Aku Melepasmu

Aku Melepasmu
Gelisah


__ADS_3

Dengan langkah tergesa, Airin menapaki lobi rumah sakit dan langsung menuju instalasi gawat darurat. Di dalam ruang tersebut ada beberapa ranjang yang dibatasi tirai panjang. Airin mengintip setiap ranjang untuk melihat dimana keponakannya berada. Tiba di ranjang paling ujung, Airin melihat Nara yang tengah berbaring dengan selang infus terpasang di tangannya. Beberapa teman Nara masih terlihat disana. Airin langsung memeluk Nara.


“Sayang kamu kenapa?”


“Nara gak apa-apa bi” Jawab Nara


Kehadiran Airin membuat ketiga teman Nara berdiri dan memberikan kesempatan mereka berdua.


“Kenapa bisa seperti ini sih? Kamu telat makan lagi?” Tanya Airin.


Nara hanya terdiam tidak bisa menjawab, karena jika dijawab iya, akan semakin panjang celotehan bibi tersayangnya ini dengan nasehat-nasehat panjang kali lebar yang pasti bikin kepalanya tambah pusing.


“Nara Cuma kecapaen aja bi” Ucap Nara.


“Ra, karena udah ada yang nemenin kami permisi balik kantor lagi ya” Ucap Amel, karena saat ini Nara sudah bersama bibi dan pamannya.


“Bi, saya Amel yang tadi telpon bibi, maaf ya bi.. kami pamit pulang dulu, oh ya kamar rawat inapnya sudah di pesan, tadi sedang dipersiapkan. Kami harus balik lagi ke kantor” Ucap Amel.


“Iya makasih ya udah bantuin Nara” Jawab Airin.


“Oh ya, Ra, nanti pulang kerja, aku mampir lagi sekalian bawain tas dan peralatan kamu ya, ponsel kamu juga kayaknya masih ketinggalan di mejamu, soalnya tadi kami buru-buru jadi gak sempat bawa apa-apa” ucap Amel


“Iya Mel, makasih banyak ya, trus aku minta tolong sampein ke pak Darwin ya, maaf kerjaannya belum kelar”


“Udah jangan mikir kerjaan dulu, sehat aja dulu baru pikir yang lain” Kali ini Andi yang menjawab. “Cepet sehat, banyak istirahat, jangan pikir yang macem-macem lagi. Pak Darwin pasti ngerti kok” Tambah Andi.


“Makasih ya semua, kalian memang temen the best deh” Ucap Nara tersenyum.


Ketiganya  melambaikan tangan dan berpamitan untuk kembali ke kantor. Tinggal Nara, Airin dan Wisnu baru saja masuk karena tadi dia memarkirkan mobil, sementara Airin yang tidak sabar memilih untuk berjalan duluan.


 

__ADS_1


Setelah menunggu tiga puluh menit, seorang perawat memberitahukan bahwa Nara sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan. Beberapa hari ke depan Nara akan menjalani perawatan untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Airin terus memaksa Nara agar menceritakan kejadian sebelum ia dirawat. Nara pun akhirnya menceritakan kondisinya, pekerjaannya dan juga pertemuannya dengan Elang dan juga kondisi lelaki itu.


“Jadi Elang sakit? Dia sengaja pergi dari kamu supaya kamu gak tahu kalau dia sakit? terus sekarang gimana dia?” Airin sedikit terkaget mendengar cerita Nara. Dia tidak pernah menyangka, jika pria itu sangat mencintai keponakannya sehingga bisa melakukan hal yang justru menyakiti dirinya sendiri.


“Iya, sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik bi, sejak Nara selalu menemaninya”


“Alhamdulillah kalu gitu, semoga semakin membaik dan tidak ada hal buruk yang harus terjadi lagi diantara kalian” Tambah Airin.


“Oh ya, Alicia tahu kamu sakit”


“Kayaknya belom bi, seminggu ini Nara nggak ketemu Licia, paling Cuma beberapa kali berkirim pesan”


“Ya udah, kamu istirahat aja dulu”


Nara mengangguk dan kemudian berbaring.


***


 


Sementara itu di belahan lain, dua orang pria tengah gelisah karena sejak tadi mereka menghubungi seorang gadis yang sama namun tidak mendapat jawaban sama sekali. Telpon tidak diangkat dan pesan pun tak di balas. Kedua pria itu adalah Elang dan Bram.


Elang menarik nafas berat, sejak pagi tadi ia menghubungi Nara tapi tidak ada jawaban, tidak seperti biasanya. Padahal biasanya, setiap pagi Nara selalu menghubunginya terlebih dulu untuk membangunkannya dan mengingatkan dia untuk sarapan dan minum obat. Tapi hari ini, jangankan menghubungi, dihubungi saja tidak bisa. Ini membuat Elang benar-benar mengkawatirkan kondisi Nara, karena memang beberapa hari ini Nara kelihatan letih karena harus bekerja dan juga menjaganya di rumah sakit usai bekerja.


"Nara kamu dimana sih? kok gak ngasih kabar" Batin Elang lirih. Namun perasaannya juga mulai tak enak.


Sementara Bram juga mulai gelisah, bukan hanya gelisah karena pesannya yang tak kunjung dibalas dan telponnya tak diangkat, tapi juga gelisah dengan perubahan sikap Nara padanya. Bukan hanya hari ini Nara tidak menjawan telponnya dan membalas pesannya tapi juga sejak beberapa hari lalu dia juga mengalami kesialan serupa. Padahal hatinya sudah mulai meronta ingin bertemu karena merindu.


"Gini ya rasanya jatuh cinta, sakit banget dicuekin. kayaknya cinta sebelah tangan ni" Lamun Bram sembari terus memandangi beberapa foto Nara yang ia ambil secara diam-diam di hutan. Kini foto-foto itu sudah memenuhi gallery ponselnya. Bram sudah memindah foto-foto itu dari kameranya ke ponsel, agar lebih mudah untuk memandangi jika ia kangen.


Sembari tersenyum ia menelusuri layar ponselnya, lalu tanpa sadar mengecup layar ponsel itu. Gak ada orangnya fotonya jadi juga. Akh... jatuh cinta memang terkadang membuat orang jadi gila. Ya seperti Bram yang senyum-senyum sendiri dan beberapa kali mengecup layar ponselnya.

__ADS_1


***


 Licia tiba di Rumah sakit, segera dia mencari ruangan tempat Nara dirawat. Setelah menerima petunjuk dari bagian informasi, Licia segera menuju ruangan tersebut.


Perlahan Licia membuka pintu, dan tampak Nara sedang terbaring ditemani Airin. Sementara Wisnu suami Airin sudah pulang karena ada beberapa pekerjaan serta harus mengontrol Swalayan.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumsalam.." Nara dan Airin menjawab serentak.


"Licia..." Panggil Nara.


"Kamu ngapain tiduran di sini Ra" Ucap Licia sembari mendekat dan duduk di sisi ranjang sebelah Nara.


"Iya, kamar hotel penuh, jadi pilih di sini" Jawab Nara sembari tertawa.


"Kok kamu gak kabari aku, kalau bibi Airin gak kasih tau aja, aku mana tahu kamu di sini" Sungut Licia.


"Hp aku masih di kantor Ca, tadi katanya aku dua kali pingsan di kantor terus langsung dibawa ke sini sama temen-temen. Hp dan tas aku masih di kantor"


"Hah?? dua kali pingsan? emang kamu abis ngapain aja kok bisa pingsan? kamu gak makan Ra?"


"Aku cuma kecapean"


"Tuh kan... gak mau ngaku kalau telat makan" ucap Airin, yang sebal dengan keponakannya yang keras kepala.


"Heee... kan udah bilang bi, aku kecapean trus lupa makan" Jawab Nara sembari nyengir kuda.


"Ini nih kalau dikasih tau ngeyel! gini akibatnya. Emang enak sakit?"


"Ya gak enak bi, janji deh gak bakal telat makan lagi" Ucap Nara.

__ADS_1


Mereka pun mengakhiri perdebatan panjang, kemudian asik bercerita panjang lebar yang sesekali diiringi canda tawa..


__ADS_2