AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
KONTRAK KERJA


__ADS_3

Setelah hampir seminggu istirahat total, hari ini kondisi Natasya nampak sudah membaik, rasa mual dan tingkah aneh yang dialaminya karena bawaan hamil pun mulai berkurang.


" Sayang, habis ini kita balik ke kamar ya.. ada yang mau aku omongin " bisik Adrian pada Natasya yang duduk disebelahnya sesaat setelah membaca pesan chat yang baru saja masuk ke phonselnya. Dan dibalas anggukan oleh istrinya itu.


Saat ini mereka sedang sarapan bersama keluarga setelah beberapa lama harus sarapan berdua dikamar karena kondisi Natasya yang tidak memungkinkan untuk ke ruang makan, sudah menjadi rutinitas pagi hari dikeluarga Rahardian melakukan sarapan bersama sebelum memulai rutinitas masing masing.


Beberapa saat berlalu ritual sarapan pun selesai, Natasya berpamitan untuk kembali ke kamar dan diikuti oleh Adrian yang memang sengaja menunggunya selesai.


Mereka pun meninggalkan ruang makan dan berjalan ke arah tangga naik menuju lantai 2 dimana kamar mereka berada, " Ada apa sih bang? " tanya Natasya penasaran.


Adrian tak langsung menjawab pertanyaan itu, ia terus saja mengekori istrinya. Setelah sampai di depan pintu ia pun mensejejeri Natasya dan menyntun istrinya itu ke arah tempat tidur, " Duduk dulu sayang " ucapnya sembari mengambil phonselnya dari dalam saku, " Coba baca ini " ucapnya memperlihatkan chat yang tadi diterimanya.


Phonsel itu pun berpindah ke tangan Natasya, " Kapan berangkatnya? " tanya nya setelah membaca isi pesan chat yang ditujukan pada suaminya.


" Belum tau sih sayang, biasanya setelah tanda tangan kontrak itu baru waktu keberangkatannya ditentukan " Adrian menjelaskan.


" Tapi, hari ini abang dipanggil belum untuk tanda tangan kontrak kan? " tanya Natasya dengan nada sedikit bergetar walau dengan susah payah menyembunyikan rasa gelisahnya.


" Yah maybe yes maybe no " jawab Adrian seadanya, ia tak tau kalau mood wanita dihadapannya ini sudah ngak baik.


" Jadi, abang mau pergi? " tanya Natasya lagi sembari menunduk.


Adrian yang baru menyadari perubahan sikap istrinya itu seketika berjongkok dan menangkup pipi istrinya itu dengan kedua tangannya, " Sayang, ada apa? kok jadi cemberut gini? " ucapnya hati hati, tidak ingin bumil ini sedih dan berdampak pada kehamilannya.

__ADS_1


" Aaku ngak apa apa, buruan sana siap siap nanti kesiangan loh..bang " ucap Natasya menepis tangan Adrian sembari memandang ke arah samping, ia tak ingin suaminya itu melihat kegelisahan dimatanya.


" Hey kalau sudah begini apa apa ini..jangan menghindar seperti itu sayang, katakan ada apa? apa yang mengganggu fikiran istri cantikku ini? " ucap Adrian sedikit menggoda, berusaha mengembalikan mood istrinya.


Adrian menarik Natasya ke dalam pelukannya dan benar saja seperti biasa wanita itu seketika tenang saat sudah bersandar di dada bidang sang suami dan merasakan hangat dekapan yang kini jadi candu buatnya.


*


Adrian pun berangkat setelah melewati drama melankolis bersama istri tercintanya yang kian hari kian sensitif sejak hamil dan mengidam.


Dengan mengendarai mobil alphard berwarna putih milik istrinya, Adrian pergi memenuhi panggilan dari perusahaan pelayaran yang sebentar lagi menjadi tempatnya bekerja.


Hampir 1 jam lamanya Adrian bergelut dengan kepadatan dan kemacetan yang memang sering terjadi dikota J saat pagi hari dan jam jam pulang kantor. Beberapa saat kemudian mobil yang dikemudikan Adrian pun sudah memasuki pelataran parkir kantor berlantai 4 dan terlihat megah itu.


Adrian pun berjalan memasuki gedung kantor, " Permisi mbak, pak Arya nya ada? " tanyanya pada resepsionis yang berjaga di lantai dasar.


" Saya ada panggilan datang hari ini, setelah medical check up beberapa waktu lalu " ucap Adrian menjelaskan.


" Baiklah, mas tunggu sebentar saya cek dulu " dengan segera resepsionis itu pun memeriksa daftar panggilan untuk crew hari ini.


" Bisa lihat tanda pengenalnya mas? " ucap resepsionis itu lagi.


" Iya, nih.." Adrian menyerahkan KTP nya.

__ADS_1


Setelah mencocokkan data KTP dan data di layar monitor, petugas resepsionis itu pun mempersilahkan Adrian naik ke lantai 3 bagian crewing dimana ruangan pak Arya berada.


Adrian pun berjalan ke arah lift bergegas masuk dan menuju lantai 3, sesampainya dilantai itu ia pun mencari ruangan yang tadi disebutkan oleh resepsionis. Tak membutuhkan waktu lama ruangan yang dicari akhirnya ketemu juga, " Permisi, selamat pagi pak " ucapnya sambil mengetuk pintu yang tidak tertutup.


" Selamat pagi, silahkan masuk " jawab seseorang dari dalam.


Adrian pun berjalan masuk lalu sedikit membungkukkan badan memberi hormat sembari tersenyum pada laki laki yang di sebut pak Arya, dan orang itu seketika mengalihkan pandangan dari laptopnya ke arah kedatangan Adrian.


" Silahkan duduk dulu " ucap laki laki itu, kemudian mengangkat telpon, " Dokumen atas nama Adrian Bagaskara, tolong bawa ke ruangan saya " ucapnya pada orang di seberang telpon.


Beberapa menit kemudian dokumen yang diminta pun sudah diantarkan oleh seseorang, " Silahkan pak Adrian baca dan pelajari dulu. Siapa tau ada yang ingin ditanyakan sebelum ditanda tangani " ucap pak Arya.


Sejenak Adrian membaca dengan teliti kertas yang merupakan dokumen kontrak kerja, " Maaf pak, apa bisa ahli warisnya bisa di ganti? " tanya Adrian, seketika memandang pak Arya.


" Disitu tercamtum yang menjadi ahli waris orang tua kan? berdasarkan KTP pak Adrian yang berstatus lajang, kecuali kalau sudah menikah pastilah istri yang dimasukan " Pak Arya menjelaskan.


" Eh iya pak, maaf " jawab Adrian salah tingkah dan di balas senyum oleh pak Arya.


" Ada lagi? " tanya pak Adrian.


" Tidak ada lagi pak, ini langsung saya tanda tangan aja " jawab Adrian cepat, kemudian membubuhi tanda tangan di ketas itu.


Setelah menyerahkan kertas itu dan berbincang sejenak soal tanggal keberangkatan, soal aturan apa dan bagaimana sampai ke kapal. Adrian pun berpamitan pada pak Arya.

__ADS_1


-------------------------------


BERSAMBUNG


__ADS_2