AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
PERTEMUAN PERTAMA


__ADS_3

*Plash Back On


Kala itu Natasya Anjani masih tercatat sebagai siswi disalah satu SMA dikota Xx, Kemandirian yang ada didalam diri gadis belia itu membawa langkahnya merantau dan menempuh pendidikan jauh dari kota kelahirannya.


Walau terlahir dari keluarga yang terbilang cukup mampu namun kehidupan yang dijani Natasya jauh dari kata mewah, ia menempati sebuah rumah kontrakan sederhana, bahkan ke sekolah pun hanya menggunakan kendaraan umum.


Dianugrahi tubuh proporsional dan paras yang cantik membawah langkahnya terjun ke dunia fashion, bahkan ia banyak dilirik agency model.


Dan kesempatan itu pun tak disia siakan oleh Natasya untuk mengumpulkan pundi pundi Rupiah.


Pagi itu Natasya bangun kesiangan karena semalaman mengerjakan tugas matematika yang pengumpulannya terakhir hari ini.


Setelah mandi, berpakaian dan mengunci pintu dengan terburu buru, Natasya berlari kemenuju halte yang tak jauh dari kontrakannya.


" Brakkk..." Natasya terkejut setelah tas yang diayunkannya menyambar tangan seseorang.


" Maaf ngak sengaja, tadi itu aku buru buru " Ucapnya dengan sigap lalu berjongkok membatu orang itu memunguti barang barangnya yang sudah berserakan.


" Ngak apa apa, mungkin ini memang hari sialku " Jawab laki laki itu dengan nada agak pelan.


Mendengar ucapan itu Natasya menjadi sedih, matanya menatap nanar kantong kresek milik laki laki itu yang ternyata berisi nasi putih kini sudah tergeletak di tanah. " Maaf sekali lagi.. kalau kamu ngak terburu buru, apa boleh kita ngobrol sebentar?  aku mohon " Ucapn Natasya lagi sangat berharap.


" Hmm baik lah nona, kita ngobrol dihalte itu " tunjuk laki laki itu dan diikuti ekor mata Lianti.


" Ngak jangan disana, kita ngobrol ditempat itu aja " Ucap Natasya pengarahkan telunjuk dan pandangan ke arah warung diseberang jalan


" Nona, jujur aja tuk saat ini aku belum bisa mentraktir orang..aku baru beberapa hari dikota ini dan baru hari ini mencari kerja " Laki laki itu terlihat sedih


" Sebagai permintaan maafku, aku yang traktir kamu, jadi ikut aja karena aku ngak suka penolakan " Seketika naluri nona muda dari keluarga wijaya pun muncul kepermukaan.


Mereka pun berjalan beriringan menyeberangi jalan menuju warung yang dimaksud.


" Mau pesan apa? " Tanya Natasya setelah mereka duduk berhadapan dipojok warung.


" Terserah kamu aja nona, aku ngak ada alergi atau pilih pilih makanan kok "


" Baik lah, samain aja mbak kayak pesanan aku " Ucap natasya pada pelayan

__ADS_1


" Oiya, kenalkan namaku Adrian Bagaskara..panggil aja Adrian, aku dari kota A dan datang ke kota ini tuk mencari pekerjaan " Adrian memperkenalkan diri.


Karena Adrian tak mengulurkan tangan saat memperkenalkan diri, maka Natasya berinisiatif mengulurkan tangannya untuk dijabat, " Perkenalkan juga aku Natasya Anjani..cukup panggil Tasya, aku siswi SMA xx dan asalku dari kota J "


Jabat tangan pun berakhir saat pelayan datang membawa pesanan mereka. Dan dengan lahap tanpa bersuara mereka menghabiskan makanan masing masing.


Selesai membayar tagihan dikasir Natasya pun mengajak Adrian mampir ke kontrakannya yang tak jauh dari tempat itu.


" Kamu disini sendiri Sya? "


" Mm maaf maksud aku tasya "


Adrian terlihat malu karena terdengar sok akrab.


" Santai aja, panggilan itu juga terdengar manis kok hehehe " Natasya mencoba menyingkirkan kecanggungan pada Adrian.


" Iya, disini aku tinggal sendiri dan dikota ini aku juga ngak ada keluarga " Natasya berucap jujur.


Entah mengapa ia begitu percaya pada sosok laki laki sederhana yang baru dikenalnya ini.


" Aku sementara ini menumpang di rumah teman, agak jauh dikit sih dari sini " Mengambil jedah sejenak dan menarik nafas lalu dihempas pelan pelan, " Aku sih ada beberapa keluarga dikota ini, tapi ya..aku ngak mau jadi beban mereka "


" Kamu kok ngak coba daftar kuliah? Eh maaf..bukan maksud aku.." Natasya merasa ngak enak karena keceplosan.


" Hahaha kamu ada ada aja, boro boro kuliah kerjaan aja belum dapat dapat gini " Adrian tau apa yang difikirkan Natasya


" Tapi sayang loh, ijazah kamu nunjukin kalau kamu termasuk orang yang pinter nih " Tanpa malu malu Natasya membuka satu persatu isi amplop coklat berisi berkas berkas kelengkapan buat melamar pekerjaan milik Adrian.


" Kuliah itu butuh biaya nona, ngak cuma sekedar nilai ijazah bagus doang " Ucap Adrian


" Gimana kalau kamu mendaftar dikampus pelayaran? " Kata kata itu spontan keluar dari mulut seorang Natasya.


" Hahaha udah ah..becandanya ngak lucu tau " Adrian gemes pada gadis polos didepannya ini.


" Aku ngak becanda tuan Adrian Bagaskara! "


Adrian terdiam lalu menatap serius pada Natasya saat mendengar namanya disebut lengkap dengan embel embel tuan pula.

__ADS_1


" Nona Natasya Anjani, anda jangan membuat aku berhayal terlalu tinggi, karena buat aku bisa makan tiap hari saja tuh sudah hal paling bagus dalam hidupku " mengusap wajahnya dengan kasar


" Aku berasal dari keluarga yang kurang mampu, aku anak ke tiga dari lima orang saudara dan ayahku cuma pensiunan..."


Mendengar itu Natasya jadi merasa tidak enak sendiri, " Maaf ya..maaf banget kalau kata kataku tadi bikin kamu baperan, aku ngak ada maksud merendahkan atau apa lah itu namanya..." Natasya bingung menjelaskan maksudnya.


" Mulai hari ini kita sahabatan dan aku mau bantu kamu dalam hal ini..bagaimana? "


" Kamu ngak sakit kan? " Adrian menempelkan punggung telapak tangannya pada kening Natasya sesaat,


" Kamu itu masih tanggungan orang tuamu, jadi jangan macem macem.."


Tanpa menjawab Natasya lalu bangkit dan berjalan ke kamarnya, beberapa saat kemudian ia keluar lagi dengan membawa tumpukan kertas dan buku kecil. " Kamu liat sendiri aja, aku serius sejak tadi " ucapnya sambil menghempas pantatnya ke sofa setelah menyerahkan bawaannya kepada Adrian.


Mata Adrian membulat membaca tulisan dikertas kertas yang Natasya sodorkan padanya, Surat perjanjian kontrak kerja atas nama Natasya Anjani dengan nominal pembayaran lima juta rupiah dalam satu event "


" Sekarang kamu percaya kan? " Ucap Natasya.


" Tapi Sya, aku merasa tak pantas menerima kebaikan kamu ini. siapalah aku ini? " Adrian masih tak mau menerima tawaran wanita itu.


" Begini, anggap aja ini utang dan kamu boleh bayar setelah kamu kerja nanti...gimana? " Natasya tetap kekeh


" Tapi Sya, aku takut ngak bisa? " Adrian masih juga belum mau menerima tawaran itu.


" Apaan pake tapi tapi mulu sejak tadi, bilang iya aja napa? "


" Tugas kamu cuma belajar, biar bisa diterima dikampus itu..okey? " Ucap Natasya sedikit memaksa.


" Hmmm baiklah nona, mulai sekarang aku ikut aja apa kata nona Natasya "


" Nah gitu dong, kan cakep tuh hehehe " Natasya tertawa senang.


Dan Adrian tersenyum melihat kepolosan dan ketulusan gadis yang baru beberapa jam dikenalnya itu, " Mulai sekarang aku akan menjagamu dan akan membahagiakanmu kelak..aku berjanji akan menjadi seperti yang kamu inginkan " Ucap Adrian didalam hati.


 ----------------------------


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2