Aku Melepasmu

Aku Melepasmu
Menangis Semalam


__ADS_3

Nara terbangun dan melihat jam di dinding kamar Licia, pukul 17.00.


"Licia bangun!!" Nara membangunkan Licia dengan menepuk-nepuk pipinya, Licia terkejut dan bangun sembari menyipitkan matanya.


"apaan sih, masih ngantuk tau" ucap Licia kesal dan kembali meletakkan kepalanya di atas bantal.


"Eh kok malah tidur lagi, lihat itu sudah jam brapa say... belom sholat Asar kita. ayok bangun sholat dulu" ajak Nara sambil menarik tangan Licia agar bangun dan duduk. Licia masih menguap dan mengucek kedua matanya, sementara Nara sudah terlebih dahulu masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Nara sudah menyelesaikan sholatnya, dan bergantian dengan Licia. usai sholat mereka kembali ngobrol


"Ganti topik deh, jangan ngomongin Elang lagi" sungut Nara, ketika Licia masih membahasnya lagi.


Licia tertawa melihat sahabatnya manyun..


"Oh ya, ini kan malam minggu kita keluar yuk, nongki cantik di cafe atau nonton gitu, biar seru" ajak Licia.


Nara memutar bola matanya kemudian mengangguk, Nara berfikir tidak ada salahnya juga menghibur diri, daripada dia pulang ke rumah pasti ujung-ujungnya nangis lagi.


"Tapi aku pinjam pakaianmu ya, nih lihat masak penampilan lusuh gini mau ke cafe" ucap nara sambil menunjukkan penampilannya yang memang sudah kucel karena sedari pagi tadi sudah keluar rumah, ditambah lagi dengan adegan nangis bombay.


"Yaelah pake nanya, biasa juga langsung nyelonong" ucap Licia.


Nara hanya nyengir sembari melangkah ke lemari pakaian dan memilih pakaian casual dengan kaos putih dan celana jeans. tidak sulit bagi Nara mencari pakaian yang pas di tubuhnya, karena bentuk tubuh dan tinggi badan mereka hampir sama, hanya Licia sedikit lebih berisi, but its okay bagi Nara, karena dia memang tak suka pakaian yang terlalu ketat sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya.


Setelah memilih pakaian ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. cukup lama Nara berdiri dibawah shower, ia ingin mengguyur seluruh tubuhnya, mendinginkan kepala dan tubuhnya, berharap hatinya pun turut dingin dengan guyuran air, meskipun tidak mungkin rasanya hatinya dapat dingin dengan air, tapi setidaknya mampu membuatnya rileks sejenak. tubuhnya juga mungkin lelah karena sejak semalam ia kurang istirahat karena menangis semalaman, seperti judul lagunya audy...


Tahukah kamu.... semalam tadi... aku menangis, mengingatmu, mengenangmu..


mungkin hatiku... terluka dalam.... atau selalu terukirkan kenangan kita.....


******


Usai sholat magrib mereka beranjak pergi menuju tempat favorit mereka, Hangout Cafe, sebuah cafe outdoor dengan nuansa khas kekinian diterangi beraneka lampu warna warni dan beberapa sudut dipercantik dengan beragam tanaman hias. Desain cantik dan unik karena memang benar-benar mengusung konsep outdoor bahkan beberapa tempat duduk yang disediakan berupa kursi taman, sehingga menjadi tempat yang nyaman untk berkumpul. Tidak hanya kaum muda atau pasangan muda mudi, cafe yang juga mini resto ini juga menjadi tujuan keluarga kecil, karena disudut ruangan terdapat taman bermain anak lengkap dengan alat permainan, seperti ayunan, kolam bola dan juga beberapa miniatur hewan.

__ADS_1


Nara dan Licia memilih duduk di bangku taman yang letaknya disudut depan tak jauh dari panggung kecil tempat penyanyi cafe menghibur para pengunjung. selain penyanyi cafe, pengunjung juga diperbolehkan menyumbangkan suara emasnya disini.


"Mau pesan apa?" tanya Licia


Nara masih membolak balikkan buku menu, sejujurnya dia belum berselera untuk makan tapi sudah sampai disini tak mungkin jika tidak memesan apapun.


"Chicken steak sama cappucino" ucap Nara.


Licia mencatat pesanan Nara dan ia memesan chicken katsu teriyaki, coffe latte dan air mineral, kemudian memanggil pelayan untuk memberikan list pesanan mereka.


Sembari menunggu, mereka memperhatikan penyanyi cafe yang sedang membawakan sebuah lagu.


"Perasaan wajah penyanyi itu gak asing ya, suaranya juga" ucap Nara..


Licia mengalihkan pandangannya menuju tempat yang disebutkan Nara, ia juga mulai mengamati pria tampan dengan rambut gondrong sebahu, senyum manis diukirnya di sela-sela jeda lagu dan beberapa kali terdengar menyapa pengunjung.


"Hey.. itu kan Julian teman sekampus kita" ucap Licia...


Nara mengingat-ngingat nama itu, dan dia berhasil mengingat nama tersebut dan ya Julian adalah anak fakultas sastra dan hobi bermusik. tiap kali ada acara di kampus dia dan bandnya selalu meramaikan acara menjadi penghibur.


"Permintaan lagu dari seorang pengunjung yang mungkin lagi patah hati, saya akan membawakan sebuah judul lagu dari Glenn fredly, akhir cerita cinta. lagu ini hanya untuk menghibur, yang patah hati jangan pada baper" ucap si penyanyi sebelum memulai lagunya..


Nara tersenyum kecut mendengar ucapan penyanyi tersebut, sementara Licia terlihat tertawa bahagia.


"Senengnya lihat temen sedih" sungut Nara.


penyanyi itupun mulai menyanyikan lagu diiringi musik..


**Sandiwarakah selama ini


setelah sekian lama kita telah bersama


inikah akhir cerita cinta

__ADS_1


yang selalu aku banggakan di depan mereka


entah dimana kusembunyikan rasa malu...


kini harus aku lewati sepi hariku


tanpa dirimu lagi


biarkan kini kuberdiri


melawan waktu


untuk melupakanmu


walau sakit hatiku...


namun aku bertahan*...


Nara terhanyut dalam, tiap lirik lagu yang dibawakan seolah menggambarkan suasana hatinya saat ini.


"Baper buuk" celetuk Licia mengagetkan Nara


"Sialan" umpat Nara dan buru-buru menghapus air matanya yang sempat meleleh karena terharu dengan syair lagu dari penyanyi idolanya tersebut.


Licia hanya tertawa bahagia, ia hanya ingin menghibur Nara dan melupakan sejenak kepedihan hatinya, tapi lagu yang dipilihnya justru membuat sahabatnya baper.


"Udah jangan nangis lagi, cuus dimakan trus kita pulang" ucap Licia. mereka berdua pun segera menghabiskan makanan dengan masih diselingi canda tawa.


***


Di sudut lain cafe, seorang pria terus menatap dua gadis yang sedang makan sambil bercanda, sesekali ia tersenyum melihat salah seorang gadis itu tampak senang, meski beberapa saat lalu ia juga sempat melihatnya menangis karena terenyuh dengan lagu yang dibawakan sang penyanyi.


"Maafkan aku Ra, membuatmu bersedih dan meneteskan air mata. aku hanya ingin terus melihatmu bahagia dan tidak larut dalam kesedihan yang mendalam nantinya. aku yakin kamu wanita kuat" lirih hati Elang.

__ADS_1


ya pria yang sejak tadi memperhatikan Nara dan Licia adalah Elang. ia hanya ingin menghibur diri datang ke cafe, karena cafe ini memang tempat favorit mereka berdua. namun tak disangka ia justru melihat Nara disana, kemudian Elang memilih duduk di meja sudut yang sedikit temaram agar tidak terlihat, namun posisinya tepat sehingga ia masih bisa memperhatikan kedua gadis itu dari jauh...


__ADS_2