Aku Melepasmu

Aku Melepasmu
Pekerjaan


__ADS_3

Bulan beranjak ke peraduan, berganti matahari yang mengintip malu.. rintik embun diujung daun menebarkan aroma basah di pagi hari.. Selamat pagi semesta .


***


"I hate Monday" ucap Nara sembari meregangkan otot-ototnya, ia masih beberapa kali menguap karena kantuk yang masih tersisa, Nara paling benci hari Senin, karena harus kembali beraktifitas.


Usai salat subuh, Nara beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan paginya, setelah sarapan ia pun mandi membersihkan diri dan kemudian bersiap berangkat kerja.


Nara bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan dan perkebunan, mengelola kawasan hutan menjadi perkebunan dengan izin pemerintah. selain itu perusahaan tersebut juga melakukan pendampingan bagi masyarakat sekitar hutan untuk turut mengelola hasil hutan baik kayu maupun non kayu tapi tidak dengan cara merusak ekosistem hutan tersebut karena jika hutan sebagai paru-paru dunia rusak, maka akan terjadi ketidak seimbangan alam.


Pukul 07.45, Nara sudah tiba di kantornya dan langsung masuk menuju ruangannya. belum ada mahkluk satupun di ruangan itu, karena jam kantor memang dimulai pukul 08.00 wib. Biasanya para karyawan akan tiba pada menit-menit terakhir. sementara Nara jarang sekali terlambat, karena dia tidak ingin terburu-buru.


Nara menghidupkan komputernya kemudian menyalakan musik dengan suara perlahan. Membuka file-file dan mulai melakukan pekerjaannya. bekerja di perusahaan ini sebenarnya jauh dari latar belakang pendidikannya yang lulusan pendidikan bahasa Indonesia. seharusnya dia menjadi seorang guru.


pekerjaan ini ditawarkan oleh seorang temannya, Nara diminta menggantikan temannya yang resign karena akan menikah dan ikut suaminya, sementara jika ingin resign harus mencari pengganti. jadilah Nara duduk di ruangan ini. pada awalnya Nara menolak namun setelah dicoba dan lama-kelamaan dia merasa pekerjaan yang digelutinya tidak jauh-jauh dari kemampuannya yakni menulis. disini nara adalah tim pelaporan yang membuat buku hasil pekerjaan dalam pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Dalam beberapa pekerjaan ia pun seringkali ikut turun ke lapangan, keluar masuk hutan dan bertemu dengan masyarakat.


Nara merasa miris melihat kawasan hutan di Indonesia, setiap tahun terjadi kebakaran hutan dan lahan terlebih di musim kemarau. di Indonesia kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan. Akibat kebakaran hutan, ekosistem menjadi terganggu, hewan-hewan kehilangan habitat mereka dan beragam jenis pohon dan tumbuhan yang beberapa diantaranya tergolong langka ikut terbakar. Tidak hanya itu, akibat kebakaran hutan juga mengganggu aktifitas dan kesehatan karena kabut asap yang ditimbulkan.


"Pagi Naraa..." sapa Andi teman satu ruangannya.


kondisi


"Pagi mas Andi, seger banget pagi ini, abis dapat jatah dari istri ya" balas Nara


"bhahaha sok tau banget sama jatah-jatah, kayak yang udah nikah aja"


"emang ngomongin jatah buat yang udah nikah aja, yang belom nikah juga bisa"


"eiits haram tau"

__ADS_1


"jatah uang jajan tau!! bukan jatah yang lain, mas Andi tu fikiranya kemana-mana" ucap Nara sembari menjulurkan lidah mengejek.


Andi hanya tertawa sembari menggaruk-garuk kepalanya.


"hahaha ketombe dipelihara, ayam dong dipelihara biar kalau udah gede bisa dipotong terus bikin ayam bakar" ejek Nara lagi yang melihat Andi garuk-garuk kepala


"Sialan ni anak" umpat Andi sembari menjitak kepala Nara.


Andi dan Nara tertawa, kedua orang tersebut memang sangat akrab, karena Andi sudah menganggap Nara seperti adiknya sendiri, begitupun Nara. meski terkadang kedekatan mereka sering disalah artikan oleh teman-teman lainnya, mengingat Andi sudah beristri dan jarak usia Andi dan Nara tidak terpaut jauh, hanya 3 tahun. namun mereka cuek karena Nara juga sangat mengenal istri Andi dan tidak pernah terjadi kesalahpahaman diantara mereka.


Nara dan Andi juga mengerti batasan yang tidak boleh dilanggar, meski usia Andi hanya terpaut beberapa tahun diatasnya tapi Nara sangat menghormati dan menghargainya. kedekatan mereka hanya sebatas rekan kerja, meski di kantor sangat akrab tapi mereka tidak pernah melakukan hal diluar kewajaran diluar kantor. mereka hanya pergi bareng jika ada pekerjaan yang sama.


"Dinara Safitri" iya pak sahut Nara sambil berdiri, karena atasannya memanggil.


"kamu sudah selesai membuat draf perencanaan tentang hutan desa yang saya minta Minggu lalu"


Nara mengerenyitkan keningnya dan kemudian memukul kepalanya sendiri


"tolong selesaikan secepatnya, besok akan saya bawa ke kementrian kehutanan untuk dikoordinasikan"


"baik pak, saya selesaikan secepatnya" ucap Nara sembari tersenyum.


"lho bukannya Jumat kemarin kamu bilang mau selesaikan di rumah" ucap Andi.


"iya mas, tapi aku lupa" ucap Nara sambil nyengir.


"gimana gak lupa kalau ada tragedi hati" batin Nara.


"Akhh ini semua gara-gara Elang. bukan cuma bikin lupa tugas kantor tapi juga lupa semuanya, mana sekarang aku gak fokus lagi.. shiit" umpat Nara dalam hati.

__ADS_1


Nara mulai membuka file pekerjaannya dan jemarinya menekan keyboardnya.. hingga siang menjelang Nara masih asik dengan pekerjaannya.


"udah nanti aja dilanjut, waktunya istirahat, yuk makan dan salat Zuhur dulu" ajak Andi.


"tanggung mas dikit lagi" jawab Nara.


"simpan aja dulu, gak baik ninggalin waktu salat dan makan. otak dan tubuh juga butuh rehat"


"iya deh ucap Nara dan menyimpan pekerjaannya"


Karena belum terdengar Adzan, Nara memutuskan untuk makan di kantin terlebih dahulu sebelum salat. di kantin sudah banyak karyawab lainnya. Perusahaan memang menyediakan kantin dengan beragam menu makanan dan minuman pilihan. ini merupakan fasilitas perusahaan yang juga untuk mendisiplinkan karyawan. karena dengan menyediakan kantin dapat menghemat waktu karyawan untuk mencari makan diluar selain itu karyawan juga bisa hemat kantong saat akhir bulan, karena boleh ngutang alias ngebon dan langsung dipotong saat gajian. meski demikian perusahaan juga mengijinkan karyawan makan diluar namun untuk sesekali bukan tiap hari. karena karyawan yang makan diluar dipastikan akan tiba di kantor lewat dari jam istirahat siang. Perusahaan swasta memang cenderung lebih disiplin dan ketat dalam pengawasan karyawan, tidak main-main perusahaan akan langsung memecat karyawan yang lalai dan tidak disiplin.


Usai makan dan salat Nara kembali melanjutkan pekerjaannya. sesekali Nara membuka buku Undang-Undang karena memang ada beberapa UU tentang kehutanan yang harus dimasukkan dalam draf tersebut.


"aduh ini baru drafnya aja sebanyak ini, gimana nanti jadi bukunya" keluh Nara sembari terus melanjutkan ketikannya. ia harus menyelesaikan hari ini, karena besok harus diserahkan.


"udah jam 4 nih, waktunya pulang" ucap Andi.


"duluan aja mas, aku masih lanjutin ini"


"mau ditemenin"


"gak usah mas, bentar lagi kelar.. ntar kelamaan mas jemput mbak Kinan" ucap Nara.


"Ok deh, selamat bekerja ya, aku duluan. ingat jangan sampe malam ntar ada yang nemenin" ucap Andi sembari tertawa dan meninggalkan Nara.


sejenak Nara terdiam dan bulu kuduknya merinding, karena memang sudah sepi.


sebenarnya ada 4 orang dalam ruangan Nara, namun dua rekan lainnya sedang tugas lapangan, jadilah selama 3 hari ke depan Nara dan Andi saja penghuni ruangan ini..

__ADS_1


"sialan mas Andi nakut-nakutin" batin Nara.


ia segera menyelesaikan pekerjaannya dan kemudian segera membereskan barang-barangnya dan pulang...


__ADS_2