
Rumah megah milik keluarga Rahardian seketika begitu ramai, semua penghuni rumah ikut berkumpul menyambut kepulangan putri satu satunya dikeluarga itu.
Adrian merasa begitu bahagia karena bisa masuk dan diterima dengan baik di keluarga Rahardian, ia sama sekali tak menyangka wanita sederhana dan pekerja keras yang dikenalnya secara tak sengaja itu merupakan tuan putri di kerajaan petinggi perbankan dan bisnis keuangan dinegara ini.
Bayangan hidup mandiri yang di lalui Natasya selama ini melintas begitu saja, " Kamu benar benar penuh kejutan sayang " ucap Adrian dalam hati sambil menatap kagum setiap sudut ruangan tempat dimana ia kini berkumpul dengan keluarga besar istrinya.
Tak terasa malam pun kian larut, Natasya disarankan untuk segera ke kamarnya untuk beristirahat, tanpa banyak komentar lagi Natasya pun mengajak serta suaminya yang sejak tadi kebanyakan diam, " Bang ayo temani aku istirahat " ucapnya.
" Ayo sayang.." Adrian pun segera bangkit menghampiri istrinya dan membantu wanita itu berdiri. Setelah pamit pada kedua orang tua dan semua yang ada diruangan itu, mereka pun bergegas ke kamar.
Adrian tampak terkagum kagum melihat kamar Natasya yang mewah dan luas, sangat jauh jika dibanding dengan kontrakan petak yang selama ini mereka tempati.
" Sayang langsung bersih bersih gih, kopernya ada di ruang ganti itu " ucap Lianti yang langsung berbaring di kasur empuknya. " Bang, abang..kok malah benggong disitu sih? ayo bruan bersih bersih, aku sudah ngantuk nih " Lianti menoleh saat tak mendengar suara pintu ditutup.
" Iya sayang, aku ke kamar mandi dulu ya..kamu tidur aja ngak usah nungguin " Adrian yang salah tingkah, ia dengan tergesa gesa berjalan ke kamar mandi.
Hampir setengah jam sudah Adrian duduk di atas closet padahal samasekali tak buang air, ia sedari tadi tenggelam dalam lamunan yang seakan masih tidak percaya dengan kenyataan yang saat ini ada di hadapannya.
" Brakkkk " tiba tiba terdengar bunyi benda jatuh. Dan itu membuat Adrian seketika tersentak dan tersadar, " Astaga.." ia pun menoleh ke bawah dimana lantai sudah dipenuhi ceceran sabun cair yang tertumpah karena tersenggol tangannya tanpa sengaja.
Dengan cekatan Adrian pun membersihkan lantai kamar mandi itu agar tidak licin, setelah semuanya rapi seperti semula, Adrian pun buru buru menyelesaikan ritual bersih bersih badannya sebelum keluar.
Adrian membuka pintu kamar mandi dengan perlahan dan berjalan ke arah ruang ganti tanpa bersuara mencari kopernya, ia tak mau mengganggu Natasya yang terlihat sudah terlelap tidur dengan lelapnya. Dan tak berselang lama ia pun sudah rapi dengan piamanya dan bersiap menyusul istrinya ke alam mimpi.
__ADS_1
*
" Huweekk huwekkk " Adrian terbangun mendengar suara, ia meraba kesamping kirinya dan berusaha mengumpulkan kesadarannya. Dan seketika itu pun ia spontan terduduk saat menyadari istrinya tidak ada disisinya.
Dengan cepat ia berlari ke kamar mandi, " Kamu mual lagi sayang? kok ngak bangunin aku sih? kalau kamu kenapa napa, gimana? " celotehnya sambil membantu mengusap tengkuk istrinya yang terlihat begitu pucat.
Natasya tak dapat berkata kata, ia terduduk lemas dilantai kamar mandi setelah berkumur dan membasuh wajahnya diwastafel. Melihat itu Adrian dengan sigap langsung meraih tubuh dan menggendong istrinya ala bridal ke tempat tidur, setelah itu ia bangkit dan berjalan ke arah sofa untuk mengambil tas dan mengeluarkan minyak kayu putih dari dalam sana yang selalu di bawa kemana mana oleh istrinya semenjak sering mual karena ngidam.
Natasya pun kembali tertidur setelah tubuhnya di baluri minyak kayu putih, ia merasa enakan karena mualnya sudah berkurang, sementara itu Adrian masih terus mengelus punggung istrinya dengan penuh kasih sayang hingga ia tertidur dengan posisi duduk dan nyender pada kepala tempat tidur.
" Tokk tokk tokk " pintu kamar diketok dari luar.
Lagi lagi Adrian tersentak dan terbangun, " Siapa? " ucapnya sambil berjalan ke arah pintu dan membukanya.
" Maaf tuan, anda dan nona ditunggu untuk sarapan " ucap seorang Art yang sudah berdiri di depan pintu.
Setelah Art itu berlalu, Adrian langsung membersihkan diri dikamar mandi. Dan tak berselang beberapa saat setelah Adrian berpakaian pintu kamar pun diketuk lagi dari luar, " Tokkk tokkk tokk "
" Iya sebentar " Adrian bergegas membuka pintu kamar, " Mami, sisilahkan masuk mi..tatapi Tasya masih tidur " ucap Adrian gugup.
" Tasya kenapa nak? " tanya mami dengan nada khawatir sambil berjalan ke arah tempat tidur dimana putrinya berbaring, dirabahnya kening tasya, " Syukurlah tidak demam " tambahnya.
" Tadi subuh Tasya mual lagi mi, dan muntah muntah sampai lemas gitu " Adrian mencoba bersikap wajar dan tak terlihat gugup.
__ADS_1
" Iya nak, itu pengaruh ngidamnya aja. Kakakmu maya akan periksa Tasya siang ini, untuk sementara kamu temani aja istrimu disini Nanti mami suruh anterin sarapan kalian " ucap wanita paruh baya yang terlihat anggung.
" Terimakasih mi " cuma itu yang bisa keluar dari mulut Adrian saking gugupnya ia didepan ibu mertuanya.
" Oiya, kalau kamu butuh apa apa, tinggal pencet telpon yang didinding itu. Tiap nomornya terhubung disalah satu ruangan dirumah ini dan untuk saat ini kamu cukup hafal nomor 1 itu terhubung ke dapur dan nomor 5 terhubung ke kamar mami " ucap mami sebelum melangkah keluar kamar.
**
Jam menunjukkan pukul 11 siang saat Natasya baru saja selesai mandi, " Auw perih, tutup semua jendela dan juga pintu itu bang..Aku ngak kuat liatnya " teriaknya tiba tiba sambil menutup matanya dan menunjuk ke arah balkon.
Adrian dengan segera menutup jendela dan pintu tanpa bertanya lagi, sekalipun tak tau apa yang terjadi namun yang pasti ia tak mau istrinya kesakitan.
" Kamu kenapa sayang? ayo buka matamu, sudah aku tutup semuanya " ucapnya menghampiri istrinya setelah melaksanakan apa yang diperintahkan.
" Aku ngak kuat lihat cahaya matahari, entah ada apa dengan mataku ini bang? " ucap Natasya ketakutan langsung memeluk Adrian dan menangis dalam pelukan suaminya itu.
" Sayang..sayang, denger baik baik ya, kata mami kamu itu ngidam dan semua hal yang aneh dan diluar kebiasaanmu itu juga bawaan orok..jadi jangan takut karena itu bukan penyakit " Adrian mencoba menenangkan isteinya, " Oiya, tadi mami bilang kak maya mau periksa kondisi kamu setelah pulang kerja " tambah Adrian sambil menuntun Natasya ke tempat tidur.
" Kamu duduk disini, biar aku yang ambilin pakaianmu. Itu ada susu hamil dan sarapan, dimakan sekarang kalau di bisa habisin ya " ucap Adrian lagi sebelum berlalu keruang ganti.
" Hmm kenapa suamiku jadi bawel gitu ya? " gumam Natasya dalam hati, menatap punggung kekar suaminya yang menghilang dibalik pintu.
----------------------------------
__ADS_1
**BERSAMBUNG
Maaf baru bisa up, Author saat ini kurang sehat tapi akan terus berusaha menulis agar karya ini bisa terus berlanjut 🙏🙏**