Aku Melepasmu

Aku Melepasmu
Kehilangan


__ADS_3

Minggu pagi yang dingin, Nara masih meringkuk dibawah selimut. Biasanya usai salat subuh dia langsung beraktifitas membuat sarapan dan bersiap untuk bekerja, namun karena hari ini libur dia masih bermalas-malasan untuk beranjak dari peraduan.


beberapa kali Nara mencoba memejamkan matanya untuk kembali tidur namun tak bisa, ada sosok bayangan selalu menari dipikirannya sehingga membuatnya kembali bersedih. kemudian Nara mengambil ponselnya dan membuka galeri. melihat foto-foto kebersamaannya bersama Elang, ada semburat sesak di dadanya. ia menandai semua foto yang berkaitan dengan Elang, namun ketika akan menekan tombol hapus ada sedikit kegelisahan, dan Nara pun mengurungkan niatnya, ia hanya membuatnya tersimpan di satu folder. begitu pun foto2 yang ada di kamarnya, ia simpan di dalam kotak. Nara ingin melupakan dan membuang semua kenangannya bersama Elang, namun entah kenapa hatinya seolah menolak, ia sangat yakin Elang masih mencintainya, dan dia tidak benar-benar yakin jika Elang meninggalkannya hanya karena wanita lain. Nara tau Elang bukan laki-laki seperti itu.


"apa aku harus mencari tahu, tapi bukankah Elang sudah mengakuinya, mengapa aku begitu bodoh masih mengharap cintanya yang jelas dan dilihat dengan mata kepala sendiri dia telah berpaling. tapi... tidak.. tapi... aaarggghh" terjadi pertengkaran batin dalam diri Nara.


*author : bayangin aja seperti di film-film animasi ya, ada malaikat bersayap dan satu lagi iblis merah sedang mempengaruhi hati dan pikiran Nara :-) *


Nara beranjak dari kasur empuknya dan menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi karena cacing di perutnya mulai berontak. 2 potong sandwich ala Nara dan segelas susu hangat menemaninya pagi ini.


sembari makan Nara memikirkan jalan hidupnya yang sangat menyedihkan.


Ditinggalkan orang-orang tersayang, orangtuanya, adiknya bahkan kini kekasihnya.


flash back


Orang tua Nara dan juga adiknya Meninggal 4 tahun lalu, mereka terlibat kecelakaan beruntun berujung maut di jalan tol. Tragisnya lagi kecelakaan itu terjadi karena kedua orangtua dan adiknya sedang dalam perjalanan untuk menjemput Nara. Mereka akan mengajak Nara berlibur karena pada saat itu Nara tengah libur semester. Selama kuliah Nara memang terpisah dengan kedua orangtuanya. Nara lebih memilih melanjutkan kuliah di kota lain meskipun tidak terlalu Jauh dan bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 5 jam melewati jalan tol. Nara tidak mengetahui pasti kronologis kejadian pada saat itu, informasi yang ia terima mobil yang dikemudikan papanya menjadi salah satu kendaraan yang terbakar dan seluruh penumpang tidak dapat diselamatkan. total ada 8 mobil yang terlibat kecelakaan pada saat itu, namun mobil papanya paling parah karena tepat berada di belakang mobil tangki berisi bahan bakar minyak.


Nara sangat shock pada saat itu, apalagi kondisi ketiga jenazah hampir tidak dikenali, karena hangus terbakar. hanya nomor polisi kendaraan yang bisa memastikan, dan kendaraan tersebut benar terdata atas nama papanya serta hasil tes forensik. ia seperti kehilangan arah, ditinggalkan orang-orang terdekatnya dalam waktu yang bersamaan.

__ADS_1


Sejak saat itu Nara yang periang menjadi sosok gadis pendiam dan pemurung. waktunya lebih banyak dihabiskan untuk mengurung diri dikamar bahkan sempat depresi. ia menganggap dirinya pembawa sial. kuliahnya tertunda dan kondisi tubuhnya tak terawat dan kurus karena malas makan. hanya ada bibinya, adik dari ibunya yang mengurus Nara dan selalu memberikan semangat untuk berjuang melanjutkan hidupnya. Licia teman masa kecilnya juga kembali hadir untuk mendampinginya melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. hingga akhirnya ia bertemu Elang yang mampu membangkitkan kembali semangat hidupnya dan mengisi hati serta hari-harinya.


Flash On


Nara baru saja menyelesaikan sarapan paginya ketika suara bel rumah berbunyi.


"assalamualaikum" seru suara dari arah luar.


"waalaikumsalam... sebentar" teriak Nara dari dalam rumah.


ia buru-buru mencuci tangannya dan berlari ke arah pintu. begitu pintu dibuka seorang perempuan langsung memeluknya


Airin bibinya Nara sangat khawatir ketika Licia menghubunginya dan memberitahukan putusnya hubungan keponakan yang sangat ia sayangi itu. ia takut Nara kembali depresi, karena Airin trauma melihat kondisi Nara saat ditinggalkan keluarganya.


"Nara gak bisa bernafas bi" ucap Nara karena begitu erat pelukan bibinya. Airin melepaskan pelukannya.


"seperti yang bibi lihat, Nara baik-baik aja, Nara juga habis sarapan nih, tapi kalau mandi belum" ucap Nara sambil nyengir kuda.


Airin berucap syukur melihat kondisi ponakannya.

__ADS_1


"ayo bi, masuk, bibi sama siapa kemari?"


"bibi sendiri, pamanmu sedang nge-gym. bibi sangat khawatir mendengar Elang memutuskanmu dan kamu patah hati, bibi takut...." belum selesai Airin bicara, Nara sudah menyela.


"tenang saja bi, hatiku sudah lebih kuat. hilang satu tumbuh seribu. bibi jangan khawatir keponakan bibi ini kan cantik, masih banyak Elang diluar sana, kalu perlu aku cari Burung Onta yang lebih besar dari Elang biar dia dipatok sekalian" ucap Nara sembari tertawa. Airin pun turut bahagia mendengar suara tawa keponakannya.


sebenarnya Airin ingin, Nara tinggal bersamanya seperti dulu, namun Nara lebih memilih tinggal sendiri ketika Airin menikah. karena ia tak ingin mengganggu kehidupan rumah tangga bibinya. sejak orang tua Nara meninggal bibinyalah yang mengurus Nara, melanjutkan usaha Swalayan papa dan mama Nara.


Usai bercerita panjang lebar tentang hubungan Nara dan Elang serta nasehat -nasehat untuk keponakannya. kemudian Airin membantu Nara membereskan rumah dan memasak makan siang untuknya. tak lupa ia juga membuatkan puding coklat kesukaaan Nara. Airin sangat menyayangi Nara karena hanya ia keponakannya yang tersisa. Airin dan mama Nara hanya berdua bersaudara. setelah orang tua mereka meninggal, mama Naralah dahulu yang mengurusnya dan kini, gantian ia mengurus anak kakaknya itu. kepedihan yang dirasakan Nara sama dengan yang Airin rasakan waktu itu, tapi ia tak mau terhanyut karena ada Nara yang butuh perhatian dan kasih sayangnya.


"sudah siang, bibi pulang dulu ya, pamanmu juga sebentar lagi pulang. kamu yakin gak mau ikut bibi aja" tanya Airin.


"Nggaklah bi, Nara mau di rumah aja, lagian besok pagi kerja jadi hari ini mau istirahat" balas Nara.


"ok klu gitu baik-baik di rumah ya sayang, ingat jangan nangis, sayang itu air mata buat nangisin buaya" ucap Airin sembari memeluk dan mencium kening Nara.


Nara mengangguk "Elang bi, bukan buaya"


"sama aja, Elang atau buaya sama-sama hewan pemangsa!!" ucap Airin kesal

__ADS_1


hahaha mereka tertawa bersama. Nara mengantarkan Airin hingga ke mobil dan kembali masuk ke dalam rumah setelah mobil bibinya sudah tidak terlihat....


__ADS_2