didalam hati.
" Woi kok malah bengngong? noh abisin makanannya..mubazir tau.." Colekan Natasya dihidung mancung Adrian membuatnya tersentak dari lamunannya.
" Eh iya, ini juga baru mau makan lagi " ucap Adrian salah tingkah.
Mereka pun kembali makan dengan lahap tanpa suara dan tanpa perbincangan lagi.
****
" Gimana, mau ngak tinggal disini? ngak usah takut aku jinak kok..hahaha " Natasya kembali bertanya namun diselingi candaan.
" Kamu serius kan? " Adrian masih tidak percaya.
" Seriuslah, ngapain coba aku omongin lagi kalau ngak serius " Natasya menatap Adrian dengan tatapan serius.
" Baiklah kalau gitu, nanti aku pamit pada temanku dulu dan besok aku pindah ke sini " Ucap Andrian lalu tersenyum menatap wanita bak malaikat berwujud manusia yang telah dikirim Tuhan buatnya yang kini duduk dihadapannya.
" Nah gitu dong, kamu nurut aja apa kata aku..hehehe " Natasya tersenyum puas.
__ADS_1
-----------------------
BERSAMBUN****G