
Adrian yang baru tiba dirumah langsung naik ke kamarnya, ia langsung membuka pakaiannya dan meletakkannya dikeranjang cucian yang ada didekat ruang ganti. Karena merasa tubuhnya lengket dan gerah karena keringat seharian, ia pun cuma berfikir ingin mandi dan tidak terfikir untuk mencari keberadaan istrinya yang saat ini tidak ada dikamar mereka.
Setelah ritual mandi selesai Adrian pun segera berpakaian, kemudian ia merebahkan diri di kasur empuk. Tak lama kemudian matanya pun terpejam dan ia pun sudah jauh terlelap ke alam mimpi.
Menjelang malam seorang wanita cantik dengan wajah yang sudah ditekuk masuk dan menghampiri tempat tidur dimana Adrian masih terlelap dengan nyamannya.
" Abang.. abang..bangun, ayo cepat bangun " ucapnya merajuk.
Adrian membuka matanya karena merasa terusik, " 5 menit lagi ya sayang, aku capek banget nih " ucapnya sembari memutar posisi badannya membelakangi Natasya.
" Bangun sekarang ihhh, ayo bang " ucap Natasya dengan sedikit memaksa.
" Apaan sih Sya, aku masih ngantuk dan benar benar capek " Adrian merasa kesal tanpa sadar membentak istrinya itu.
Natasya seketika terdiam, ia berusaha menahan air yang terasa akan meleleh dari kedua matanya. Ditatapnya punggung laki laki yang kini menjadi suaminya itu dengan tatapan nanar, " Baiklah, aku ke bawah aja " ucapnya dengan suara bergetar dan terdengar sedih.
Adrian pun tersentak dan menyadari kesedihan hati istrinya, seketika ia pun langsung bergegas duduk, " Sasayang maaf..." ucap Adrian menggantung saat melihat istrinya sudah keluar kamar. " Achh dasar bodoh kamu Adrian, panjang deh urusan kalau gini.." ucapnya memaki diri sendiri sembari mengusap kasar wajahnya.
Rasa kantuk dan capek seketika hilang, Adrian bergegas bangkit dan berjalan ke kamar mandi. Beberapa saat ia pun keluar dengan segar dan bermaksud menyusul istrinya ke lantai bawah.
*
" Ci..kamu liat bunda ngak? " tanya Adrian pada Cici keponakan Natasya yang berpapasan dengannya ditangga.
" Bunda tadi sama eyang ditaman belakang, coba aja om susul kesana mungkin mereka masih disana " ucap Cici.
__ADS_1
" Ogitu, terimakasih ya Ci..." ucap Adrian sembari tersenyum pada remaja itu.
" Sami sami om...Cici pamit ke kamar kalau gitu " balas Cici dan juga tersenyum sebelum berlalu.
Adrian pun kembali menuruni anak tangga dengan sedikit berlari, " Jangan lari lari gitu, entar bisa jatoh loh. Istrimu aman kok di rumah ini " celetuk seorang wanita berseragam jas putih, kedua tangannya masih menenteng tas. Tampaknya ia baru saja pulang kerja.
" Eh kak Maya, sore kak..baru pulang? " ucap Adrian cengengesan karena malu.
" Iya dek baru nyampe ini, lanjut sana cari istrimu. Kakak mau ke kamar " ucap Maya masih dengan nada bercanda dan dibalas dengan senyuman malu oleh Adrian.
Setelah Maya sudah hilang dari pandangan, Adrian pun kembali bergegas menuju taman belakang sesuai info dari Caca dimana istrinya berada saat ini.
Sesampainya di pintu kaca pembatas ruang makan dan taman belakang, Adrian seketika menghentikan langkahnya tatkala melihat istri dan mertuanya sedang ngobrol akrab dengan seorang laki laki, " Siapa laki laki itu? kenapa aku merasa ngak senang melihat keakraban nya dengan istri dan mertuaku? ada apa ini? " berbagai pertanyaan berkecamuk dalam fikiran Adrian.
Adrian pun langsung mencoba tersenyum, dan melanjutkan langkah, setelah mengitari kolam renang yang cukup luas Adroan pun kini berdiri di belakang Natasya.
" Duduk Nak.." ucap mami Tuti, mempersilahkan .
Adrian pun mengikuti perintah ibu mertuanya itu, ia duduk ditengah antara mertua dan istrinya tanpa berkata apa apa dan terus menatap tajam ke arah laki laki yang juga duduk disebelah istrinya itu.
Menyadari suasana yang begitu canggung, " Oiya nak, kenalin ini wisnu..dia ini masih sepupunya Natasya " ucap mami tuti menjelaskan pada Adrian.
" Wisnu, ini Adrian suaminya Natasya. Menantu baru mami " ucap mami tuti pada Wisnu.
" Hay.." ucap Adrian dan Wisnu bersamaan, mereka pun tersenyum dan saling berjabat tangan.
__ADS_1
" Wisnu ini seorang pilot pesawat luar loh nak Adrian, dia jarang pulang ke Indonesia. Eh sekalinya pulang yang disamperin atau dicari pertama selalu aja Tasya padahal yang kangen dia tuh mami sebenarnya, mungkin karena mereka sering bareng dari kecil..sudah seperti abang kamu si Ali tuh. Pulang layar pasti minta adiknya pulang juga " celoteh mami tuti ngalir, tanpa sadar wajah menantunya sudah merah padam menahan rasa kesal.
" Mi, mas Wisnu, aku permisi ke dalam dulu.." ucap Natasya yang menyadari tatapan tajam suaminya.
" Mau ngapain dek, kan mas masih kangen. Kok malah masuk sih " Wisnu yang tau perubahan mimik wajah Adrian yang kesal semakin menunjukkan kedekatannya dengan Natasya.
" Tasya lagi kurang sehat nu, biarkan dia istirahat. Kan ada mami yang juga kangen kamu " mami Tuti tersadar akan kondisi Natasya.
" Kalau gitu aku pamit ya mi..mas Wisnu " Natasya pun bergegas pergi.
" Aku juga pamit mi, mau temani Tasya " ucap Adrian yang juga bangkit dari duduknya melihat ke pergian istrinya.
" Iya nak, pergilah kalian istirahat. Wisnu biar mami yang temani " ucap mami Tuti.
" Iya mi, aku pamit "
" Mari Wisnu, aku pamit istirahat. Senang berkenalan denganmu " ucap Adrian basa basi.
" Iya, Adrian. Aku juga senang berkenalan dengan suami Tasya " ucap Wisnu dengan sindiran halus untuk Adrian.
Setelah bersalaman dengan ke dua orang itu, Adrian berjalan dengan cepat nyusul istrinya.
-------------------------
BERSAMBUNG
__ADS_1