AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
KEMARAHAN ADRIAN


__ADS_3

Adzan subuh baru saja berkumandan dari toa masjid yang tak jauh dari kontrakan petak Natasya, Adrian dan keluarga pun sudah bangun sejak tadi. Mereka nampak sibuk untuk menghadiri acara wisuda hari ini, " Kenapa Natasya belum pulang juga ya? " gumam Adrian dalam hati, ia nampak gelisah karena istrinya belum juga pulang sejak pergi kemarin.


Dan tepat jam 6 pagi, Adrian mulai kesal menunggu. di raihnya phonsel miliknya diatas meja, " Tutttt tutttt tutttttt " Adrian mencoba menghubungi Natasya.


" Hallo, kamu dimana sih? " ucapnya dengan nada kesal saat panggilan tersambung.


" Aku di hotel X, maaf semalam ngak pulang karena ada kerjaan dan mungkin hari ini juga ngak bisa ikut hadir di wisuda kamu " Natasya mencoba tegar.


" Hah? Apa? kamu bilang ngak bisa hadir? ngak, harus datang kamu Sya.. " nada suara Adrian mulai meninggi.


Natasya seketika terdiam mendengar kemarahan Adrian, sejujurnya ia sangat ingin hadir diacara istimewa suaminya itu tapi percakapan keluarga yang didengarnya kemarin benar benar membuatnya sakit hati bahkan merasa tidak dibutuhkan disana.


" Kenapa diam? " Adrian mulai emosi karena Natasya tak merespon ucapannya.


" Aaku cucuma ngak ingin kamu ribut dengan ibu dan saudara saudaramu karena aku, sayang " Ucap Natasya terbata bata.


" Eh kamu ngomong apa sih Sya? keluargaku jangan di buat alasan karena kamu lebih milih kerjaanmu ya.. " Adrian mulai teriak teriak tak terkendali karena amarah.

__ADS_1


Ibu Adrian yang mendengar anaknya marah dan teriak teriak datang menghampiri, " Ada apa nak? kenapa marah seperti itu? cepatlah bersiap, kita akan berangkat kan? " ucapnya.


" Ibu tolong tinggalin aku ya.." Adrian mencoba mengendalikan dan menurunkan nada bicaranya.


" Tapi nak, kita bakal telat kalau nunggu dia itu " Ibu Adrian terang terangan menunjukkan ketidak sukaannya.


" Bu, aku mohon dengan sangat. jangan ikut campur. kalau memang ibu dan yang lain pengen berangkat duluan, silahkan.." Adrian mulai lepas kontrol dan kesal pada ibunya.


" Adrian kamu membentak ibu karena wanita itu? sadar kamu dek, dia bukan siapa siapa kita " Kakak Adrian tiba tiba muncul dari dalam ikut menimpali.


Natasya di ujung phonsel mendengar pertikaian itu menjadi merasa tidak enak, " Sayang sudah.. sudah, aku ngak apa apa. Jangan marah pada ibu " ucapnya pelan.


" Ngomong apa kamu Adrian? mana bisa kamu nikah tanpa restu dari kami " Ibu Adrian ikutan marah, " Ayah, buruan kesini.." Teriak ibu Adrian memanggil suaminya yang masih berada didalam kamar.


Mendengar keributan itu, Ayah Adrian pun keluar kamar menghampiri istri dan anaknya dengan tergopoh gopoh, " Ada apa ini? kenapa malah ribut ribut begini? " Tanya nya.


" Tanya anak kamu ini " ucap ibu Adrian dengan tatapan sinis.

__ADS_1


" Adrian, ada masalah apa? kenapa ibumu jadi marah seperti ini? " Tanya ayah Adrian bijak.


" Ayah, ibu dan semua nya..Aku minta maaf kalau ini salah menurut kalian, karena kenyataannya memang kami sudah menikah..kalau ditanya alasannya kenapa? aku cuma bisa bilang, kami ngak mau terjadi zina " ucap Adrian pelan sambil menunduk. Terdiam sejenak, " Hmm sejak dikota ini aku numpang tinggal dikontrakan milik Tasya dan dia juga yang membiayai kuliahku sejauh ini " Tambah Adrian dengan suara bergetar.


Ayah Adrian juga terkejut mendengar penuturan anaknya seperti istrinya tadi, namun ia mencoba menyikapi dengan bijak, " Sudahlah kalau begitu, toh sudah terjadi juga..nanti kamu dan istrimu ikut kami pulang ke kampung " ucapnya sambil menepuk nepuk bahu Adrian yang terus menunduk.


" Ayah, apa apaan itu yah..ibu ngak setuju " Ibu Adrian sewot.


" Bu, ayo kita siap siap berangkat, nanti saja ini dibahas lagi. Jangan rusak hari Wisuda anakmu " Ucap ayah Adrian yang bergegas pergi dan menarik lengan istrinya.


**


Se****peninggal orang tuanya, Adrian kembali focus pada phonselnya yang sejak tadi masih tersambung dengan Natasya, " Sya, kamu sudah dengar semuanya kan? sekarang siap siap, aku langsung kesana jemput kamu.." Adrian mulai melunak.


" Tapi sayang.." ucap Natasya masih ragu.


" Aku ngak suka dibanta Sayang, kurang lebih 20 menit aku sudah disana..bersiaplah, aku tunggu dilobi ya " Adrian pun mengakhiri panggilan telepon.

__ADS_1


 ---------------------


BERSAMBUNG


__ADS_2