AKU BUKAN SIMPANAN

AKU BUKAN SIMPANAN
CEMBURU


__ADS_3

Setelah pamit pada mertuanya Adrian pun berjalan dengan cepat, saat sudah memasuki pintu pembatas ruang makan dan taman belakang ia pun berlari menaiki tangga menuju kamarnya dilantai 2 mengejar istrinya yang sudah lebih dulu pergi.


Matanya mengitari setiap sudut saat pintu kamar terbuka dan ia tak mendapati sosok yang dicarinya, " Sya..kamu lagi apa sayang? " tanya nya sembari berjalan mendekati pintu kamar mandi saat telinganya menangkap suara air dari dalam sana.


Namun tak ada jawaban dari dalam sana, Adrian pun memilih untuk mencari udara segar di balkon kamar sembari menunggu istrinya.


10 menit kemudian Natasya keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju tempat tidur, melihat itu Adrian dengan buru buru menghampiri, " Sayang, aku mau ngomong " ucapnya saat duduk di bibir tempat tidur di samping istrinya yang sudah merebahkan diri.


Natasya yang masih merasa kesal tak menanggapi omongan suaminya itu, ia malah berbalik dan memunggungi laki laki itu.


Melihat itu Adrian terpancing emosi, " Sya, siapa Wisnu itu? dan apa hubungan kalian selama ini, sepertinya kalian sangat dekat kan? " ucap Adrian dengan nada sedikit keras.


Natasya seketika mengambil posisi duduk dan hampir berhadapan dengan suaminya itu, " Dengar baik baik ya bang, mas Wisnu itu masih sepupu aku dan teman sejak kecilku seperti yang mami ceritain tadi " jawab Natasya, yang juga dengan nada kesal.

__ADS_1


" Tapi aku lihat, si Wisnu itu tidak mengganggap kamu sedekedar sepupu atau teman kecil doang? apa aku yang salah menilai orang ya? " sindir Adrian.


" Yah itu hak nya mas Wisnu lah, ngak mungkin juga aku ngelarang orang buat suka atau semacamnya " Natasya dengan nada dibuat sedikit santai.


" Ow artinya kamu tau kalau Wisnu itu ada hati ke kamu sejak dulu, iya kan? " todong Adrian marah.


" Abang ini kenapa sih? " ucap Natasya kesal.


" Aku yang harus nya nanyak kamu kenapa? " timpal Adrian tak kalah kesal.


" Sepertinya mami sangat dekat dan suka dengan si Wisnu itu, bahkan menurutku mami sangat mendukung kedekata kalian. Seandainya kita belum menikah, mungkin kamu akan di jodohin sama Wisnu " uvap Adrian dengan nada penekanan dengan wajah yang terlihat jelas menggambarkan rasa cemburu.


" Bang, asal abang tau ya..orang tua kami bukan penganut perjodohan dan tidak pernah mengatur harus dengan siapa anak anak nya menikah, kami diberi kepercayaan menentukan pasangan hidup tanpa embel embel bibit bebet bobot. Hanya satu syarat yang mereka mau dari calon mantunya yaitu harus berpendidikan " Natasya yang kesal sejak tadi mencoba menjelaskan baik baik dan menekan ego nya, " Dan satu hal lagi yang ditekankan oleh papi dan mami pada kami dari awal, jangan pernah memperkenalkan pacar atau membawa nya ke rumah ini kalau belum yakin itu lah sosok mantu mereka " tambah Natasya.

__ADS_1


" Tapi jujur aku ngak suka si Wisnu itu dekat dekat kamu Sya.." timpal Adrian.


" Dekat seperti apa yang abang maksud? bukan kah tadi disana ada abang dan mami juga kan? kami ngak ngobrol berdua loh " bantah Natasya.


" Sudahlah, pokoknya mulai sekarang jaga jarak kamu dengan si Wisnu itu..titik " ucap Adrian tak ingin dibantah lagi.


Setelah menyelesaikan kata katanya Adrian pun bergegas ke kamar mandi buat sikat gigi.


------------------------------


**BERSAMBUNG


Maaf kalau agak lambat up, saat ini author masih dalam kondisi kurang sehat🤒🙏

__ADS_1


Trimakasih buat para pembaca, mohon dukungan nya berupa like, komen, dan vote nya ya🥰**


__ADS_2